Cara Membimbing Anak Berkepribadian Islami di Era kecanggihan Teknologi

0
879
Membimbing anak berkepribadian islami

Membimbing anak berkepribadian islami – Di era serba canggih seperti sekarang, tentu salah satu hal yang perlu diupayakan yakni terkait dengan cara membimbing anak berkepribadian islami.

Kepribadian Islam amatlah penting ada di dalam diri individu sebab merupakan pondasi dasar sebelum mengaplikasikan keilmuan.

Sobat Cahaya Islam, membimbing anak berkepribadian islami tentu merupakan salah satu cara untuk mengarahkan mereka menjadi sosok agen perubahan yang lebih baik di masa depan. Lantas, bagaimana agar proses bimbingan tersebut dapat terlaksana dengan baik?

Perlukah Membimbing Anak Berkepribadian Islami?

Aktivitas membimbing anak berkepribadian islami tidak hanya dilakukan oleh keluarga saja namun juga dukungan dari lingkungan sekolah dan masyarakat. Sehingga proses bimbingan tersebut akan berjalan dengan lebih baik.

Masalahnya, kadang proses bimbingan tidak dapat dilakukan lantaran tidak semua unsur memahami filosofi dan urgensi mengapa pembimbingan kepribadian itu diutamakan.

Pendidikan hari ini secara tidak langsung mengarah pada capaian akademik saja, namun prestasi hafalan utamanya pendalaman aqidah malah menjadi dangkal. Naudzubillah.

Padahal sejatinya, pondasi kehidupan Islam terletak pada kepribadian yang terpancar dari individu. Pun juga hal ini urgen sebelum akhirnya individu hanya belajar terkait keduniawian saja.

Sebab pembelajaran keduniawian harusnya dilakukan setelah remaja terbukti mampu lulus secara karakter melalui berbagai aktivitas yang dilakukan dan bagaimana dia menyelesaikan permasalahannya. Lantas bagaimana cara membimbing agar kepribadian terpancar dari diri individu?

Cara Membimbing Kepribadian Islami

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh keluarga maupun komunitas agar program bimbingan anak untuk memiliki kepribadian islami berjalan lancar. Diantaranya yakni sebagai berikut :

1.    Memberikan Tauladan

Hal pertama yang bisa dilakukan yakni dengan memberikan keteladanan pada individu. Kepribadian bukanlah sesuatu yang bisa dipelajari dengan teori saja, melainkan harus dipraktekkan. Adapun prakteknya, tentu tidak akan langsung bisa diimitasi oleh para individu.

Membimbing anak berkepribadian islami

Sehingga perlu adanya kontinuitas dalam memberikan gambaran keteladanan. Selain itu, alangkah baiknya bila contoh tersebut tidak hanya dilakukan ketika berada di hadapan para individu lain, melainkan perlunya juga terpatri dalam diri yang memberikan contoh.

Sebab keikhlasan dalam menjalankannya akan terpancar. Ikhlas sendiri tentu tidak dapat dibodohi sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Qaf ayat 16 yakni :

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهٖ نَفْسُهٗ ۖوَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيْدِ

Artinya : Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.

2.    Memberikan Nasehat ketika Berbuat yang tidak Baik

Hal selanjutnya yang bisa dilakukan bagi para keluarga dan masyarakat yakni mengupayakan semaksimal mungkin untuk memberikan nasihat baik bagi para individu yang berusaha menjadi pribadi muslim yang ideal.

Memberikan nasehat tentu memang takkan mudah, bahkan individu rentan untuk menolaknya dan malah berusaha menjauh dari nasehat tersebut.

Membimbing anak berkepribadian islami

Untuk memberikan nasehat yang baik, tentu membutuhkan ilmu yang cukup. Sehingga wajib bagi umat untuk senantiasa memperbaiki diri agar terus mengalami peningkatan sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Al Mujadilah ayat 11 yakni :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.

3.    Senantiasa Mengajarkan Keistiqomahan

Kemudian yakni senantiasa memberikan pemaknaan terkait istiqomah. Istiqomah bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan sebab membutuhkan keseriusan dan ketelatenan, oleh karena itu, istiqomah sangat berharga karena menjaga serta mengontrol emosi diri untuk selalu bisa melakukan hal berdasar syariat Islam.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan yang berkaitan dengan cara membimbing anak berkepribadian Islami di era serba canggih. Semoga ulasannya bermanfaat. 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY