Bagaimana Hukum Belajar Agama Online? Ini Tanggapan Ulama Ternama!

0
81
Hukum Belajar Agama Online

Hukum Belajar Agama Online – Dunia teknologi yang semakin maju, memudahkan segala kegiatan dalam satu genggaman saja. Termasuk juga dalam hal menuntut ilmu. Lalu bagaimana jika belajar agama juga secara online, nah apa hukum belajar agama online?

Memang saat ini banyak sekali pertentangan terkait hal ini. Tapi melalui artikel ini akan kami paparkan pendapat dari para ulama ternama, seperti Alhabib Umar bin Hafizh, Ustadz Adi Hidayat, dan Gus Baha.

Seperti Sobat ketahui, para ustadz yang sudah disebutkan disebelumnya merupakan ustadz ternama. Dan banyak orang berguru kepada mereka baik secara langsung maupun tidak. Lalu bagaimana tanggapannya terkait hukum belajar agama online ini?

Tanggapan Ustadz Ternama

Menuntut ilmu sudah menjadi kewajiban bagi setiap muslim. Bahkan Allah memerintahkan manusia untuk menuntut ilmu, hingga usia tua sekalipun.

“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah no. 224)

“Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majelis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS.  Surat Al Mujadilah ayat: 11).

Dalam hal menuntut ilmu di dunia, ada banyak sekali perantaranya. Saat ini yang paling banyak digandurungi adalah dunia Internet. Sebenarnya bagaimana hukumnya?

Tentunya dalam mengambil suatu hukum, kita memerlukan seorang alim ulama atau pemilik ilmu agama yang benar-benar memahaminya. Tidak bisa ditafsirkan dengan akal pikiran sendiri, terlebih bagi kita yang awam akan ilmu agama.

Berikut ini kami paparkan sejumlah penjelasan dari para Ulama terkait hukumnya;

1. Pendapat Habib Umar bin Hafizh

Habib Umar bin Hafizh sudah terkenal sebagai Guru yang menyampaikan ilmu agama. Melalui video, beliau menyampaikan jawaban terkakit apakah seorang yang belajar dari Internet bisa dianggap sebagai murid dan bagaimana jika belajar agama melalui internet.

Hukum Belajar Agama Online

Beliau mengawali jawaban; bahwa hati merupakkan penentu dalam permasalahan ini. Apabila si penuntutu ilmu benar-benar dalam menentukan niatnya menutut ilmu, dia adalah seorang murid. Murid ini bisa mengambil ilmu dari gurunya dengan perantara apa saja termasuk internet.

Karena merupakan sebuah perantara yang dapat menghubungkan dengan syekh atau guru.  Apa yang dipelajarinya melalui internet, maka bisa dianggap sebagai murid. Kemudian mengambil ilmu tersebut atas dasar rasa cinta pada syekh karena Allah SWT.

Dan merupakan sekadar keyakinanya pada ajaran Allah SWT yang disampaikan oleh guru tersebut. Maka hubungan talaqqi-nya ada, tapi sekadar hubungan tersebut. Tapi keberkahan ketika bertemu secara langsung lebih baik dan lebih indah.

2. Pendapat Gus Baha

Gus Baha sendiri terkenal sebagai pemuka agama, yang luas sekali keilmuannya. Dalam penjelasannya; mengaji melalui YouTube beliau menyampaikan, bahwa secara sanad itu sudah rhubung. Tapi tidak boleh dilakukan oleh mereka yang menentukan hukum halal atau haramnya sesuatu.

Hukum Belajar Agama Online

Tapi jika hanya sekadar mengambil kebaikan, maka sudah cukup. Karena mudah dikenali oleh akal atau ma’ruf. Sedangkan bagi mereka yang menentukan sebuah hukum, harus melalui proses yang ketat; ngaji dengan bertalaqqi secara langsung, dengan orang yang benar-benar paham ilmu agama.

Kemudian beliau menegaskan bahwa ngaji lewat YouTube atau internet itu sudah sah. Dengan garis bawah bukan sebagai mufti (orang yang menentukan sebuah hukum halal atau haram).

3. Ustadz Adi Hidayat

Ustadz Adi Hidayat menyampaikan jika belajar melalui YouTube, link Zoom, atau internet diperbolehkan. Tidak ada masalah dalam hal ini, meski nanti ada beberapa hal yang harus disempurnakan.

Tapi jika Sobat mencari guru, maka dalam Al-Qur’an diebutkan; carilah yang memiliki rasa takut kepada Allah. Jadi ilmunya membuat ia merasa takut kepada Allah, bukan sekadar pintar.

Hukum Belajar Agama Online

Melihat dari tiga pendapat tersebut, dapat Sobat simpulkan bahwa hukum belajar agama online itu boleh. Seperti melalui perantara; YouTube, Zoom Meeting, Skype dan sebagainya. Tapi akan lebih baik jika berkunjung langsung ke tempat kajian dan bertalaqqi secara langsung.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY