PBNU Berpartisipasi dalam Konferensi Internasional Dialog Islam di Bahrain  

0
409
PBNU berpartisipasi dalam Konferensi Internasional

PBNU berpartisipasi dalam Konferensi Internasional Islamic Dialogue (Dialog Intra-Islam) yang diadakan di Manama, ibu kota Kerajaan Bahrain, pada Rabu dan Kamis (19-20/2/2025). Konferensi ini bertemakan “Satu Bangsa, Satu Masa Depan”. Acara ini terselenggara bersama Majelis Hukama al-Muslimin yang berkantor di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Namun, atas Prakarsa dan dukungan penuh dari Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa, dan Grand Imam Al-Azhar Mesir Prof Syekh Ahmad al-Thayyib, serta 400 ulama terkemuka, cendekiawan, otoritas agama, pemimpin, intelektual, dan pemangku kepentingan dari seluruh dunia Islam.  

PBNU Berpartisipasi dalam Konferensi Internasional

PBNU berpartisipasi dalam Konferensi Internasional yang bertemakan “Dialog Intra-Islam” ini berfokus untuk membangun jembatan dialog antar kelompok dan madzhab dalam dunia Islam. Bahkan, juga menghimpun para ulama, cendikiawan, serta tokoh umat Muslim di seluruh dunia.

Hal ini berguna sekali untuk menggalang konsolidasi demi masa depan dunia Islam dan kemanusiaan yang lebih damai serta berkeadaban. Berikut ini beberapa hal yang berkaitan dengan  PBNU yang berpartisipasi dalam konferensi Internasional, antara lain:

1. Pidato dari Syekh Abdul Rahman bin Muhammad

Syekh Abdul Rahman bin Muhammad bin Rashid Al Khalifa, selaku Ketua Dewan Tinggi Islam Kerajaan Bahrain sekaligus Ketua Komite Tinggi “Islamic Dialogue”, membuka konferensi tersebut. Kemudian, melanjutkannya dengan pidato sambutan kunci dari Grand Imam Al-Azhar Prof Syekh Ahmad Al-Thayyeb.  

Sesi pembukaan konferensi “Islamic Dialogue” ini berisi pidato kunci yang disampaikan langsung dari masing-masing Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

Lanjut, ada Husein Ibrahim Thaha Sekretaris Jenderal Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Anggota Dewan Pimpinan Senior Republik Islam Iran Ayatullah Syekh Ahmad Moballeghi, Kepala Dewan Kemuftian Kesultanan Oman Sheikh Ahmed al-Siyabi, dan Ketua Dewan Senat Kazakhstan Maulen Ashimbayev.  

2. Menghimpun Para Pimpinan dan Ulama Terkemuka

Wasekjen PBNU Najib Azca juga turut serta hadir dan berpartisipasi dalam konferensi tersebut. Beliau mengungkapkan dukungannya secara penuh atas terselenggaranya forum penting yang menghimpun para pimpinan dan ulama terkemuka dunia Islam ini.

Ia juga menegaskan bahwa konferensi internasional ini dapat mencapai hasil untuk kemaslahatan umat Muslim di seluruh dunia.

PBNU berpartisipasi dalam Konferensi Internasional

3. Memainkan Isu-isu Strategis dan Global

Sementara itu, Ginanjar Sya’ban juga menyatakan jika antara PBNU dan Muslim Council of Elders telah terjalin kerja sama yang erat.

Kedua institusi besar dunia Islam ini berperan penting dalam memainkan isu-isu strategis serta global dunia Islam.   

4. Menciptakan Perdamaian dan Harmoni

Sya’ban juga mengungkapkan bahwa dengan terselenggaranya konferensi internasional ini, pihaknya berharap dialog antara mazhab, budaya, dan kelompok Muslim dapat menciptakan perdamaian dan harmoni. 

Selain dari PBNU, hadir pula delegasi Indonesia lainnya, seperti Pengurus Pusat Muhammadiyah Prof Syafiq Mughni (Ketua PP Muhammadiyah), Prof M Quraish Shihab (pendiri anggota Muslim Council of Elders), serta TGB M. Zainul Majdi (Anggota Komite Eksekutif Muslim Council of Elders).

Jadi, harapannya PBNU berpartisipasi dalam Konferensi Internasional ini bisa memberikan wawasan lebih kepada Sobat Cahaya Islam dan umat Muslim lainnya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY