Adab dalam berbicara dan bersikap – Dalam agama Islam, adab dalam berbicara dan bersikap sudah diatur dengan baik dan jelas dalam Alquran maupun hadits. Sebab, memiliki adab yang baik merupakan salah satu ciri Muslim beriman yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
Tujuan memiliki adab baik untuk membentuk serta menghasilkan pribadi yang beradab. Baik itu terhadap Allah SWT, Nabi Muhammad SAW, serta sesama makhluk sesuai dengan nilai yang terkandung dalam Al-Quran serta hadits.
Adab dalam Berbicara dan Bersikap
Terdapat beberapa adab dalam berbicara dan bersikap yang harus diperhatikan oleh umat Islam. Di bawah ini sudah ada rangkuman adab yang disadur melalui buku Ringkasan Kitab Adab dan ditulis Fuad bin Abdul Aziz Asy-Syalhub, antara lain:
1. Menjaga Lisan


Poin penting yang harus diperhatikan oleh Sobat Cahaya Islami yaitu menjaga lisannya dengan penuh perhatian.
Di mana Sobat Cahaya Islami harus mampu menjauhkan lisannya dari perkataan bathil, dusta, ghibah, namimah, perkataan kotor, serta segala yang diharamkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya.
Rasulullah SAW sendiri telah memberitakan hal itu dengan sabdanya berikut ini:
“Sungguh seorang hamba yang mengucapkan suatu kalimat pasti tidak dipikirkan dahulu. Beliau akan menggelincirkan ke dalam neraka lebih jauh dari apapun di antara timur.” 1
2. Berkatalah yang Baik atau Diam
Berkata yang baik atau diam merupakan adab berbicara dalam Al Qur’an yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, umat Islam sendiri turut diperintahkan untuk bisa memperhatikan segala ucapannya.
Misalnya saja seperti berpikir dahulu sebelum berbicara.
Intinya, apabila bermanfaat bagi orang lain, maka katakanlah. Namun, apabila yang akan diucapkan itu tidak bertujuan dan merugikan orang lain, maka alangkah baiknya diam. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, Rasulullah SAW bersabda, yaitu:
“Siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka tidak boleh menyakiti tetangganya. Siapa yang beriman terhadap Allah dan Hari Akhir, maka usahakan muliakan tamunya. Dan siapa saja yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka berkatalah yang baik atau diamlah.” 2
3. Sedikit Berbicara dalam Setiap Perkataan


Terdapat beberapa hadits yang telah menganjurkan Sobat Cahaya Islami untuk sedikit berbicara terkecuali dibutuhkan dan ditanya. Sebab, terlalu banyak berbicara merupakan penyebab dari jatuhnya seseorang ke dalam dosa.
Oleh karena itu, dalam Islam juga menganjurkan umat Muslim untuk sedikit berbicara. Terutama, untuk hal-hal yang jauh lebih banyak mudharatnya. Al-Mughirah bin Syu’bah RA sendiri meriwayatkan dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda, yaitu:
“Sungguh Allah telah mengharamkan umat Muslim untuk bertindak durhaka kepada orang tua, mengharamkan bakhil serta rakus, memakruhkan kata (isu), banyak bertanya, serta menghamburkan harta yang dimilikinya.” 3
4. Dilarang Berkata Kotor
Rasulullah SAW juga melarang umat Muslim berkata yang tidak baik. Misalnya saja seperti mengutuk, perkataan kotor, serta ucapan bathil yang lainnya.
Seorang Muslim sendiri juga harus senantiasa berbicara dengan tata cara yang baik, lemah lembut, serta penuh dengan kesopanan.
Ibnu Mas’ud juga telah meriwayatkan, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda,
“Bukanlah orang Mukmin yang sempurna, mengutuk, suka mencaci, serta mengatakan hal kotor.” 4
Jadi bisa dikatakan bahwa adab dalam berbicara dan bersikap memang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW dan agama Islam.































