Utang Sebagai Cobaan Dunia Akhirat, Umat Islam Wajib Berhati-hati

0
581
utang sebagai cobaan dunia akhirat

Utang sebagai cobaan dunia akhirat – Berutang boleh dilakukan, asalkan ada niatan untuk melunasinya di kemudian hari. Pada dasarnya utang sebagai cobaan dunia akhirat, sehingga umat Islam wajib berhati-hati dalam berutang. Melunasi utang termasuk bentuk tanggung jawab kepada sesama manusia. Sampai kapanpun utang tidak akan gugur sampai lunas.

Makna Utang Sebagai Cobaan Dunia Akhirat

Utang piutang dalam Islam merupakan salah satu sektor kecil dalam ekonomi ummat. Utang tidak melulu dilakukan orang yang tidak mampu, melainkan orang yang memiliki banyak harta. Banyak permasalahan dan konflik yang timbul karena persoalan utang piutang. Oleh karena itu, Islam mengatur prinsip umum dalam dalam Al Qur’an dan Hadist.

utang sebagai cobaan dunia akhirat

Dalam Islam, utang sebagai cobaan dunia akhirat karena akan menjadi pemberat dan penghapus kebaikan di akhirat. Azab orang tidak membayar utang terbagi menjadi dua yaitu di dunia dan akhirat. Azab orang yang tidak membayar utang salah satunya akan mengalami kekurangan rezeki adn hilangnya berkah masuk surga.

Ini salah satu hadist tentang hutang yang harus Sobat Cahaya Islam pahami:

Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih punya hutang, maka kelak (di hari kiamat) tidak ada dinar dan dirham untuk melunasinya. Namun yang ada hanyalah kebaikan atau keburukan (untuk melunasinya)1

Utang Sebagai Cobaan di Dunia

Sebelum memutuskan untuk berutang, sebaiknya umat Islam mempertimbangkan untuk melunasinya tepat waktu. Sebab, berikut ini azab yang akan Sobat Cahaya Islam terima ketika melalaikan membayar utang di dunia:

1. Terlilit Utang hingga Mati

Salah satu azab orang yang tidak membayar utangnya, maka akan terlilit utang hingga mati. Sebagaimana pada zaman Rasulullah terdapat seorang wanita yang tidak membayar utang yang menjerit ketika utang diambil oleh orang yang memberinya pinjaman.

2. Menanggung Malu di Hadapan banyak Orang

Orang yang tidak membayar utang akan mendapatkan malu di hadapan banyak orang. Banyak umat yang lalai membayar utang dan kehidupannya menjadi serba kekurangan. Untuk mencukupi kebutuhan, justru terkadang melakukan tindakan dosa lainnya, seperti mencuri. Hal tersebut menjadi salah satu contoh utang sebagai cobaan dunia akhirat.

utang sebagai cobaan dunia akhirat

Azab Orang Tak Membayar Utang di Akhirat

Menunda pembayaran utang termasuk kezaliman, sehingga setiap muslim harus berhati-hati agar tidak menjadi pemberat saat di akhirat kelak. Berikut ini hadits yang menjelaskan bahwa lalai membayar utang merupakan kezaliman:

Penundaan pelunasan hutang oleh orang yang mampu adalah sebuah kezaliman, maka jika hutang kalian ditanggung oleh orang lain yang mampu maka setujuilah2

Orang yang tidak membayar utang, maka di akhirat kelak akan menjalani hukuman yang setimpal dari Allah. Utang sebagai cobaan dunia akhirat tercermin pada azab yang akan diterima orang yang lalai membayar utang. Salah satu azabnya yaitu dimintai pertanggungjawaban di akhirat.

Setiap umat yang meninggal dalam keadaan berutang, maka akan menjadi bebannya di hari kiamat kelak. Selain itu, orang yang lalai saat berutang juga akan mendapatkan balasan setimpal atas perbuatannya. Mempertimbangkan kembali ketika akan berutang menjadi langkah bijak.

Sebab, jika lalai dalam membayar utang, maka Sobat Cahaya Islam akan terhalang masuk surga. Para ulama menjelaskan bahwa siapa saja yang berutang dan berniat akan melunasinya, maka Allah akan memberikan kemudahan. Pada saat kematiannya, orang yang tidak melunasi utang tidak mendapatkan ridha dari Allah.

Kebaikan orang-orang yang berutang akan ditambahkan kepada kebaikan-kebaikan orang yang memberikan pinjaman. Namun, setelah yang berutang meninggal, maka keburukan-keburukan dari orang yang memberikan pinjaman akan beralih ke si peminjam.

Utang sebagai cobaan dunia akhirat bisa menjadi bahan renungan Sobat Cahaya Islam. Setiap lalai membayar utang, maka akan menjadi pemberat masuk surga. Selain itu, menjalani hidup di dunia juga sulit karena rezeki selalu terhalang karena tak membayar utang.


  1. (HR. Ibnu Majah no. 2414, disahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah no. 437) ↩︎
  2. (HR. Bukhari no.2287) ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY