Cara Rasulullah Memperlakukan Istri – Sobat Cahaya Islam, rumah tangga adalah tempat tumbuhnya cinta, ketenangan, dan kasih sayang. Dalam hal ini, Rasulullah ﷺ adalah teladan utama dalam memperlakukan istri dengan penuh kelembutan dan penghormatan. Beliau tidak hanya menjadi pemimpin umat, tetapi juga suami yang sangat pengertian dan romantis.
Cara Rasulullah Memperlakukan Istri: Lembut Penuh Kasih
Rasulullah ﷺ memperlakukan istri-istrinya dengan kelembutan yang luar biasa. Beliau tidak pernah mengangkat tangan untuk memukul istrinya. Bahkan, dalam kondisi marah sekalipun, beliau tetap menjaga sikap dan tutur kata.
Dari ‘Aisyah radhiyallāhu ‘anhā, ia berkata:
ما ضَرَبَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْئًا قَطُّ بِيَدِهِ، وَلَا امْرَأَةً، وَلَا خَادِمًا، إِلَّا أَنْ يُجَاهِدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
“Rasulullah ﷺ tidak pernah sama sekali memukul dengan tangannya, baik terhadap perempuan, pelayan, maupun terhadap siapa pun, kecuali ketika berjihad di jalan Allah.” (1)
Sobat Cahaya Islam, betapa agungnya akhlak Nabi ﷺ dalam kehidupan rumah tangga. Beliau mengajarkan bahwa kelembutan dalam memperlakukan pasangan adalah kunci ketenangan dan keberkahan dalam rumah tangga.
Rasulullah ﷺ Romantis dan Perhatian


Banyak kisah yang menunjukkan bagaimana Nabi ﷺ menumbuhkan cinta dalam rumah tangganya. Beliau sering menggunakan kata-kata lembut, memberi perhatian kecil, bahkan berlomba lari dengan istrinya sebagai bentuk hiburan.
Dalam sebuah riwayat, ‘Aisyah radhiyallāhu ‘anhā berkata:
سَابَقَنِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَسَبَقْتُهُ، فَلَمَّا حَمِلْتُ اللَّحْمَ سَابَقَنِي، فَسَبَقَنِي، فَقَالَ: هذِهِ بتلكَ
“Rasulullah ﷺ pernah berlomba lari denganku, dan aku mengalahkan beliau. Lalu ketika aku sudah bertambah berat badanku, beliau mengajakku lomba lagi dan beliau mengalahkanku. Lalu beliau berkata, ‘Yang ini untuk membalas yang dulu’.” (2)
Sobat Cahaya Islam, inilah bukti bahwa romantisme dalam rumah tangga bukan hal yang tabu dalam Islam. Justru, itulah yang dicontohkan langsung oleh Nabi ﷺ. Tak jarang, beliau juga membantu pekerjaan rumah tangga yang biasa istrinya kerjakan.
Rasulullah ﷺ Memberi Nafkah Lahir dan Batin dengan Baik
Selain memberi perhatian dan kasih sayang, Nabi ﷺ juga menunaikan hak istri dalam hal nafkah. Beliau memberikan kebutuhan sesuai kemampuannya dan tidak membuat istri merasa terbebani.
Allah ﷻ berfirman:
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ
“Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” (3)
Nabi ﷺ tidak hanya menafkahi secara materi, tetapi juga batin. Beliau sering menghibur istrinya, mendengarkan curhatnya, dan mendidik mereka dengan sabar. Dalam rumah Nabi ﷺ, dialog dan nasihat berlangsung dengan cinta, bukan tekanan.
Sobat Cahaya Islam, mari kita meneladani Rasulullah ﷺ. Suami yang baik bukan hanya yang bekerja keras di luar rumah, tetapi juga yang mampu membawa kebahagiaan di dalam rumah. Rasulullah ﷺ bukan hanya suami yang bijak, tapi juga sahabat terbaik bagi istri-istrinya.
Referensi:
(1) HR. Muslim no. 2328
(2) HR. Ahmad no. 26194
(3) QS. An-Nisā’ : 34





























