Apakah Keringat Manusia Termasuk Najis? Ini Pandangan Para Ulama

0
763
apakah keringat manusia termasuk najis

Apakah keringat manusia termasuk najis – Dalam keadaan apapun umat Islam wajib mengerjakan sholat karena akan dihisab pertama kali. Banyak yang bertanya apakah keringat manusia termasuk najis? Terdapat beberapa pandangan para ulama mengenai keringat. Terlebih lagi yang masih menempel ketika akan melaksanakan ibadah sholat dan membutuhkan waktu lama untuk menghilangkannya.

Pandangan Para Ulama Perihal Apakah Keringat Manusia Termasuk Najis?

Ketika ingin sholat, maka Sobat harus memenuhi syarat agar menjadi sah. Salah satu syarat untuk sholat yaitu bersuci dari najis ringan maupun berat. Bersuci atau thaharah yang maknanya bebas dari najis. Namun, pada dasarnya fiqih memandang najis berbeda dengan kotor. 

Lalu, apakah keringat termasuk najis? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Sobat bisa melihat hukum asal keringat pada penjelasan berikut ini:

1.     Keringat Bukan Najis

Penyebab badan dan pakaian tidak suci adalah benda-benda najis. Sedangkan segala sesuatu yang dihukumi najis harus memiliki dalil kuat yang menunjukkan kenajisannya. Atas dasar inilah yang bisa Sobat gunakan untuk menjawab apakah keringat najis? 

Pada zaman Rasulullah, pakaian wanita panjang sampai menyentuh tanah tentu menjadi masalah. Pakaian yang menyentuh tempat berdebu atau becek apakah najis. Keadaan pakaian yang terkena debu  dan juga shalat dalam keadaan berkeringat bukan termasuk najis. 

Salah satu hadist yang mendukung jawaban apakah keringat manusia termasuk najis berbunyi:

Dari Aisyah r.a. (diriwayatkan) bahwa Asma’ binti Abu Bakar masuk ke tempat Rasulullah saw dengan memakai baju yang tipis, kemudian Rasulullah saw berpaling daripadanya dan bersabda, hai Asma’ sesungguhnya apabila wanita itu sudah sampai masa haid, tidaklah boleh dilihat sebagian tubuhnya kecuali ini dan ini, dan beliau menunjuk kepada muka dan telapak tangannya [HR. Abu Dawud: 3580].

2.     Pendapat Para Ulama Tentang Keringat 

Mazhab Imam Nawawi pada kitab Al Majmu; berpendapat bahwa keringat manusia hukumnya suci. Hal ini juga berlaku untuk semua orang yang dalam keadaan junub, haid, suci, maupun kafir. Sementara itu, As-Syafi’i memandang keringat manusia tidak termasuk najis. Rasulullah pernah memerintahkan istrinya mencuci darah haid dari pakaiannya.

Perintah ini dapat menjadi dasar dari pertanyaan apakah keringat manusia termasuk najis. Tidak ada perbedaan antara keringat, air liur, lendir dan air mata dari orang junub, haid atau kafir. Semuanya suci pada setiap hewan yang suci. 

apakah keringat manusia termasuk najis

Apakah Keringat dari Kemaluan Termasuk Najis?

Merujuk pada hukum asal keringat manusia bukan termasuk najis, maka Sobat tidak perlu bersuci jika tidak ada kotoran. Tidak ada dalil yang menyebutkan bahwa seseorang harus membasuh kemaluan yang berkeringat sebelum mengerjakan sholat. 

Jika meninjau ayat tersebut, maka para sahabat dan tabi’in memandang orang mensucikan diri dari najis merupakan bagian dari kebersihan. Sejalan dengan pertanyaan apakah keringat manusia termasuk najis, maka membasuh keringat demi kebersihan. Sebab, sejujurnya Allah menyukai kebersihan. 

Oleh karena itu, sebaiknya menghindari berolahraga berdekatan dengan waktu sholat. Hal ini bertujuan agar Sobat memiliki banyak waktu untuk beristirahat dan membersihkan diri sebelum mengerjakan sholat. Sebab, ketika Sobat menjalankan sholat dalam keadaan bersih akan lebih khusyu’. Sebagaimana perintah Allah dalam ayat Al Qur’an berikut ini:

“Sungguh beruntunglah orang-orang mukmin, yaitu orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya.” (Al Mukminun ayat 1 -2)

Meskipun sholat termasuk sah, sebaiknya Sobat menjaga kebersihan dan kenyamanan saat beribadah. Seka keringat dan mengeringkannya atau mengganti pakaian sebelum sholat akan membantu meningkatkan kekhusyukan. 

Memahami apakah keringat manusia termasuk najis akan membantu sholat menjadi sah. Namun, pada dasarnya hukum asal keringat yaitu suci. Tidak ada salahnya menunggu keringat kering dan mengganti baju sebelum sholat agar lebih khusyuk. 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY