Rahasia ruh jiwa dan nafas dalam Al-Quran mengandung makna yang berbeda-beda. Kata ruh menunjukkan Firman Tuhan, malaikat, Jibril as, para nabi serta jiwa yang muncul dalam tubuh manusia pada waktu tertentu atas perintah Tuhan.
Sebaliknya, kata nafs menunjukkan kehidupan, napas, seseorang, makhluk yang memiliki jiwa, hati, makhluk serta kesadaran.
Rahasia Ruh Jiwa dan Nafas
Secara bahasa, istilah ruh berkaitan dengan sesuatu yang tetap hidup, yakni kehidupan. Sama pula, istilah ruh untuk napas, wahyu serta ilham, perintah Allah SWT.
Lebih jauh lagi, sebagai lawan dari tubuh, sesuatu yang membedakan hewan dan manusia untuk berada dalam persekutuan Tuhan disebut ruh. Berikut ini penjelasan mengenai rahasia ruh jiwa dan nafas yang harus Sobat Cahaya Islam pahami, antara lain:
1. Istilah Bahasa dan Fundamental
Secara bahasa, istilah nafas ini menunjukkan tubuh, orang, jiwa, dan manusia yang telah tersusun dari tubuh maupun jiwa.
Sebuah hadits juga mengungkap bahwa perbedaan antara nafs dan ruh, yaitu Allah Ta’ala telah memberikan manusia kekuatan. Tujuannya untuk mengendalikan nafsu reformasinya, serta mengubahnya sampai batas tertentu.
Oleh karena itu, Al-Quran telah menggambarkan tiga kondisi nafsu (amarah, lawwamah serta mutmainnah).
Secara fundamental, jiwa itu bagian dari ruh dan jasad terbentuk disebabkan adanya ruh. Ruh berasal dari Allah yang pada esensinya suci dan bersih, sedangkan jasad berasal dari manusia. Hal ini karena manusia menyimpan sifat-sifat keburukan.
2. Menurut Alquran dan Hadist
Ketika yang suci (ruh) menyatu dengan kotor (jasad), maka berubahlah sifatnya dan namanya menjadi An-Nafs atau jiwa. Allah juga menamakannya dengan jiwa karena didalamnya terdapat atau tergabung segala unsur keburukan dan kebaikan.
Sama pula dengan kematian, jika manusia meninggal yang dicabut oleh Allah ialah jiwanya. Hal ini karena ruh hanya membawa potensi kebaikan yaitu ketaqwaan.


Namun, ketika sifat taqwa masuk kedalam jasad, inilah yang dikembangkan menjadi amalan, yaitu sholat, puasa, zakat, sedekah, dan lain sebagainya.
Hal inilah mengapa ketika ia kembali kepada Allah bukan hanya ruhnya melainkan jiwanya. Sebab, jika ruhnya saja yang pulang sama sekali tidak membawa apa-apa.
Sedangkan, jika yang pulang kembali kepada Allah itulah yang dinamakan An-Nafs. Di mana didalamnya terdapat amal kebaikan dan amal keburukan.
Selain itu, juga menentukan dia berhak di Surga atau di Neraka. Hal ini sebagaimana dalam Al Quran, “Kullu nafsin żā`iqotul maụt.”(QS. Ali-Imran:185)
Dalam hadist juga ada penjelasannya, dari Abdullah bin Mas’ud RA, “Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan ciptaannya dalam rahim ibunya, selama 40 hari berupa nutfah (air mani yang kental), kemudian menjadi ‘alaqah (segumpal darah) selama itu juga, lalu menjadi mudghah (segumpal daging) selama itu.
Kemudian diutus kepadanya malaikat untuk meniupkannya roh, dan dia diperintahkan mencatat empat kata yang telah ditentukan: rezekinya, ajalnya, amalnya, kesulitan atau kebahagiannya. (Imam Muslim dalam Shahihnya No. 2643)
Melalui penjelasan rahasia ruh jiwa dan nafas, harapannya Sobat Cahaya Islam bisa membedakan makna keduanya.































