Curhat Masalah Keluarga ke Teman – Manusia memang tidak akan pernah luput dari permasalahan hidup. Salah satu cara melepaskan hal tersebut, dengan curhat masalah keluarga ke teman dekat.
Tidak hanya sebagai individu, ketika memiliki pasangan pun masalah pun kerap datang dnad menghampiri. Dalam tindakan untuk menyikapinya, beragam cara dilakukan termasuk curhat pada oranglain untuk mendapatkan solusi dari masalah.
Sesi curhat ini dilakukan pada keluarga, teman, benda hidup lainnya, bahkan pada benda mati. Paling sering dilakukan curhat pada orangtua, teman, dan saat ini banyak orang yang curhat di media sosial.
Tidak jarang mereka mengungkapkan aib sendiri, aib keluarga, bahkan aib oranglain. Justru dengan curhat inilah masalah bisa bertambah buruk dan membesar. Lantas, bagaimana sebenarnya islam memandang kegiatan curhat ini? silakan disimak penjelasnnya berikut ini.
Curhat Masalah Keluarga ke Teman dalam Pandangan Islam
Menceritakan masalah demi mendapatkan solusi atau jalan keluar pada teman diperbolehkan dalam islam. Dengan catatan tetap memerhatikan kegiatan curhat tersebut dan melakukan hal berikut ini.
1. Tidak Menjurus Pada Ghibah
Kegiatan curhat memang bisa membuka pintu ghibah atau mebicarakan keburukan. Baik itu diri sendiir, keluarga ataupun oranglain. Padahal Allah sudah jelas melarang perbuatan tersebut dalam sura Al-Hujurat ayat 12.
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Hujurat: 12).


Dengan adanya peringatan tersebut, bukan berarti curhat dilarang. Melainkan kegiatan ghibahlah yang dilarangnya. Selama tujuan dari curhat bukan untuk membuka aib maka diperbolehkan.
2. Curhat Terlebih Dahulu pada Allah
Sebelum memutuskan bercerita pada oranglain, pastikan Sobat sudah bercerita atau curhat terlebih dahulu pada Allah. Hal ini sesuai dalam surah Qaf ayat 16.
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya. (QS. Qaf: 16).
Jika kehadiran Allah begitu dekat, kita tidak perlu becerita kepada oranglain. Karena bagi siapun yang berdo’a dan meminta kepada Allah, maka akan diberikan jalan keluar atas segala permasalahan yang sedang dihadapi.
3. Bukan Lawan Jenis atau Suami/Istri Oranglain
Hal yang perlu diperhatikan berikutnya, jangan sampai Sobat curhat kepada lawan jenis. Apalagi lawan jenis tersebut sudah memiliki istri atau suami. Karena bisa menimbulkan fitnah dan sangat dilarang oleh agama islam. Terlebih jika pembahasannya terkait aib keluarga.


Curhat berduaan dengan lawan jenis yang sudah memiliki pasangan atau belum, akan menghadirkan dosa besar. Bahkan bisa menimbulkan fitnah dan termasuk mendekati perzinahan.
“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra: 32)
Tidak hanya bertemu secara langsung, khalwat atau berdua-duaan juga dapat dilakukan dalam kegiatan chatting atau telponan.
Sehingga dapat disimpulkan hukum dari curhat ini haram, jika berisi tentang keburukan orang lain atau berisi aib, curhat pada suami atau istri orang lain. Apalagi sampai berkhalwat, kegiatan yang sangat dilarang oleh Allah.
Oleh sebab itu, akan lebih baik jika Sobat menceritakan setiap masalah hanya kepada Allah Tuhan Semesta Alam. Ia mampu membantu seberat apapun permasalahan yang sedang kita hadapi.
Seperti Nabi Ya’qub, dulu ia ditimpa banyak masalah yang sangat menguji keimanannya. Tapi ia tetap kukuh dan bertaqwa kepada Allah, hanya bersabar serta memohon pertologan pada-Nya. Sekian artikel tentang curhat masalah keluarga ke teman dibuat.
































