5 Bahaya Tidak Menepati Janji, Laknat Allah SWT Salah Satunya

0
2767
Bahaya tidak menepati janji

Bahaya tidak menepati janji – Dalam kehidupan sehari-hari, ingkar janji terkesan hal remeh, namun tidak dalam ajaran Islam. Bahaya tidak menepati janji termasuk dosa besar dan dianggap sebagai temannya setan. Beberapa orang mudah mengucap janji, namun tidak berusaha menepatinya. Sobat Cahaya Islam harus berhati-hati lagi saat mengucap janji, jika tidak bisa memenuhinya.

Apa Bahaya Tidak Menepati Janji Menurut Pandangan Islam?

Pepatah janji adalah utang menggambarkan pengertian dari janji itu sendiri. Sebab, janji sifatnya mengikat dan harus Sobat Cahaya Islam tepati sesuai dengan apa yang dijanjikan. Seseorang yang tidak bisa memenuhi janjinya termasuk dalam golongan orang munafik. Berikut ini ayat Al Quran yang menjelaskan kewajiban menepati janji:

Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah janji-janji! Dihalalkan bagimu hewan ternak, kecuali yang akan disebutkan kepadamu [keharamannya] dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang berihram [haji atau umrah]. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum sesuai dengan yang Dia kehendaki.” 1

Setelah memahami perihal kewajiban menepati janji, maka kenali akibat ingkar janji dalam Islam berikut ini:

1.     Menjadi Teman Setan

Ketika umat muslim sengaja ingkar janji, maka akan timbul kerugian dan harus menanggung berbagai konsekuensinya. Ingkar janji sejatinya identik dengan karakter teman setan. Sebab, pada dasarnya perbuatan yang mendapat laknat Allah tersebut menyerupai perilaku setan yang selalu menipu manusia.

Sebab, setan akan merasa senang ketika berhasil membuat manusia terpedaya dengan janji-janji yang tak pernah terpenuhi.

2.     Kehilangan Kepercayaan dari Sesama Muslim

Bahaya tidak menepati janji selanjutnya yaitu kehilangan kepercayaan dari sesama muslim dan lingkungan sekitarnya. Pada situasi tertentu, misalnya saat pembagian tugas, seseorang yang sering ingkar janji, maka tidak akan mendapatkan kepercayaan lagi. Kepercayaan dari orang lain tentu sangat penting saat membangun hubungan sosial.

Bahaya tidak menepati janji

3.     Mendapatkan Laknat dari Allah SWT

Selain tidak mendapatkan kepercayaan dari orang lain, akibat tidak menepati janji yaitu mendapatkan banyak kerugian dan hidupnya menjadi sengsara. Allah akan murka ketika umatNya tidak bisa menepati janji. Bahaya tidak menepati janji ini terdapat dalam hadist berikut ini:

Barang siapa yang tidak menepati janji seorang muslim, maka dia mendapat laknat Allah, malaikat, dan seluruh manusia. Tidak diterima darinya taubat dan tebusan,” 2

Kafarat melanggar janji yaitu termasuk salah satu bentuk pengkhianatan terhadap Allah SWT. Sebab, ingkar janji termasuk perbuatan tidak terpuji dan menimbulkan potensi rasa sakit hati kepada orang lain. Selain merugikan, seseorang yang ingkar juga meruntuhkan integritas dan kepercayaan yang menjadi bagian penting dari kepribadian seorang muslim.

Oleh sebab itu, terdapat larangan mengumbar janji dalam ajaran Islam.

4.     Termasuk Golongan Orang Munafik

Bahaya tidak menepati janji bagi seorang muslim yaitu termasuk golongan orang yang munafik. Berjanji bukanlah dosa, namun jika Sobat Cahaya Islam tidak bisa memenuhi atau melanggarnya, maka akan menjadi dosa besar. Menjalankan janji yang telah umat Islam ucapkan menjadi kewajiban mendasar.

Banyak hukum tidak menepati janji dalam Al Qur’an dan Hadist sebagai pengingat bahwa melanggar janji merupakan perbuatan tidak terpuji. Menepati janji akan menunjukkan kejujuran dan integritas seorang muslim. Tidak salah jika menepati janji merupakan pondasi penting untuk membangun hubungan.

5.     Mendatangkan Dosa

Janji dalam Islam menjadi perbuatan serius dan harus Sobat Cahaya Islam penuhi. Ketika ingkar, maka tindakan tersebut melanggar kewajiban. Mengingkari janji sama saja dengan mendatangkan dosa. Sebab, ingkar merupakan tanda dari seseorang yang munafik, sehingga Allah SWT sangat membencinya.

Sudah banyak ayat Al Qur’an dan hadist yang memberi peringatan tentang bahaya tidak menepati janji. Orang yang ingkar janji termasuk tanda munafik dan perbuatannya termasuk dosa. Allah sangat membenci umatNya yang ingkar janji, oleh karena itu tidak boleh gampang mengumbar janji.


  1. (QS. Al-Maidah [5]: 1) ↩︎
  2. (HR. Bukhari No. 1870 dan Muslim No. 1370) ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY