Apa Perbedaan Rukun dan Syarat dalam Sholat? Yuk Lihat Jawabannya

0
1673
perbedaan rukun dan syarat dalam sholat

Perbedaan rukun dan syarat dalam sholat – Sobat Cahaya Islam, tahukah kalian apa perbedaan rukun dan syarat dalam sholat? Sebenarnya rukun dan syarat memiliki hubungan yang erat karena keduanya memiliki ketentuan masing-masing untuk sah tidaknya. Namun, syarat dan rukun juga memiliki perbedaan meski hanya sedikit yang membedakan.

Perbedaan Rukun dan Syarat dalam Sholat

Syarat merupakan sesuatu yang harus dilakukan sebelum menjalankan ibadah dan harus dilakukan secara continue. Apabila syarat tidak dipenuhi maka ibadah dianggap tidak sah. Seperti halnya sholat yang kita kerjakan sebanyak lima waktu, tentu harus memenuhi syarat sholat agar sholat kita sah dan diterima oleh Allah Allah SWT.

Rukun merupakan sesuatu yang termasuk pada bagian dalam beribadah dan dilakukan tidak harus continue sampai ibadah itu selesai. Contohnya saat kita melaksanakan sholat maka bacaan Al-Fatihah menjadi bagian penting yang harus dibaca setiap sholat. Berikut ini perbedaan rukuk dan syarat dalam sholat:

Rukun Sholat

1.      Niat

Niat sebelum sholat perlu dibaca sebelum sholat. Sobat bisa menyesuaikan niatnya dengan sholat yang dikerjakan seperti sholat dzuhur, ashar, maghrib, isya’, subuh.

2.      Takbiratul Ihram

Takbiratul ihram merupakan ucapan dalam sholat, sehingga jika sudah masuk sholat maka muslim haram untuk melakukan apapun yang bisa membatalkan. Dikutip dalam hadist riwayat Abu Daud bahwa:

مِفْتَاحُ الصَّلاَةِ الطُّهُورُ وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ

Artinya: “Pembuka salat adalah thaharah (bersuci). Yang mengharamkan dari hal-hal di luar sholat adalah ucapan takbir, sedangkan yang menghalalkannya kembali adalah ucapan salam.”

3.      Membaca Surat Al Fatihah

Nabi Muhammad SAW menyebutkan bahwa sholat tidak akan sah jika tidak membaca surat Al Fatihah. Jika tidak bisa, boleh membaca ayat lain yang diketahui.

4.      Rukuk

Rukuk merupakan sikap membungkukkan badan berada di lutut sambil membaca tasbih.

perbedaan rukun dan syarat dalam sholat

5.      Bangun dari rukuk dan iktidal dengan tumakninah

Setelah rukuk, lalu melakukan iktidal dengan menegakkan badan lalu lanjutkan lagi dengan tumakninah.

6.      Sujud

Sujud dilakukan dengan meletakkan telapak tangan, lutut dan ujung kaki kiri dan kanan serta dahi dan hidung menyetuh lantai sambil membaca tasbih.

7.      Duduk  diantara dua sujud

Setelah melakukan sujud lalu duduk di antara dua sujud dengan tumakninah.

8.      Duduk untuk tasyahud akhir dan dilanjutkan salam pertama

Setelah duduk pada tasyahud akhir bisa mengakhiri sholat dengan mengucap salam sambil menghadap ke kanan dan salam lagi sambil menghadap ke kiri,

Syarat sahnya sholat

Setelah mengulas tentang rukun sholat, untuk lebih mengetahui perbedaan rukun dan syarat dalam sholat. Perintah sholat tercantum dalam Al Qur’an Surat An Nisa:103 yaitu

اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا

Artinya: “Sungguh, sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS An Nisa: 103)

Maka, berikut akan kami ulas syarat sahnya sholat:

1.      Mengetahui waktu masuk sholat

Untuk lebih mengetahui perbedaan rukun dan syarat dalam sholat yaitu syarat yang pertama mengetahui waktu sholat dengan yakin.

2.      Suci

syarat sah sholat yang selanjutnya yaitu suci, baik suci dari hadast besar maupun kecil. Cara bersuci yaitu bisa dengan mandi, tayamum dan wudhu.

3.      Menutup aurat

Makna dari aurat yaitu sesuatu yang wajib disembunyikan dan haram apabila melihatnya. Ketika sholat, muslim wajib menutup auratnya begitupun juga diwaktu lain, kecuali jika ingin mandi maupun buang air besar.

4.      Menghadap kiblat

Menghadap kiblat merupakan syarat sahnya sholat. Hal itu disebutkan pada surat Al Baqarah ayat 149-150, Allah SWT berfirman:

وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ۖ وَإِنَّهُۥ لَلْحَقُّ مِن رَّبِّكَ ۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Artinya: “Dan dari mana saja kamu keluar (datang), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram, sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Tuhanmu. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Baqarah: 149)


وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّوا۟ وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُۥ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَيْكُمْ حُجَّةٌ إِلَّا ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ مِنْهُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَٱخْشَوْنِى وَلِأُتِمَّ نِعْمَتِى عَلَيْكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Artinya: “Dan dari mana saja kamu (keluar), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim diantara mereka. Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (saja). Dan agar Ku-sempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk.” (QS Al Baqarah: 150)

Demikianlah ulasan mengenai perbedaan rukun dan syarat dalam sholat. Selain itu, saat mengerjakan sholat harus tertib dan muwaalaat (berturut-turut) ketika sholat. Lalu, tidak makan dan minum, karena jika mengerjakan perkara itu sholat seseorang tidak sah.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY