Bagaimana bumi hancur di hari kiamat – Kiamat merupakan fenomena logistik dari keberadaan semua yang ada di jagat raya. Dalam ilmu tauhid, ada argumentasi bahwa segala sesuatu yang baru atau memiliki permulaan pasti mengalami kehancuran. Alam semesta dan segala isinya pun akan mengalami kehancuran. Lalu, bagaimana bumi hancur di hari kiamat?
Bagaimana Bumi Hancur di Hari Kiamat?
Hari kiamat atau Yaumul Qiyamah merupakan peristiwa besar yang menandai hari berakhirnya seluruh kehidupan di alam semesta. Seluruh ciptaan Allah akan mengalami kehancuran sebelum dibangkitkan kembali. Al Quran menggambarkan bagaimana bumi hancur di hari kiamat dan menghadirkan pemandangan yang luar biasa dahsyat serta menakutkan.
Akan tiba waktunya malaikat Israfil meniup sangkakala, kemudian bumi berguncang dahsyat. Gunung-gunung pun hancur bahkan beterbangan bagai bulu berhamburan. Lautan akan keluar an menyala, kemudian langit akan terbelah dan cahaya rembulan akan menghilang sebagaimana ayat berikut ini:
“Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya, dan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya, maka jadilah ia debu yang beterbangan.” 1
Manusia tidak ada yang selamat saat kiamat terjadi, kecuali orang-orang dengan amal saleh dan iman. Allah mengembalikan serta membangkitkan hamba-hambanya, kemudian membawa ke hadapanNya untuk dimintai pertanggung jawaban. Dahsyatnya kiamat tidak bisa manusia tanggung.
Saat kiamat tiba, Allah akan menggenggam bumi dan menggulung langit menggunakan tangan kanan. Setelah bumi bergoncang, gunung-gunung akan hancur menjadi rata dengan tanah. Bumi akan sama rata bagaikan padang yang terbentang luas. Pada permukan bumi tidak ada yang terpacak tegak.
Seluruh isi jagat raya akan musnah, sehingga tidak ada kehidupan lagi. Manusia sebagai makhluk utama di bumi juga akan musnah.
Keadaan Manusia Saat Hari Kebangkitan
Setelah memahami bagaimana bumi hancur di hari kiamat, lalu bagaimana dengan keadaan manusia? Manusia akan bangkit dari kubur dalam keadaan tanpa alas kaki. Manusia benar-benar akan bangkit sebagaimana Allah menciptakannya pertama kali, keluar dari rahim ibu sebagaimana hadis berikut:
“Manusia akan dikumpulkan pada hari kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian dan belum dikhitan.” 2
Manusia bangkit dalam keadaan yang berbeda-beda tergantung pada amal perbuatannya selama di dunia. Orang yang meminta-minta di dunia akan bangkit dalam keadaan berwajah tanpa daging. Sedangkan orang yang semasa hidupnya sombong, maka ia bangkit dalam keadaan berbadan sebesar semut.
Lelaki yang berpoligami, namun tidak adil di dunia kepada istri-istrinya, maka ketika hari kiamat badannya akan miring. Sedangkan untuk pemakan riba, maka ia tidak dapat berdiri melainkan berdirinya orang yang kerasukan setan karena gila. Untuk orang-orang kafir saat kiamat, mereka akan berjalan di atas wajah-wajah mereka sendiri.


Setelah bumi menjadi datar, manusia akan melanjutkan perjalanan menuju persidangan di hadapan Allah. Semua akan berkumpul dalam dataran luas, kemudian matahari akan mendekat satu mil jaraknya. Peluh akan bercucuran hingga semua manusia tenggelam karenanya.
Hal yang paling menyeramkan dari kiamat yaitu neraka akan datang pada masa-masa di padang mahsyar. Bagaimana bumi hancur di hari kiamat mengingatkan semua manusia bahwa hari akhir begitu mencekam.
Namun, hanya orang-orang yang sudah memiliki persiapan matan akan selamat berbekal iman dan pahala. Peristiwa hancurnya bumi akan menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia hanya sementara, sedangkan yang kekal adalah kehidupan di akhirat.































