Riwayat Hadits tentang Canda Nabi Tanpa Dusta

0
462
Canda Nabi tanpa dusta

Canda Nabi tanpa dusta akan sulit dibayangkan oleh Manusia. Sebab, bayangan manusia terhadap sosok Nabi memang berkisar pada kedekatannya dengan Tuhan, doa yang mustajab, serta mukjizatnya.

Namun pada kenyataannya, Rasulullah tetap bersifat seperti manusia yang lainnya. Bedanya, gurauan Nabi tersebut tidak akan lepas dari perkataan yang jujur.

Riwayat Hadits tentang Canda Nabi Tanpa Dusta

Sebagian besar riwayat telah mengisahkan candaan Rasulullah pada waktu tertentu. Berikut ini penjelasan terkait waktu canda Nabi tanpa dusta, antara lain:

1. Canda tentang Penghuni Terakhir

Ibnu Mas’ud telah meriwayatkan bahwa Rasulullah pernah bercerita mengenai penghuni terakhir di masa lalu. Di mana penghuni neraka yang terakhir kali akan masuk surga.

Sebab, orang Islam yang masih berdosa akan dicuci dahulu dosanya, lalu dimasukkan surga.

Dia keluar dari neraka dengan cara merangkak,” kata Nabi. “Lalu, Allah berkata kepadanya, ‘Pergi dan masuklah ke surga.'” Orang itu akan menurut. Namun, benaknya terbayang surga telah sesak, sehingga ia harus kembali menghadap Tuhannya dan melapor.

Allah pun mengulangi perintahnya. Sementara itu,  kedua kalinya orang itu kembali. Kemudian Allah berfirman, “Pergi dan masuklah ke surga, dan surga bagianmu luasnya sepuluh kali bumi.” Orang itu merasa Tuhannya sedang mengejek dirinya. (HR. Muslim, no. 349)

Ibnu Mas’ud juga menerangkan bahwa setelah bercerita, Rasulullah tertawa sampai gerahamnya terlihat. Lalu, beliau bersabda, “Itu adalah kedudukan terendah bagi ahli surga.”

2. Canda kepada Umar bin Khattab

Rasulullah menerima tamu beberapa perempuan Quraisy yang terus menanyakan suatu masalah. Suara mereka saat itu, riuh dan ramai. Namun, pada saat Umar bin Khattab masuk, mereka terdiam semua.

Nabi SAW bersabda kepada Umar, “Aku heran, ketika perempuan-perempuan itu mendengar suaramu, mereka cepat-cepat membetulkan letak kerudungnya.”

Mendengar itu, Umar selanjutnya mendekati para wanita Quraisy. “Mengapa kalian lebih takut padaku daripada Rasulullah?” Mereka menjawab bahwa Umar bersifat keras.

Rasulullah telah menimpali ucapan perempuan itu dengan pernyataan yang terdengar sedikit bergurau, “Wahai Ibnu Khattab, demi Allah! Apabila setan berjumpa denganmu di jalan yang kulalui, maka ia akan menjauh, melewati jalan yang lain.” (HR. Abu Dawud, no.4103)

3. Canda tentang Orang yang Berdialog dengan Tuhan

Canda Nabi tanpa dusta

Anas bin Malik juga telah meriwayatkan suatu kisah tentang candaan Nabi. Saat itu, Rasulullah sedang bersama dengan para sahabat lalu tersenyum. “Tahukah kalian mengapa aku tersenyum?” tanya Rasulullah.

Beliau kemudian bercerita menyenangkan seseorang yang berdialog dengan Tuhan. Orang itu berkata, ” Ya Allah, apakah aku bisa diselamatkan dari kezaliman?” Tuhannya mengiyakan. “Apabila demikian, aku tidak akan memperkenankan seseorang menjadi saksi atas, terkecuali aku sendiri.”

Lagi-lagi Tuhan menyetujui. Bungkamlah mulut orang itu, lalu anggota badannya diperintahkan untuk berbicara. Mereka mengemukakan kesaksian masing-masing. Semuanya, orang itu berkata pada anggota badannya, “Pergilah kamu! Celaka kamu! Dahulu akulah yang selalu berusaha dan berjuang untukmu.” (HR. Muslim, no. 2861)

Rasulullah telah tersenyum dan sahabatnya kembali tertawa untuk mendengar kisah orang yang berusaha membodohi Tuhannya.

Itu saja beberapa riwayat momen bercandanya Rasulullah SAW. Meski hanya bercanda, namun tetap dalam koridor agama dan kejujuran. Oleh karena itu, Sobat Cahaya Islami harus meneladani cara canda Nabi tanpa dusta seperti di atas.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY