Kesulitan Menghadapi Orang Berkepribadian Narsistik? Tenang, Islam Ajarkan Beberapa Caranya

0
776
Kesulitan Menghadapi Orang Berkepribadian Narsistik Tenang, Islam Ajarkan Beberapa Caranya

Menghadapi Orang Berkepribadian Narsistik – Anggep sobat orang yang beruntung deh. Kalo selama ini belum pernah harus ngadepin orang orang berkepribadian narsis ini. Soalnya banyak banget pakar psikologi yang menyatakan bahwa orang orang ini sangat Energy Drying (nguras Energi) banget. Lebih parahnya lagi orang orang ini nggak Aware sama apa yang mereka lakukan. Udah deh paket lengkap! – Tim cahayaislam punya teman yang kehidupan rumah tangganya seperti neraka karena memiliki pasangan denga karakter demikian. Gimana idealnya hubungan secara sehat nggak bisa terwujud. Bahkan derai air mata dan kesehatan mental yang rusak jadi ujungnya.

Perlu langkah taktis sih ngadepin ini. Menghadapi orang dengan karakter narsistik dapat menjadi tantangan. Tetapi dalam Islam, ada pedoman yang dapat membantu kita berinteraksi dengan bijaksana dan penuh kasih sayang. Ajaran Allah dan Rasul ini bisa kita jadiin pedoman baik bersama tindakan konkret yang banyak direkomendasiin sama pakar kesehatan mental. Kita bahas detailnya dulu disini ya.

Kita Kenali dulu Lebih Dalam Bagaimana Kepribadian Narsistik itu?

Kata kuncinya adalah EGO. Kalo kita bahas mendalam soal ini. Kepribadian narsistik, atau Narcissistic Personality Disorder (NPD), ditandai oleh pola berpikir, perilaku, dan perasaan yang berpusat pada diri sendiri. Jadi istilah gampangnya gini. Orang Narsistik berpikir bahwa bumi berputar untuk dia, hahaha. Orang dengan kepribadian narsistik seringkali memiliki kebutuhan mendalam akan perhatian dan kekaguman serta kurang empati terhadap orang lain. Ada beberapa indikator sederhana untuk mengetahui ciri ciri orang dengan kepribadian demikian.

Orang Narsistik Biasanya Merasa Bahwa Dirinya Paling Tinggi & Merasa Berhak Dapet Perlakuan Istimewa dalam Hal Apapun

Congkak adalah kriteria utama untuk orang dengan kepribadian ini. Orang seperti ini cenderung memiliki pandangan yang sangat tinggi tentang kemampuan dan prestasi diri sendiri. Sering merasa bahwa diri mereka istimewa dan unik, dan hanya dapat dipahami oleh orang-orang yang juga istimewa atau memiliki status tinggi. Dari kerancuan pada image diri sendiri ini kemudian menghasilkan persepsi merasa bahwa mereka berhak atas perlakuan khusus atau hak istimewa. Mengharapkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan mereka tanpa mempertimbangkan kebutuhan orang lain.

Ekspektasi Berlebih Tentang Keharusan Perlakuan Istimewa dari Orang lain Berujung Pada Kurangnya Empati dan Jalan Eksploitasi

Dalam persepsi diri terlalu berlebihan dan ekpektasi perlakuan istimewa dari orang lain ini pada akhirnya menjadikan dirinya orang yang tidak mampu berempati. Sulit untuk merasakan atau memahami perasaan dan kebutuhan orang lain. Mereka dengan kepribadian ini sering kali acuh tak acuh atau tidak peduli terhadap perasaan orang lain. Selain itu orang dengan mental ini cenderung akan menggunakan segala cara untuk mencapai tujuannya. Memanfaatkan orang lain untuk mencapai tujuan atau memenuhi kebutuhan diri sendiri bisa jadi jalan yang selalu mereka tempuh. Mereka tidak akan pernah ragu untuk mengambil keuntungan dari orang lain tanpa merasa bersalah sedikitpun.

Bagian yang sebenernya sering menjadi hal kurang menyenangkan bagi mereka dengan kepribadian NPD ini adalah kebahagiaan mereka berasal dari luar dirinya. Mereka biasanya mencari validasi dari aspek eksternal karena selalu mencari pujian dan pengakuan dari orang lain secara berlebihan. Mereka acapkali jadi sangat nggak nyaman atau marah jika tidak mendapatkan perhatian yang diinginkan.

Cara islam Menghadapi Orang Berkepribadian Narsistik?

Ada beberapa rekomendasi solusi dari beberapa pakar karakter manusia dan Psikolog. (1) Bersikap Tegas dan Berikan Batas yang jelas untuk mereka. Tentukan sampai mana sobat bisa toleransi sikap orang narsistik itu. Ketika batas batas itu mereka langgar, sobat bisa memberikan warning. Namun bila nggak bisa kita bilangin, maka tindakan lanjutannya adalah (2) Menghindari Argumen yang Tidak berguna. Diamkan saja cukup. Itu adalah solusi terbaik. Tidak ada satu hal yang bisa membuat Narsistik gila selain sikap acuh kita. Karena mereka memang pada dasarnya hidup dari validasi orang lain. Dengan ini kita juga lebih memilih ketenteraman hati kita. (3) Minimalisir Keterlibatan emosional yang mendalam, fokus ke fakta dan logika nyata. Para narsistik hidup dalam kepala mereka sendiri. Kalo kita masuk mendalam secara emosional yang ada kita capek sendiri. Fokus aja pada fakta dan realita.

islam Ajarkan Sabar dan Toleransi yang Terukur untuk Menghadapi Orang Berkepribadian Narsistik, Beri Nasihat Bila Perlu dan Memungkinkan

Islam sangat menganjurkan kesabaran dalam menghadapi berbagai situasi. Bersikap sabar dan toleran dapat membantu mengurangi ketegangan dan konflik dalam interaksi dengan orang narsistik.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ

Allah berfirman dalam Al-Qur’an, “Dan bersabarlah, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153).

Sejalan dengan sikap sabar adalah kita bisa mengalah aja. Bisa dalam artian meninggalkan argumen yang tidak produktif. Rasulullah SAW mengajarkan untuk menghindari konflik dan berusaha menciptakan kedamaian. Jika memungkinkan, hindari situasi yang dapat memicu perdebatan atau pertengkaran dengan orang narsistik. Berusaha untuk tetap tenang dan tidak terbawa emosi dapat membantu menjaga hubungan tetap harmonis.

Islam juga merupakan agama yang sarat dengan nasihat. Memberikan nasihat kepada sesama Muslim adalah tindakan yang baik. Namun, nasihat harus kita berikan dengan bijaksana dan penuh kasih sayang. Allah berfirman, “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik…” (QS. An-Nahl: 125). Saat memberikan nasihat kepada orang narsistik, pastikan untuk menggunakan kata-kata yang lembut dan tidak menghakimi. Masalah dia mau atau tidak menerima nasihat itu ya, urusan dia sendiri. Jadi misalnya nasihat kita nggak mereka indahkan ya, ga usah terlalu berkecil hati ya.

Mengajarkan Secara Langsung Praktik Empati dan Kasih Sayang, Namun Tahu Batasan Diri dengan Menjaga Jarak Sehat dengan Mereka

Rasulullah SAW selalu menunjukkan kebaikan dan kasih sayang kepada semua orang, termasuk mereka yang memiliki sifat buruk. Dengan menunjukkan kebaikan dan kasih sayang, kita dapat mempengaruhi orang lain secara positif dan mungkin membantu mereka menyadari sifat narsistik mereka. Ajarin cara memiliki empati pada sesama.

Namun, seperti yang udah kita bilang sebelumnya. Orang narsistik cenderung ngabisin energi kita. Jadi meskipun kita harus berusaha bersikap baik, penting juga untuk menjaga kesehatan mental kita sendiri. Jika interaksi dengan orang narsistik sangat menguras emosi dan energi, tidak ada salahnya untuk menjaga jarak yang sehat. Ini bisa berarti membatasi waktu yang dihabiskan bersama atau menghindari diskusi yang terlalu intens.

Dengan begitu kita sudah memahami Batasan Diri. Islam mengajarkan kita untuk memahami dan menghargai batasan diri kita sendiri. Jika merasa tidak mampu menghadapi seseorang dengan karakter narsistik, tidak ada salahnya untuk mencari bantuan dari pihak ketiga, seperti pemimpin agama, konselor, atau terapis yang dapat memberikan panduan lebih lanjut.

***

Pada akhirnya, dengan mengikuti pedoman ini, kita dapat menghadapi orang dengan karakter narsistik secara islami, menjaga kedamaian dalam hubungan, dan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam yang mengedepankan kebaikan, kesabaran, dan kasih sayang. Semoga Bermanfaat ya!

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY