Kemenag Mengunjungi Kantor Muhammadiyah Bahas Persiapan Haji 2025

0
568
Kemenag mengunjungi kantor Muhammadiyah

Kemenag mengunjungi kantor Muhammadiyah di Jakarta untuk membahas pelaksanaan haji tahun 2025 bagi jamaah tanah air. Musta’in Ahmad, Direktur Bina Haji Direktorat Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag mengatakan kita ketahui  bersama bahwa setiap waktu, setiap tahun penyelenggaraan haji ini memiliki dinamika yang luar biasa.

Mulai dari berkaitan dengan kondisi jamaah maupun kebijakan pemerintah Arab Saudi. Musta’in mengungkapkan dalam audiensi telah disampaikan hal-hal teknis yang sudah berjalan. Contohnya saja, murur jamaah-jamaah yang karena kondisi kesehatannya, kondisi keterbatasannya bisa langsung melintas di Muzdalifah.

Kemenag Mengunjungi Kantor Muhammadiyah

Kemenag mengunjungi kantor Muhammadiyah ini juga membahas mengenai tanazul dari Mina juga harus menjadi perhatian karena kondisi kesehatan. Ia juga mendapatkan informasi bahwa Majelis Tarjih Muhammadiyah juga sedang membincangkan banyak hal tentang haji terkait dengan hadyu.

Hal ini terkait dengan dam nusuk. Seperti Sobat Cahaya Islam ketahui bersama, jamaah haji Indonesia itu lebih dari 97-98 % hajinya tamattu dan dam nusuk. Namun, ternyata pemerintah Arab Saudi mengalami kesulitan tersendiri dalam mengelola hal ini. Jadi, mendorong adanya pandangan-pandangan fiqih untuk mentatakelolakan yang baik.

1. Menunggu Fatwa Muhammadiyah

Dirjen PHU Kemenag juga akan menunggu fatwa Muhammadiyah tentang hadyu, dam nusuk serta fatwa lainnya mengenai pelaksanaan haji 2025. Fatwa Muhammadiyah nantinya juga akan menjadi panduan Kemenag untuk pelayanan jamaah haji.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman juga telah menyampaikan laporan yang diterima dari Dirjen PHU Kemenag.

Pada laporan tersebut, berisi tentang terobosan apa saja selama ini yang sudah Kemenag lakukan. Hal ini termasuk pendekatan murur agar memperingan terutama jamaah-jamaah yang uzur.

2. Melakukan Diskusi dengan Tokoh-tokoh Agama

Agus mengatakan akan melakukan diskusi dengan tokoh-tokoh agama termasuk ormas-ormas islam. Terutama, Muhammadiyah yang berkaia dengan rencana fiqih taisir sehubungan dengan penyembelihan hadyu di tanah air.

Saat ini, Majelis Tarjih juga akan terus mengkaji bagaimana secara fiqihnya dan dalam waktu dekat Majelis Tarjih akan memberikan keputusan kajian itu. Hal ini tentu dalam rangka memberikan jawaban terhadap apa yang Ditjen PHU minta tentang pembelian hadyu atau dam di tanah air.

Pada sisi yang lain, Direktur Bina Haji Ditjen PHU Kemenag RI Mustain Ahmad telah mengapresiasi Muhammadiyah yang turut membantu penyelenggaraan haji ini menjadi lebih baik dari tahun ke tahun.

Ia menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan Muhammadiyah selama ini baik itu secara kelembagaan maupun secara personal. Terutama, pada organisasi keluarga besar Muhammadiyah yang di dalamnya penyelenggara haji dari waktu ke waktu alhamdulillah terus membaik.

Kemenag Mengunjungi Kantor Muhammadiyah Bahas Persiapan Haji 2025

3. Mempersiapkan Sejumlah Langkah Strategis

Kemenag juga telah mempersiapkan sejumlah langkah strategis lainnya untuk pelaksanaan ibadah haji tahun 2025. Salah satunya akan fokus terhadap proses verifikasi data jemaah, implementasi biovisa, serta kelengkapan dokumen.

Kemenag berharap hal-hal yang berkaitan dengan verifikasi data jemaah, biovisa, kelengkapan dokumen seperti paspor, dan kesehatan harus terselesaikan dengan baik.

Terutama, terkait transportasi, Kemenag juga telah merancang penggunaan dua jenis pesawat untuk mengangkut jemaah haji. Pesawat tersebut adalah Triple Seven dengan 393 jemaah dan Airbus 330 dengan 360 jemaah.

Pesawat Triple Seven berguna untuk keberangkatan dari DKI Jakarta. Sementara, Airbus untuk kota-kota lain seperti Solo, Balikpapan, Banjarmasin, dan Surabaya.

Jadi, tujuan Kemenag mengunjungi kantor Muhammadiyah  cukup jelas hanya untuk membahas persiapan haji.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY