Lebih Baik Orang Alim Suka Maksiat Atau Ahli Ibadah yang Bodoh?

0
1097
Orang Alim Suka Maksiat atau Ahli Ibadah Tapi Bodoh

Orang Alim Suka Maksiat – Allah memerintahkan kita agar berilmu sebelum beramal. Jika sudah punya ilmu, hendaknya kita mengamalkannya. Tapi, terkadang ada orang alim yang gemar melakukan maksiat. Sebaliknya, ada ahli ibadah namun bodoh, yakni tidak didasari ilmu. Tentu saja, keduanya termasuk golongan manusia yang berbahaya bagi orang-orang awam.

Bahayanya Orang Berilmu yang Suka Bermaksiat dan Orang Bodoh yang Ahli Ibadah

Orang yang berilmu (alim) seharusnya menjadi panutan bagi orang awam. Namun, tak jarang orang-orang yang berilmu justru sering bermaksiat. Hal ini sangat berbahaya karena akan menjadi contoh yang tidak baik bagi banyak orang.

Sementara itu, ahli ibadah tapi tidak berilmu akan mengira bahwa ia pantas menjadi contoh. Padahal, ia beribadah di atas kejahilannya. Ibnu ‘Uyainah dalam Ighotsatul Lahfan berkata:

“Waspadahal akan bahayanya orang alim yang gemar maksiat & ahli ibadah yang bodoh.”

Maka, kedua golongan ini tidak pantas menjadi contoh bagi kita semua. Orang berilmu seharusnya menggunakan ilmunya untuk beramal saleh. Begitu juga dengan ibadah, kita harus mendasarinya dengan ilmu.

Orang Alim Suka Maksiat Vs Orang Bodoh Ahli Ibadah

Lalu, jika benar-benar harus memilih di antara keduanya, mana yang sedikit lebih baik? Sobat Cahaya Islam perlu tahu bahwa dosa (maksiat) yang menimbulkan rasa butuh kepada Rahmat Allah jauh lebih baik dibandingkan ketaatan yang menimbulkan kesombongan.

Sayyidi Abu Madyan mengatakan bahwa perasaan rendah diri dari seseorang yang melakukan maksiat lebih baik dibandingkan kesombongan seseorang yang taat. Pasalnya, orang yang ahli ibadah tanpa bekal ilmu mudah terkena sifat ‘ujub. Padahal, ujub termasuk salah satu dosa yang sangat besar sampai-sampai bisa menghapus amal kebaikan seseorang, meskipun ia ahli ibadah.

Namun, Allah juga membenci orang-orang yang melakukan maksiat. Biasanya, orang berilmu akan merasa bersalah jika melakukan dosa. Maka, ia pun akan lebih mudah bertaubat. Dan Allah mencintai orang-orang yang menerima Taubat.

Setan Takut pada Orang yang Berilmu

Ada satu hadits yang mengisahkan Rasulullah mendatangi sebuah masjid dan melihat setan yang hendak masuk masjid untuk merusak shalat seseorang. Namun, setan takut pada seorang laki-laki yang sedang tidur.

Rasulullah yang heran pun bertanya kepada setan kenapa bisa demikian. Lalu, setan pun menjawab bahwa orang yang sedang melaksanakan shalat itu orang bodoh (tidak berilmu) sedangkan orang yang tengah tertidur adalah orang berilmu (alim).

Rasulullah juga pernah bersabda:

فَقِيهٌ وَاحِدٌ أَشَدُّ عَلَى الشَّيْطَانِ مِنْ أَلْفِ عَابِدٍ

“Seorang yang berilmu lebih susah dihadapi setan dibanding seribu ahli ibadah.” (1)

Hal itu menunjukkan betapa tingginya derajat orang yang berilmu. Jadi, jika seseorang punya ilmu agama yang mumpuni tapi masih suka melakukan maksiat, maka sungguh rugi dirinya. Oleh karena itu, agar ilmu seseorang menjadi berkah, hendaknya ia mengamalkan ilmunya.

Mudah-mudahan Allah menjauhkan kita semua dari kedua sifat ini, yakni rajin ibadah tapi tanpa ilmu dan berilmu tinggi tapi enggan beramal saleh.


Referensi:

(1) Sunan Ibn Majah 222

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY