Banjir di Kota Bandar Lampung, Warga Mengungsi

0
630
banjir di kota Bandar Lampung

Banjir di kota Bandar Lampung terjadi sejak Jumat malam (21/2/2025) hingga Sabtu siang (22/2/2025) belum surut. Ribuan warga telah terdampak dan sebagian besar memilih mengungsi.

Pada Kecamatan Tanjung Senang, banjir parah merendam tiga perumahan. Perumahan tersebut ada pada beberapa Kelurahan Pematang Wangi, yaitu Perumahan Arinda, Perumdam, dan Seroja.

Banjir di Kota Bandar Lampung

Heri Apriandi, Camat Tanjung Senang mengatakan bahwa sebanyak 5.905 jiwa terdampak dari total 1.615 kartu keluarga pada wilayah tersebut.

Heri menjelaskan tidak ada korban jiwa. Namun, ketinggian air pada beberapa titik, seperti Perumahan Arinda serta Seroja, mencapai leher orang dewasa.

1. Evakuasi Warga

Saat ini, bantuan berupa makanan telah Sobat Cahaya Islami salurkan melalui Pemerintah Kota Bandar Lampung. Sedangkan, dapur umum juga telah berdiri di kelurahan untuk membantu warga yang terdampak.

Ia menjelaskan sejak hari Sabtu sudah membantu evakuasi warga. Salah satu tempat pengungsian yang Sobat Cahaya Islami bisa temukan adalah Masjid Baiturrahman.

Banyak sekali warga yang mengosongkan rumahnya untuk mengungsi. Jadi, pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan kepolisian sektor Tanjung Senang untuk menjaga keamanan.

2. Pengamanan Rumah Warga

Aparatur kelurahan juga akan membantu pengamanan rumah-rumah warga. Heri menegaskan banjir ini diperparah oleh dua sungai dengan debit air tinggi yang melintasi kawasan terdampak.

Meskipun sudah ada drainase, namun kapasitasnya tidak mampu menampung volume air yang besar.

banjir di kota Bandar Lampung

3. Penjelasan Al Qur’an tentang Banjir

Pada dasarnya, banjir di kota Bandar Lampung bukanlah sekedar musibah kepada umat manusia. Namun, banjir juga merupakan salah satu fenomena ekologis karena perilaku manusia dalam mengelola lingkungan yaitu menentang sunnatullah (ketetapan Allah) tentang lingkungan.

Hal tersebut berdasarkan catatan ayat-ayat banjir dalam al-Qur’an. Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah berfirman:

وَمَا ظَلَمْنٰهُمْ وَلٰـكِنْ ظَلَمُوْۤا اَنْفُسَهُمْ فَمَاۤ اَغْنَتْ عَنْهُمْ اٰلِهَتُهُمُ الَّتِيْ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ مِنْ شَيْءٍ لَّمَّا جَآءَ اَمْرُ رَبِّكَ ۗ وَمَا زَا دُوْهُمْ غَيْرَ تَتْبِيْبٍ

Bukanlah Kami yang menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri, (penyebab) citra (kondisi) lingkungan mereka tidak mampu menolong di saat banjir, bahkan mereka semakin terpuruk dalam kehancuran,” 1

Jadi dalam Al-Qur’an, Allah sudah menjelaskan penyebab terjadinya bencana alam satu ini. Banjir menjadi salah satu keajaiban kitab suci Al-Qur’an.

Dalam mengatasi bencana banjir juga sudah ada di dalam Al-Qur’an. Allah memerintahkan Sobat Cahaya Islami agar tidak melakukan kerusakan pada bumi.

Sama seperti firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :

وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَ رْضِ بَعْدَ اِصْلَا حِهَا وَا دْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًا ۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ

Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (tercipta) dengan baik. Berdo’alah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan,” 2

Oleh karena itu, sebagai umat Muslim dekatkanlah diri kepada Allah. Jadikanlah Al-Qur’an sebagai sosok pedoman hidup yang sempurna.

Sebab, di dalam Al-Qur’an semua permasalahan dunia maupun akhirat sudah ada penjelasannya, termasuk banjir di kota Bandar Lampung.


  1. (QS. Hud: 101) ↩︎
  2. (QS. al-A’raf: 56) ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY