Larangan Tergesa-gesa dalam Islam

0
637
Larangan Tergesa-gesa

Larangan Tergesa-gesa – Dalam mengerjakan sesuatu, setiap orang pasti ingin cepat selesai. Itulah yang membuat mereka terburu-buru. Padahal, Islam melarang terburu-buru. Pasalnya, terburu-buru akan membuat hasil tidak maksimal.

Tidak Tergesa-gesa Mencakup Seluruh Kebaikan

Hasan al Bashri bercerita bahwa ada seorang pria meninggal yang meninggalkan seorang anak & budak. Pria tersebut berwasiat menyerahkan budaknya kepada anaknya. Karena budak itu sangat giat merawat anak dari tuannya yang sudah meninggal tadi, anak pria itu pun suka dan menikahi budaknya.

Suatu Ketika, anaknya menyuruh budak yang sudah menjadi istrinya itu untuk mempersiapkan untuk dirinya mencari ilmu. Kemudian, ia datang ke seorang alim. Orang alim tersebut memberi nasehat kepadanya agar bertakwa kepada Allah, bersabar, dan jangan terburu-buru.

Hasan Al Bashri mengatakan bahwa dalam nasehat orang alim tersebut, terdapat seluruh kebaikan. Alkisah, Ketika anak tersebut pulang ke rumah, ia mendapati seorang lelaki sedang tidur di rumahnya. Karena sangat marah, anak tadi hampir membunuhnya. Tapi berkat nasehat orang alim tadi, ia pun mengurungkan niatnya.

Saat lelaki itu bangun, ia menjelaskan bahwa ia masih mahram dari istri anak tadi. Beruntung ia tidak jadi membunuhnya dan itu semua berkat nasehat orang alim yang menyuruhnya untuk tidak tergesa-gesa dalam bertindak.

Pelajaran Penting dari Larangan Tergesa-gesa

Riwayat di atas mengajarkan kita semua agar bertakwa kepada Allah, sabar, dan juga tidak tergesa-gesa. Selain itu, seseorang hendaknya membekali dirinya dengan ilmu agar terhindar dari kecerobohan akibat tidak sabar.

Itulah pentingnya untuk belajar atau berdiskusi dengan orang-orang alim, terlebih Ketika menghadapi masalah. Pasalnya, nasehat-nasehat dari mereka akan sangat bermanfaat untuk mengadapi setiap persoalan masalah.

Yang terpenting, seseorang menuntut ilmu hendaknya untuk mengamalkan ilmunya, bukan hanya sekedar untuk kebanggaan. Berkaitan dengan nasehat agar tidak tergesa-gesa, Ibnu ‘Abbas meriwayatkan sebuah hadits:

إِنَّ فِيكَ لَخَصْلَتَيْنِ يُحِبُّهُمَا اللَّهُ‏:‏ الْحِلْمُ وَالأنَاةُ

“Sungguh dalam dirimu ada 2 sifat yang dicintai Allah: sabar dan tidak tergesa-gesa.” (1)

Tergesa-gesa Berasal dari Setan

Dalam melakukan sesuatu, umumnya perlahan-lahan akan memberikan hasil yang lebih baik. Sebaliknya, tergesa-gesa akan membuat hasil tidak maksimal. Pasalnya, kedua sifat tersebut memang bertolak belakang di mana salah satunya berasal dari Allah dan yang satunya lagi dari setan, sebagaimana sabda Nabi:

الأَنَاةُ مِنَ اللَّهِ وَالْعَجَلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ 

“Sifat perlahan-lahan (sabar) berasal dari Allah sedangkan tergesa-gesa berasal dari setan.” (2)

Setelah mengetahui hal ini, masihkan sobat Cahaya Islam ingin tergesa-gesa? Memang, ada beberapa kondisi di mana kita harus menyegerakan sesuatu. Tapi pada umumnya, tergesa-gesa bukanlah sikap yang baik. Mudah-mudahan kita dapat menyikapi segala masalah dengan baik tanpa tergesa-gesa dan semoga Allah senantiasa membimbing kita semua ke jalan yang Dia ridhai. Aamiin.


Referensi:

(1) Adabul Mufrod 586

(2) Jami’ at-Tirmidhi 2012

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY