Minal Aidin Wal Faizin atau Taqaballahu Minna wa Minkum?

0
89

Minal Aidin Wal Faizin – Banyak dari masyarakat Indonesia yang apabila telah tiba hari raya akan mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin kepada orang-orang yang ditemuinya. Banyak dari kita yang masih belum mengetahui apa sebenarnya arti dari ucapan tersebut. Kebanyakan mengira jika ucapan tersebut merupakan ucapan dengan arti permohonan maaf padahal sebenarnya artinya berbeda.

Minal Aidin Wal Faizin

Sobat cahaya Islam perlu untuk mengetahui bahwa ternyata ucapat Minal Aidin Wal Faizin bukan ucapan yang berasal sering diucapkan oleh para sahabat dan Nabi Muhammad SAW. Ucapan tersebut hanya merupakan frasa dan bukan merupakan kalimat yang lengkap. Arti dari Minal Aidin Wal Faizin adalah orang-orang yang kembali dan beruntung.

Sebenarnya kata tersebut memiliki kalimat yang lebih panjang dan utuh namun kebanyakan masyarakat hanya menggunakan kata penggalan tersebut. kalimat panjang dari ucapan idul fitri tersebut adalah Jalanallahu wa iyyakum Minal Aidin Wal Faizin yang artinya semoga Allah menjadikan kami dan anda sebagai orang yang kembali dan beruntung.

Ungkapan frasa pendek minal aizin tersebut sama sekali tidak memiliki arti permintaan maaf jadi selama ini masyarakat banyak yang keliru mengartikan frasa tersebut. Dalam bahasa arab, permintaan maa mengandung kata afwan. Afwan berarti meminta maaf dengan tulus ikhlas.

Lantas bagaimanakan hukum mengucapkan kata tersebut di hari raya idul fitri? Jawabannya adalah boleh hanya saja kita harus memahami artinya agar tidak salah dalam penggunaannya.

Taqaballahu Minna wa Minkum

Dalam bahasa Indonesia Taqaballahu Minna wa Minkum memiliki arti semoga Allah menerima amalku dan amalan kalian. Dalam sebuah riwayat, Rasulullah dahulu pernah mengucapkan kalimat tersebut kepada para sahabat dan umat muslim. Dan hingga saat ini ungkapan tersebut masih terus digunakan sebagai doa bagi sesama muslim setelah satu bulan penuh menjalani ibadah puasa.

Sebenarnya, ucapan apapun di hari raya yang disampaikan oleh seseorang baik itu dalam bahasa Indonesia atau bahasa Arab semuanya bisa digunakan asalkan mengandung kata yang baik dan tidak terdapat dosa.

Kita bisa menggunakan bahasa Indonesia apabila ingin lebih jelas dan mudah dipahami oleh yang menerimanya. Namun kita juga boleh menggunakan ucapan Minal Aidin Wal Faizin namun sebaiknya dilengkapi dengan Taqaballahu minna wa Minkum agar lebih lengkap. Selanjutnya jika ingin meminta maaf maka bisa ditambah afwan atau bisa dengan bahsa Indonesia saja seperti mengucapkan Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Tradisi di Indonesia memang sangat luar biasa. Adat halal-bihalal atau saling maaf-maafan memang menjadi tradisi yang istimewa di hari raya Idul Fitri. Sobat cahaya islam tentu juga merasakan betapa hari Raya di Indonesia sangat istimewa.

Sembahlah Allah, janganlah berbuat syirik pada-Nya, dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan jalinlah tali silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat).” (HR. Bukhari no. 5983)

Kita perlu untuk menjadikan momen idul fitri ini sebagai momen yang istimewa. Gunakan waktu tersebut untuk saling menyapa, menyambung silaturahmi, saling memaafkan, saling berbagi dan saling membahagiakan. Ditengah pandemi seperti ini, kita tetap bisa menciptakan momen special bersama dengan keluarga dan orang terdekat.

Namun jangan lupa untuk tetap jaga diri dan jaga jarak agar pandemi virus corona tidak semakin menyebar luar hingga membahayakan banyak orang. Sobat cahaya Islam, jangan sia-siakan waktu yang kita miliki untuk melakukan kegiatan yang tidak bermanfaat.

Waktu kita di dunia ini hanya sementara sehingga saling memaafkan. Tidak hanya dilakukan di hari raya saja namun sebisa mungkin kita bisa saling memaafkan kapan saja dan dimana saja agar Allah jadikan kita sebagai manusia yang beruntung di dunia dan di akhirat. `

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!