Mengapa Islam melarang iri hati – Iri merupakan salah satu sifat tercela sehingga muslim sebaiknya menghindari sifat yang satu ini. Iri hati juga sering disebut dengan hasad yaitu perasaan tidak menyukai ketika orang lain mendapat nikmat atau kelebihan dibandingkan diri kita. Sobat Cahaya Islam perlu menyadari bahwa iri hati merupakan penyakit hati yang bisa merusak akhlak.
Alasan mengapa Islam melarang iri hati?
Zaman seperti sekarang ini, kita seperti semakin mudah melihat kebahagiaan orang lain. Misalnya saja ketika kita sedang membuka sosial media, tentu akan sangat banyak bermunculan orang-orang yang memamerkan kebahagiaan atau nikmat yang Allah berikan. Hal ini seringkali membuat hati merasa iri. Kita sebagai umat yang beriman sebaiknya menghindari iri hati karena memiliki beberapa dampak negatif diantaranya:
1. Merusak Hubungan Sosial
Alasan yang pertama mengapa Islam melarang iri hati adalah bisa merusak hubungan sosial. Ketika seseorang merasa iri maka ini bisa membuat seseorang merasa tidak bahagia. Sehingga seringkali orang yang iri melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah seperti menggibah, fitnah, atau tindakan negatif lain demi menjatuhkan orang yang membuatnya iri.
Allah SWT berfirman:
“وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ”
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” 1
2. Menjauhkan Diri dari Keberkahan dan Rida Allah
Sobat Cahaya Islam, Allah melarang iri hati karena bisa menjauhkan kita dari keberkahan dan juga ridho Allah. Orang yang iri hati, sesungguhnya sedang memancarkan energi negatif yang mampu menghambat rezeki.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِّمَّا اكْتَسَبُوا وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِّمَّا اكْتَسَبْنَ ۚ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِن فَضْلِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا”
“Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” 2
Dari ayat tersebut kita bisa mengambil pelajaran bahwa sebagai manusia, kita harus sadar bahwa Allah memberi rezeki sesuai kehendakNya. Ada yang diberi rezeki cukup dan ada yang diberi kelimpahan. Asalkan kita mampu mensyukurinya, maka hal ini bisa mendatangkan ridho Allah.
3. Merusak Diri Sendiri Secara Psikologis
Iri dengki juga bisa merusak diri sendiri secara psikologis. Sifat ini akan menimbulkan energi negatif. Secara otomatis tubuh akan mengeluarkan hormon sehingga pikiran menjadi mudah stres, gelisah, dan memiliki emosi yang sulit dikontrol.
Jika kita sedang merasa iri, disarankan untuk banyak-banyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah. Dengan berusaha ikhlas, kita juga sedang berusaha menjaga kesehatan mental diri sendiri.
Iri bukan hanya merusak hubungan kita dengan orang lain namun juga bisa merusak diri sendiri. Jangan sampai kita mudah terserang penyakit hanya karena seringkali merasa iri dengan nikmat milik orang lain.
4. Menghancurkan Nilai Persaudaraan dalam Islam
Hal yang juga perlu Kita waspadai dari sifat iri adalah bisa menghancurkan nilai persaudaraan. Orang yang iri, tentu dalam hatinya selalu dihantui dengan perasaan tidak tenang. Orang yang iri juga selalu ingin berkompetisi dan ingin selalu merasa unggul.


Perasaan ini justru membuat seseorang kehilangan ketenangan dan juga membuat hubungan dengan sesama muslim menjadi tidak baik
Allah SWT berfirman:
“وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ”
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’.” 3
Sobat Cahaya Islam, kini kita sudah paham bahwa Islam melarang iri karena memiliki dampak negatif yang besar. Semoga alasan mengapa Islam melarang iri hati yang telah disebutkan tadi bisa membantu kita untuk lebih menjaga hati dan pikiran. Jangan fokus dengan kehidupan orang lain, akan tetapi kita harus fokus dan mensyukuri nikmati yang sudah Allah berikan ke diri kita.
































