Kapal Tenggelam di Buton Tewaskan 15 Orang, Begini Adab Melayat Korban

0
778
kapal tenggelam di Buton

Kapal Tenggelam di Buton – Berita duka seolah silih berganti dan menghebohkan seluruh masyarakat Indonesia. Baru-baru ini, berita duka datang dari peristiwa kapal tenggelam di Buton.

Kapal tersebut tenggelam sejak hari Senin 24 Juli 2023 lalu. Kendati demikian, pihak Basarnas terus melakukan upaya dalam pencarian korban.

Korban Tewas Kapal Tenggelam di Buton

Pihak Basarnas Kendari secara resmi menghentikan operasi pencarian kapal tenggelam di Buton tepat hari Senin kemarin. Keputusan ini mereka ambil setelah menemukan seluruh korban yang berjumlah 48 orang.

Di antara korban tersebut, 15 orang di antaranya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, 33 korban lainnya dalam keadaan selamat.

Muhammad Arafah selaku Kepala Basarnas Kendari memperbarui data tentang jumlah penumpang tersebut. Mengingat sebelumnya ia menyebut jumlah korban sebanyak 40 orang.

Rupanya perbedaan data itu terjadi lantaran sebagian penumpang yang selamat tidak melapor dan langsung pulang ke rumah. Dengan menemukan seluruh penumpang kapal, maka Basarnas resmi menyatakan bahwa operasi SAR terhadap korban selesai.

Secara terpisah, Wahyudi selaku Humas Basarnas Kendari menuturkan bahwa kapal yang tenggelam merupakan kapal rakyat. Adapun kapal tersebut penumpang gunakan untuk menyeberangi Teluk Mawasangka.

Melayat Korban Meninggal Dunia

Sobat Cahaya Islam, korban meninggal dunia dalam kecelakaan kapal tenggelam di Buton tentu membawa berita duka bagi keluarganya. Karena itu, tidak ada salahnya bagi Sobat untuk datang ke rumah korban untuk melayat.

Perlu Sobat ketahui, melayat orang yang telah meninggal dunia dalam islam juga perlu sopan santun. Walaupun pemakaman jenazah tersebut berlangsung di kampung ataupun di kalangan perkotaan.

Sebab tetap terdapat tata cara yang harus Sobat perhatikan dalam melayatnya. Nabi Muhammad SAW menyampaikan banyak hadist yang mengatakan bahwa ta’ziyah adalah bentuk ibadah terhadap sesama manusia.

Bahkan jika seseorang berbelasungkawa kepada orang yang terkena musibah, maka akan mendapatkan pahala besar di sisi Allah SWT.

Tata Cara Melayat yang Benar

Sobat Cahaya Islam, ada beberapa anjuran yang bisa Sobat jalankan ketika mendatangi kediaman orang yang tengah berduka. Anjuran tersebut antara lain:

1.       Mengucapkan Salam

Cara melayat pertama yang harus Sobat lakukan ketika ke lokasi ta’ziyah yakni mengucapkan salam. Maksud dari salam tersebut yaitu menunjukkan sopan santun terhadap orang yang terkena musibah.

kapal tenggelam di Buton

Selain itu, salam juga merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama manusia. Islam menganjurkan agar umatnya mengucapkan salam saat memasuki suatu rumah, seperti yang tertuang dalam:

 Artinya:“…Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya), yang artinya juga memberi salam kepada dirimu sendiri…” (QS an-Nur [24]: 61).

2.       Mengucapkan Belasungkawa Kepada Keluarga

Menyatakan kesedihan dan belasungkawa secara langsung jauh lebih baik daripada diam dengan ekspresi yang muram. Ucapan berbelasungkawa tersebut wajib tulus dan bersungguh-sungguh.

kapal tenggelam di Buton

Pasalnya ini akan menunjukkan tanda kemanusiaan kepada anggota keluarga mendiang yang masih hidup. Ucapan belasungkawa yang paling utama berasal dari nabi Muhammad SAW, yakni:

إِنَّ ِللهِ مَا أَخَذَ وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلَّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمَّى فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ.

“Sesungguhnya adalah hak Allah untuk mengambil dan memberikan sesuatu, segala sesuatu di sisi-Nya ada batas waktu yang telah ditentukan, oleh karena itu bersabarlah dan berharaplah pahala dari Allah (dengan sebab musibah itu).” [HR. Al-Bukhari no. 1284 dan Muslim no. 923]

3.       Segera Salatkan Jenazah

Ada juga tata cara yang perlu Sobat ingat, yakni memandikan jenazah serta melakukan salat sebelum menguburkannya. Adab tersebut bisa Sobat lewati kalau anggota keluarga korban yang meninggal telah memakamkan jenazahnya.

Ini sebagaimana yang tertuang dalam:

أَسْرِعُوْا بِالْجَنَازَةِ فَإِنْ تَكُ صَالِحَةً فَخَيْرٌ لَهُ فَخَيْرٌ تُقَدِّمُوْنَهَا، وَإِنْ تَكُ سِوَى ذَلِكَ فَشَرٌّ تَضَعُوْنَهُ عَنْ رِقَابِكُمْ.

“Bersegeralah dalam mengurus jenazah, karena jika ia baik maka engkau telah melakukan suatu kebaikan dan jika tidak, maka engkau telah membuang suatu kejelekan dari lehermu.” [HR. Al-Bukhari no. 1315 dan Muslim no. 944 (50)]

Sobat Cahaya Islam, itulah beberapa adab yang benar ketika melayat. Mari Sobat doakan agar korban kapal tenggelam di Buton diterima di sisi Allah SWT. 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY