Habib Bahar – Nama Habib Bahar kembali menjadi sorotan publik akibat munculnya video yang sebagian dianggap tidak sesuai dengan predikatnya sebagai ulama’. Benar saja, sebagian umat di beberapa sosial media terutama Twitter menjadikan #TangkapBaharSmith menjadi trending teratas di negeri.
Sobat Cahaya Islam, apa yang Habib Bahar alami bukanlah pertama kali.
Sebab, sebelumnya ia juga sempat bersinggungan dengan kepolisian tersebab penyampaian konten ceramahnya yang dinilai tidak ramah dan bahkan menyinggung kehormatan tokoh – tokoh lain.
Tips Menghindari Permasalahan Serupa Habib Bahar
Sobat Cahaya Islam, tidak sepenuhnya penyampaian Habib Bahar itu salah. Benarlah jika ulama’ tersebut ingin menyampaikan kebenaran. Namun ada beberapa tips yang dapat umat lakukan dalam mensehati :
1. Sampaikan Dengan Cara yang Ahsan
Sobat Cahaya Islam, menasehati atau berdakwah adalah kewajiban bagi umat muslim. Namun, dalam menyampaikan nasehat kepada orang lain ada beberapa hal yang harus umat pahami.
Salah satunya yakni terkait karakter audiens. Misal, seorang penceramah bisa menyampaikan dengan nada tinggi dan lugas apabila memang para audiens sudah terbiasa melakukan hal tersebut.


Hanya saja, akan menjadi cerita yang berbeda bila audiens adalah orang – orang yang lembut dan ramah dalam bertutur kata.
Idealnya, Islam memang mengajarkan demikian. Menyampaikan nasehat dengan baik. Sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Fussilat ayat 34 yakni :
وَلَا تَسْتَوِى الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ۗاِدْفَعْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ فَاِذَا الَّذِيْ بَيْنَكَ وَبَيْنَهٗ عَدَاوَةٌ كَاَنَّهٗ وَلِيٌّ حَمِيْمٌ
Artinya : Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia.
Sebisa mungkin umat mencoba untuk menyampaikan nasehat dengan pilihan kata yang baik. Agar yang mendengarkan dapat mengambil hikmah.
2. Jangan Sebut Kepribadian Personal
Selain itu, hal yang harus penceramah atau da’i hindari yakni jangan sampai dalam konten dakwahnya malah menyertakan kepribadian buruk seseorang.


Tentu hal tersebut tak dapat dibenarkan. Sebab, setiap insan pasti memiliki kekurangan. Sehingga umat harus lebih fokus pada penyampaian dan permasalahan yang menyangkut umat secara keseluruhan.
3. Fokus Masalah Umat
Sobat Cahaya Islam, selain kedua hal diatas jangan lupakan untuk selalu membahas permasalahan umat yang tak kunjung selesai.
Terutama masalah dalam urusan politik. Mungkin terdenga kotor di telinga umat, sebab politik isinya memang demikian. Namun sejatinya, politik dalam Islam bermakna pengurusan urusan / masalah umat tanpa terkecuali.
Misalnya saja, ketika terjadi banyaknya generasi terjebak dalam pergaulan bebas tentu hal tersebut sangat berhubungan sekali dengan mulusnya kebijakan negeri meloloskan berbagai film tanpa filter.
Kendati sudah memasuki tahapan lulus sensor, namun tetap scene yang yang acuan dalam film bukanlah memihak pada batasan aurat laki – laki dan wanita. Malahan berbagai jenis pakaian terbuka tersuguhkan dalam film atau drama yang ditontonkan.
Walhasil, semakin kesini hal tersebut malah menjadi fenomena yang wajar. Seorang muslimah melepas kerudung merupakan hal yang wajar dan tidak tabu. Naudzubillah.
Maka dari itu, sangat penting bagi umat untuk fokus pada masalah secara keseluruhan, bukan pada personal manusia itu sendiri. Sebab, masalah umat yang umum jauh lebih berbahaya.
Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai Habib Bahar dan beberapa tips bagi umat untuk mneyampaikan dakwah dengan baik. Semoga ulasan ini dapat menjadi referensi bacaan bagi umat. Aamiin Yarobbal ‘Aalamiin.





























