Hadits tentang orang munafik – Sobat Cahaya Islam, hadits tentang orang munafik sangat penting untuk kita ketahui. Tanpa disadari, kita akan menemukan kehadiran orang munafik di sekitar kita. Agar dapat lebih mawas diri, sebaiknya kita menggali ilmu lebih dalam mengenai orang munafik melalui Al Qur’an dan hadits.
Orang munafik memiliki sifat-sifat buruk yang sangat dibenci oleh Allah SWT, oleh karena itu kita harus menghindari sifat tersebut agar selamat di dunia dan akhirat. Berhati-hati dalam memilih lingkaran pertemanan menjadi salah satu cara yang baik agar terhindar dari pergaulan dengan orang yang munafik.
Mempelajari Hadits Tentang Orang Munafik Agar Tidak Memiliki Sifat yang Sama
Rasulullah sangat mengkhawatirkan kehadiran kaum munafik di tengah umat muslim. Kemunafikan dapat memecah belah kerukunan diantara sesama muslim. Hal ini menunjukkan betapa bahayanya sifat munafik dalam kehidupan manusia.
Ciri utama orang munafik yaitu jika ia berkata sering berdusta, jika berjanji maka ia akan ingkar dan jika diberi kepercayaan maka ia akan khianat. Namun selain ketiga sifat itu, orang munafik juga masih memiliki banyak sifat tercela lainnya yang menjadi akar dosa.
1. Orang Munafik Memiliki Sifat Khianat
Salah satu sifat yang sangat buruk dan dimiliki oleh orang munafik adalah sering berkhianat. Jika ia diberikan kepercayaan maka ia akan menyalahgunakan kepercayaan tersebut untuk kepentingan dirinya sendiri. Penguasa yang menyalahgunakan kekuasaannya untuk keuntungan pribadi juga bisa dikatakan termasuk dalam golongan orang munafik.


2. Orang Munafik Memiliki Sifat Suka Berdusta
Sifat suka berdusta sangat melekat dalam diri orang munafik. Oleh sebab itu orang munafik merupakan golongan yang tidak dapat dipercaya karena setiap kata yang keluar dari mulutnya hanyalah kebohongan belaka.
3. Orang Munafik Memiliki Sifat Ingkar Janji
Dalam ajaran agama Islam, hukum menepati janji adalah wajib. Karena itu jika kita tidak menepati janji dengan sengaja maka bersiaplah untuk mendapatkan dosa besar. Orang yang sering ingkar janji dengan sengaja maka ia masuk ke dalam golongan orang munafik.
Sifat ingkar janji ini dijelaskan dalam hadits tentang orang munafik berikut ini,
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ سَلَامٍ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ أَبِي سُهَيْلٍ نَافِعِ بْنِ مَالِكِ بْنِ أَبِي عَامِرٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
“Ciri-ciri munafik ada tiga, yaitu apabila berbicara banyak berbohong, apabila berjanji sering ingkar, apabila diberi amanat sering berkhianat,” (H.R. Bukhari dan MuslimNo. 5630).
4. Orang Munafik Selalu Sholat Dengan Terburu-buru
Sifat lain yang dimiliki oleh orang munafik yaitu malas beribadah dan lebih suka menunaikan sholat dengan terburu-buru. Shalatnya orang munafik tidak tartil karena dilakukan secara tergesa-gesa sehingga sudah dipastikan tidak khusyu.


Simak hadits tentang orang munafik berikut ini,
حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ عَنْ مَالِكٍ عَنْ الْعَلَاءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُ قَالَ دَخَلْنَا عَلَى أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ بَعْدَ الظُّهْرِ فَقَامَ يُصَلِّي الْعَصْرَ فَلَمَّا فَرَغَ مِنْ صَلَاتِهِ ذَكَرْنَا تَعْجِيلَ الصَّلَاةِ أَوْ ذَكَرَهَا فَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ تِلْكَ صَلَاةُ الْمُنَافِقِينَ تِلْكَ صَلَاةُ الْمُنَافِقِينَ تِلْكَ صَلَاةُ الْمُنَافِقِينَ يَجْلِسُ أَحَدُهُمْ حَتَّى إِذَا اصْفَرَّتْ الشَّمْسُ فَكَانَتْ بَيْنَ قَرْنَيْ شَيْطَانٍ أَوْ عَلَى قَرْنَيْ الشَّيْطَانِ قَامَ فَنَقَرَ أَرْبَعًا لَا يَذْكُرُ اللَّهَ فِيهَا إِلَّا قَلِيلًا
Telah menceritakan kepada kami [Al Qa’nabi] dari [Malik] dari [Al ‘Ala`bin Abdurrahman] bahwasanya dia berkata; Kami pernah menemui [Anas bin Malik] setelah Zhuhur, lalu beliau bangkit dan shalat Ashar. Setelah selesai dari shalatnya, kami menyebutkan tentang tergesa-gesa dalam shalat, atau menceritakannya, maka dia berkata; Saya pernah mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Itu adalah shalatnya orang-orang munafik, itu adalah shalatnya orang-orang munafik, itu adalah shalatnya orang-orang munafik, salah seorang dari mereka duduk hingga sinar matahari telah menguning, tatkala itu ia sedang berada di antara dua tanduk setan atau pada dua tanduk setan, maka dia bengkit untuk shalat, dia shalat empat rakaat dengan sangat cepat (seperti burung mematuk makanan), dia tidak mengingat Allah padanya kecuali sangat sedikit.”(HR. Abu Daud No. 350)
5. Orang Munafik Memiliki Hati yang Dengki
Memelihara hati yang dengki merupakan ciri orang munafik. Ia tidak pernah bahagia melihat orang lain yang lebih sukses, dan sebaliknya merasa gembira jika melihat orang lain terkena musibah. Dengki (hasad) sangat berbahaya dan bisa membuat manusia masuk neraka seperti diuraikan dalam hadits berikut ini,
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ خُمَيْرٍ عَنْ سُلَيْمِ بْنِ عَامِرٍ عَنْ أَوْسَطَ قَالَ خَطَبَنَا أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَقَامِي هَذَا عَامَ الْأَوَّلِ وَبَكَى أَبُو بَكْرٍ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ سَلُوا اللَّهَ الْمُعَافَاةَ أَوْ قَالَ الْعَافِيَةَ فَلَمْ يُؤْتَ أَحَدٌ قَطُّ بَعْدَ الْيَقِينِ أَفْضَلَ مِنْ الْعَافِيَةِ أَوْ الْمُعَافَاةِ عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّهُ مَعَ الْبِرِّ وَهُمَا فِي الْجَنَّةِ وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّهُ مَعَ الْفُجُورِ وَهُمَا فِي النَّارِ وَلَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَقَاطَعُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَكُونُوا إِخْوَانًا كَمَا أَمَرَكُمْ اللَّهُ تَعَالَى
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja’far] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Syu’bah] dari [Yazid Bin Khumair] dari [Sulaim Bin ‘Amir] dari [Ausath], dia berkata; [Abu Bakar] berkhutbah kepada kami dan berkata; Rasullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri ditempatku ini pada tahun pertama. Lalu Abu Bakar menangis, kemudian berkata; mohonlah kepada Allah Al mu’Aafaat (ampunan) atau ia berkata Al ‘Aa’fiyah (keselamatan), karena tidaklah seseorang diberi sesuatu yang lebih utama dari Al ‘Aa’fiyah atau Al mu’Aafaat setelah keyakinan, berlaku jujurlah kalian karena kejujuran bersama kebajikan dan keduanya berada di surga, dan jauhilah dusta karena dusta bersama kejahatan dan keduanya berada di neraka, dan janganlah kalian saling dengki, bermusuhan, dan jangan pula saling memutus tali silaturrahim dan saling berpaling, akan tetapi jadilah kalian bersaudara sebagaimana yang Allah Ta’ala perintahkan.” (HR Ahmad No. 5)
Sobat Cahaya Islam, orang munafik banyak ditemukan di sekitar kita. Untuk itu kita harus selalu waspada agar tidak berada di dalam golongan mereka. Pelajari dengan tekun hadits tentang orang munafik agar bisa menjaga diri dari sifat-sifat tercela tersebut.
































