Kisah Hammah bin Iblis dan Pengakuan Taubatnya

0
298
Kisah Hammah bin iblis

Kisah Hammah bin iblis – Sebuah riwayat tua menggambarkan kisah keturunan iblis yang bertaubat. Riwayat tersebut muncul dalam karya Abu Nu’aim dan Al-Baihaqi yang menyebutkan bahwa Umar RA pernah menghadiri sebuah peristiwa di Tihamah. Secara keseluruhan riwayat tersebut membahas kisah Hammah bin Iblis dengan proses pertaubatannya.

Kisah Hammah bin Iblis

Saat itu Rasulullah SAW sedang duduk bersama para sahabat. Lalu digambarkan muncul seorang lelaki tua yang membawa tongkat. Lelaki itu memberi salam dengan penuh hormat dan kemudian Rasulullah SAW menanyakan identitas lelaki tersebut. 

Lelaki itu menyatakan dirinya bernama Hammah bin Iblis. Ia mengaku hanya berjarak dua keturunan dari Iblis. Ia menjelaskan bahwa dirinya telah hidup sejak masa Qabil dan Habil. Ia menyebut pernah merusak makanan dan memutus hubungan manusia. Sebagai keturunan Iblis, kisahnya pun membuat sahabat nabi penasaran. 

Apakah benar iblis memiliki keturunan? Al Qur’an menjelaskan bahwa iblis memiliki keturunan sebagaimana ayat berikut ini:

Maka apakah kamu akan menjadikan dia (Iblis) dan keturunannya sebagai pelindung dan penolong selain Aku…? ” [al-Kahfi 18:50]

Berikut kisah Hammah anak iblis secara lengkap, sekaligus memastikan apakah hal ini memang benar terjadi:

1.Pengakuan Tobat Hammah kepada Rasulullah SAW

Riwayat dari Umar RA juga menggambarkan bahwa Rasulullah SAW menegur masa lalu Hammah. Teguran itu membuat Hammah meminta agar kesalahannya tidak diulang kembali. Ia menyatakan bahwa Hammah telah bertobat kepada Allah SWT. 

Kisah Hammah bin iblis mengakui pernah menyertai Nabi Nuh AS. Ia mengaku pernah mencela cara dakwah Nabi Nuh. Keturunan iblis tersebut menyebut bahwa dirinya menangis bersama Nabi Nuh karena penyesalan itu. Ia mengatakan bahwa dirinya meminta petunjuk tentang peluang tobat. 

Nabi Nuh menyuruhnya berwudhu dan kemudian bersujud. Kisah Hammah bin Iblis bergulir, ia bersujud sangat lama sebagai bentuk penyesalan. Nabi Nuh menyeru bahwa tobat Hammah telah Allah terima. Namun Hammah tetap bersujud karena ketundukan mendalam.

2. Kisah Hammah Bersama Para Nabi Setelah Nuh AS

Riwayat tersebut juga menerangkan bahwa Hammah pernah bersama kaum Nabi Hud AS. Ia mengulangi perbuatannya dengan mencela dakwah Nabi Hud. Hal itu membuatnya menangis seperti sebelumnya. Hammah juga menyatakan pernah bertemu Nabi Yakub AS. 

Kisah Hammah bin iblis

Ia mengaku pernah hadir di lingkungan Nabi Yusuf AS. Hammah menyebut pernah berjumpa Nabi Ilyas AS di sebuah lembah. Ia juga mengaku pernah mempelajari Taurat dari Nabi Musa AS. Nabi Musa dikatakan menitipkan salam kepada Nabi Isa AS. 

Ketika Hammah bertemu Nabi Isa, ia menyampaikan salam tersebut. Nabi Isa disebut membalas salam itu dan menitipkan salam kepada Nabi Muhammad SAW.

Pertaubatan Keturunan Iblis yang Diragukan 

Sebagian masyarakat menganggap bahwa hadits palsu dialog antara Rasul dan iblis akan bermanfaat bagi khalayak. Namun, beredarnya hadits palsu akan berbahaya dan mencederai Rasulullah sebagaimana hadits berikut ini:

Dari Mughirah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: Sesungguhnya berdusta atas (nama) ku tidaklah sama seperti berdusta atas nama orang lain. Barangsiapa berdusta atas (nama) ku dengan sengaja, maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya dari Neraka.” [HR. Al-Bukhari (no. 1291)

Walaupun kisah Hammah bin iblis tidak memiliki landasan kuat dari dalil shahih, namun para ulama bisa mengambil hikmah dari gambaran sifat setan. Pentingnya Sobat menjaga hati dan memperkuat dzikir lantaran iblis selalu membujuk manusia menuju ketersesatan. 

Sepintas kisah Hammah bin iblis yang berisi pertobatan keturunan iblis membawa warna tersendiri. Padahal sudah jelas bahwa iblis tidak benar-benar bertaubat padahal Allah selalu memberi kesempatan lantaran sifat sombongnya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY