Politik yang ideal – Politik merupakan salah satu bagian penting, meski bukan menjadi yang utama termasuk dalam Islam. Mengenal politik yang ideal menurut Islam yaitu menegakkan himayah al-din dan mewujudkan kesejahteraan umat. perilaku politik sudah seharusnya tidak bertentangan dengan nilai etika dan norma agama.
Prinsip Politik yang Ideal Menurut Islam
Setiap individu maupun kelompok harus mampu mengaktualisasi nilai etika serta norma agama, sebab manusia dengan Tuhan memiliki keterkaitan. Hal ini tidak terlepas dari tujuan berdirinya sebuah negara yaitu mencapai kemaslahatan bersama tanpa harus melihat ras, suku, serta bangsa.
Konsep politik dalam Islam yaitu berdasarkan siyasah atau pengaturan masalah-masalah keumatan. Kalau Sobat kaji lebih mendalam, politik tidak hanya bertujuan untuk memperoleh kursi kekuasaan, melainkan menyempurnakan pengabdian kepada Allah. Selain itu, dalam Islam tidak ada ruang bagi pribadi maupun kelompok tertentu.
Islam memandang politik menempati posisi penting, yakni harus Sobat gunakan sesuai track demi menjaga masyarakat yang sejahtera dan tegaknya agama. Oleh karena itu, politisi yang tidak bekerja sesuai dengan nilai-nilai Islam merupakan pengkhianat.
Islam tidak menempatkan politik yang tidak perlu dekat dengan agama, justru harus berdasarkan agama. Berikut ini prinsip politik yang ideal menurut Islam:
1. Menegakkan Amanah
Prinsip politik yaitu harus menegakkan amanah, hukum dan berkeadilan sebagaimana terdapat dalam ayat:
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya dan menyuruh kamu apabila menetapkan hukum diantara manusia maka hendaklah kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberikan pengajaran yang sebaik-baiknya. Sesungguhnya Allah adalah maha mendengar lagi maha melihat,” 1
Untuk menegakkan amanah, pemimpin harus bisa memimpin dirinya sendiri. Prinsip ini akan menjadi dasar, sebab manusia merupakan objek kepemimpinan. Tujuan politik dalam Islam yaitu bukan menumpuk keuntungan untuk pribadi dan kelompok tertentu. Agama dan rakyat yang hanya boleh mendapatkan manfaat dari pemegang kekuasaan.
Para pemimpin memiliki tempat mulia di sisi Allah. Tentu saja keistimewaan ini hanya bisa Sobat rasakan ketika bisa berlaku adil. Sebab, pemimpin yang zalim akan berubah menjadi musuh Allah.
2. Islam Rahmatan Lil Alamin
Prinsip politik yang ideal menurut Islam yaitu mengemban risalah Islam rahmatan lil alamin. Segala sesuatu yang Allah ciptakan yaitu bertujuan berperilaku sebaik mungkin kepada siapa saja. Islam hadir tidak hanya untuk kaum muslimin saja, melainkan juga bagi seluruh manusia tanpa memandang ras, suku, bangsa, dan agama.


Oleh karena itu, Islam memberikan keleluasaan dalam menentukan hal-hal teknis selama pelaksanaan politik praktis. Dalam hal-hal tertentu, politik Islam wajib berlandaskan norma dan nilai-nilai keislaman, terutama tauhid.
Politik yang ideal menurut Islam harus bisa menegakkan dan melindungi syariat dalam berbagai aspek.
3. Amar Ma’ruf Nahi Mungkar
Sebagai pemimpin muslim wajib menunaikan amar ma’ruf nahi mungkar. Politik Islam menjadi pelindung utama dari tegaknya ajaran-ajaran Islam. Selain itu, politik merupakan sarana bagi Islam untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Selama ini politik sering dipahami sebagai alat untuk melakukan sesuai keinginan pemimpin.
Padahal baik dimensi eksternal maupun internal harus sama-sama berjalan. Dalam menerapkan sistem keadilan, seorang pemimpin politik harus memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang mencederai keadilan sebagaimana hadits:
Diriwayatkan dari al-Hasan bahwa ‘Abdullah bin Ziyad mengunjungi Ma’qil bin Yasar ketika sakit menjelang wafatnya. Ma’qil berkata kepadanya: Aku akan sampaikan kepadamu, aku mendengar hadits dari Rasulullah Saw dan mendengar Nabi Saw bersabda:
Seorang hamba yang dititipkan amanat oleh Allah Swt berupa kepemimpinan, namun ia tidak menindaklanjutinya dengan baik, ia tidak akan mendapatkan aroma surga” 2
Prinsip politik yang ideal menurut Islam harus Sobat pandang sebagai satu kesatuan. Politik dalam Islam memiliki kedudukan tinggi dan Allah menyayangi pemimpin yang amanah. Oleh karena itu, menegakkan amanah harus dari segi internal dan eksternal.































