Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Harus Memimpin Upaya Perdamaian

0
775
Pengurus besar Nahdlatul Ulama

Pengurus besar Nahdlatul Ulama mempunyai potensi yang cukup besar dalam ikhtiar mengatasi konflik di Timur Tengah. NU sendiri saat ini telah aktif di berbagai forum global.

Hal ini bertujuan untuk bisa menyuarakan perdamaian dunia. Baik itu, mulai dari Konferensi Islam Asia Afrika pada tahun 1965 sampai kerja sama pada G20 atas Religion of Twenty (R20).

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Harus Memimpin

Pengurus besar Nahdlatul Ulama

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan juga telah menyampaikan beberapa hal pada saat menjadi pembicara kunci. Beliau sendiri menjadi pembicara saat diskusi panel Humanitarian Islam dan Pendekatan Agama terhadap Perdamaian di Timur Tengah.

Di mana acara ini turut digelar di Aula Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Jakarta, Jumat (22/11/2024).

1. Organisasi Terbesar di Indonesia

PBNU sendiri sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia dan dunia harus me-lead upaya perdamaian Timur Tengah. Di mana organisasi ini menggunakan pendekatan humanitarian Islam dan lintas agama.

Hal ini juga nantinya akan melibatkan berbagai macam pihak. Menurutnya, dengan anggota yang saat ini sudah berjumlah lebih dari 100 juta, tentu NU sendiri telah berhasil mencapai 18 kali lipat dari Ikhwanul Muslimin di Mesir.

Pengurus besar Nahdlatul Ulama saat ini mempunyai kekuatan politik yang sangat besar. Hal tersebut termasuk dalam penentuan arah politik nasional.

2. Konflik Timur Tengah

Luhut dalam presentasinya juga telah memaparkan bahwa konflik Timur Tengah ini berpotensi nantinya akan memberikan dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.  Bahkan, juga menjadi  target pembangunan yang lainnya.

Sementara itu, Ekspor juga akan berpotensi semakin menurun akibat adanya perlambatan ekonomi di dunia. Sedangkan, Impor akan meningkat seiring dengan peningkatan harga komoditas. Hal ini terutama di bidang minyak.

Sedangkan, Inflasi akan berpotensi semakin meningkat akibat kenaikan harga impor serta BBM. Bahkan, untuk konsumsi rumah tangga menurun akibat adanya peningkatan inflasi.

Menurut Luhut, ekonomi dunia termasuk Indonesia, saat ini tidak dapat menanggung beban yang lebih besar lagi dari adanya dampak perang. Hal ini juga termasuk perang di Timur Tengah.

Penyelesaian perang yang lama serta potensi meluasnya skala perang di Timur Tengah juga nantinya bisa berdampak signifikan. Jadi, tidak hanya terhadap ekonomi yang terlibat di kawasan tersebut, namun juga ekonomi di dunia.

Hal tersebut tentu melalui adanya peningkatan harga minyak. Di mana akan terganggunya rantai pasokan dunia, serta turunnya pertumbuhan ekonomi.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman ini juga telah mengatakan bahwa dampak negatif yang sama bisa langsung dirasakan oleh Indonesia.

Hal tersebut akan berpotensi mengganggu pencapaian target pertumbuhan serta pembangunan yang sangat dibutuhkan oleh Indonesia. Tujuannya tentu untuk bisa mencapai target pemerintahan Presiden Prabowo maupun Visi Indonesia Emas pada tahun 2045.

3. Indonesia Negara Muslim Terbesar

Pengurus besar Nahdlatul Ulama

Indonesia sendiri saat ini dikenal sebagai negara dengan demokrasi muslim yang terbesar di dunia. Baik itu, secara populasi maupun ukuran ekonomi.

Jadi, memang harus bisa memainkan peran yang aktif dalam upaya perdamaian di Timur Tengah.

Dalam sesi diskusi tersebut, tentu Gus Yahya juga telah menyatakan bahwa agama itu termasuk salah satu permasalahan utama konflik.

Menurutnya, memang kini sudah ada faktor ekonomi atau politik, namun untuk faktor agama tidak boleh diabaikan begitu saja. Perlu sekali diingat bahwa zionisme ini telah mengklaim hak atas kepemilikan tanah itu berdasarkan wacana agama.

Oleh karena itu, wawasan keagamaan di tingkat masyarakat juga harus menjadi salah satu target pembenahan. Terutama, untuk bisa mengatasi problem konflik secara utuh bagi Pengurus besar Nahdlatul Ulama.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY