3 Cara Mengagungkan Ciptaan Allah dan Sifatnya

0
740
mengagungkan ciptaan Allah

Mengagungkan ciptaan Allah – Alquran sendiri telah menjelaskan cara memuji dan mengagungkan ciptaan Allah SWT. Cara ini sebenarnya telah dijelaskan langsung dalam Surah Al-Isra’ Ayat 111. Di mana tafsirnya juga telah menjelaskan cara memuji Allah, tiga sifat Allah serta cara mengagungkan Allah SWT.

Ucapkanlah, “Segala puji bagi Allah yang saat ini tidak mengangkat seorang anak, namun tidak pula mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya. Lalu tidak memerlukan penolong dari kehinaan! Agungkanlah Dia setinggi-tingginya! (QS Al-Isra’: 111).

Cara Mengagungkan Ciptaan Allah Benar

Dalam penjelasan Tafsir Kementerian Agama, pada ayat ini Nabi telah diajari pula cara mengagungkan ciptaan Allah yang memiliki sifat-sifat kemahaesaan, kesempurnaan, serta keagungan.

Oleh karena itu, hanya Allah yang saat ini berhak menerima segala macam pujian dan rasa syukur dari hamba serta makhluk-Nya atas segala nikmat yang telah diberikan kepada Sobat Cahaya Islami. Berikut ini sudah ada beberapa cara mengagungkan dan mensucikan Allah itu, antara lain:

1. Meyakini Allah Ada

mengagungkan ciptaan Allah

Pertama, harus bisa mengagungkan Allah SWT pada zat-Nya dengan meyakini bahwa Allah itu wajib ada-Nya karena zat-Nya sendiri. Di mana tidak membutuhkan sesuatu yang lain. Allah juga tidak memerlukan sesuatu dari wujud ini.

2. Meyakini Segala Sifatnya

Kedua, mengagungkan ciptaan Allah pada sifat-Nya, dengan cara meyakini bahwa hanya Dialah yang saat ini memiliki segala sifat-sifat kesempurnaan dan jauh dari sifat-sifat kekurangan.

3. Meyakini Tidak Ada yang terjadi dalam Alam

Ketiga, mengagungkan Allah SWT pada sifatNya (perbuatanNya) dengan cara meyakini bahwa tidak ada sesuatupun yang terjadi dalam alam ini. Di mana harus sesuai dengan hikmah serta kehendak-Nya.

Sifat-sifat Bagi Allah SWT

Ayat ini juga telah menjelaskan sifat-sifat bagi Allah SWT. Berikut ini sudah ada penjelasan beberapa sifat Allah SWT, antara lain:

1. Allah Tidak Memiliki Anak

Pertama, sesungguhnya Allah sendiri tidak memiliki anak. Hal ini karena siapa yang memiliki anak tentu tidak menikmati segala nikmat yang dia miliki.

Namun, sebagian nikmat itu telah dipersiapkan untuk anaknya yang ditinggalkannya bilamana dia sudah meninggal dunia. Maha Suci Allah SWT yang beras dari sifat demikian.

Orang yang memiliki anak terhalang untuk bisa menikmati seluruh haknya dalam segala keadaan. Oleh karena itu, manusia sendiri tidak patut menerima pujian dari segala makhluk.

Melalui ayat ini, Allah SWT juga telah menjelaskan dan membantah pandangan orang Yahudi yang mengatakan ‘Uzair putra Tuhan. Di mana pendapat orang Nasrani yang mengatakan bahwa Al-Masih putra Tuhan, atau anggapan orang-orang musyrikin bahwa malaikat-malaikat merupakan putri-putri Tuhan.

2. Tidak Mempunyai Sekutu

mengagungkan ciptaan Allah

Kedua, sesungguhnya Allah SWT sendiri tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya. Apabila sekutu-Nya saat itu ada, tentu sangat sulit untuk bisa menentukan mana di antara keduanya yang berhak menerima pujian. Bahkan, juga rasa syukur, serta pengabdian para makhluk.

Salah satu diantara dua tuhan tersebut tentu perlu pertolongan dari yang lainnya. Hingga pada akhirnya tidak ada satupun tuhan yang berdiri sendiri dan berdaulat secara mutlak di atas alam ini. Jadi bisa dikatakan bahwa cara mengagungkan ciptaan Allah cukup mudah sekali.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY