Cara Mengobati Penyakit Ghibah – Sobat Cahaya Islam, ghibah atau menggunjing merupakan salah satu penyakit hati dan lisan yang sangat berbahaya. Allah ﷻ mengibaratkan ghibah seperti memakan daging saudara sendiri yang sudah mati. Tentu gambaran ini menunjukkan betapa tercelanya perbuatan tersebut. Dalam Al-Qur’an, Allah ﷻ berfirman:
وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ
“Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.” (1)
Maka, ghibah bukanlah perkara ringan. Perlu upaya sungguh-sungguh untuk mengobatinya. Berikut beberapa cara Islami untuk keluar dari penyakit ghibah.
Menyadari Bahaya Ghibah di Sisi Allah
Sobat Cahaya Islam, langkah pertama mengobati ghibah adalah menyadari betapa besar dosanya. Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدِ اغْتَبْتَهُ، وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ
“Jika memang apa yang kamu ucapkan benar ada padanya, maka engkau telah menggunjingnya. Jika tidak, berarti kamu telah memfitnahnya.” (2)
Hadits ini menunjukkan betapa ghibah merupakan dosa besar meski apa yang dikatakan itu benar adanya.
Cara Mengobati Penyakit Ghibah dengan Dzikir


Lisan yang sering dipakai untuk ghibah bisa diobati dengan melatih diri memperbanyak dzikir dan berbicara hal-hal yang bermanfaat. Rasulullah ﷺ mengingatkan:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (3)
Dengan membiasakan lisan pada kebaikan, peluang untuk ghibah akan semakin kecil.
Cara Mengobati Penyakit Ghibah dengan Doa
Salah satu cara efektif mengobati ghibah adalah membiasakan diri mendoakan kebaikan bagi orang lain, khususnya bagi yang sering jadi objek ghibah. Dengan demikian, hati akan lebih tenang, dan kebencian berganti dengan kasih sayang.
Sobat Cahaya Islam, jika pernah terjatuh pada ghibah, maka segeralah bertaubat. Taubat dari ghibah bukan hanya dengan istighfar, tetapi juga meminta maaf kepada orang yang pernah kita gunjingi. Namun jika khawatirnmenimbulkan masalah baru, maka cukup dengan mendoakan dan menyebut kebaikan dirinya di hadapan orang lain.
Menjaga Lingkungan Pertemanan
Lingkungan sangat berpengaruh pada kebiasaan ghibah. Berkumpul dengan orang yang suka menggunjing akan mudah menyeret kita pada dosa yang sama. Maka, pilihlah teman yang saling mengingatkan dalam kebaikan dan menjauhi majelis ghibah.
Penyakit ghibah adalah dosa yang bisa merusak pahala dan hubungan antar sesama. Dengan menyadari bahayanya, melatih lisan dengan dzikir, mendoakan kebaikan, bertaubat, dan menjaga pergaulan, insyaAllah penyakit ini bisa sembuh.
Sobat Cahaya Islam, mari menjaga lisan kita agar menjadi sumber pahala, bukan sumber dosa.
Referensi:
(1) QS. Al-Ḥujurāt: 12
(2) HR. Muslim no. 2589
(3) HR. Bukhari no. 6018
































