Malam Takbiran Idul Adha, Bolehkah Berhubungan Intim?

0
1058
Malam-Takbiran-Idul-Adha-Bolehkah-Berhubungan-Intim

Malam Takbiran Idul Adha – Idul Adha tahun ini sangat meriah di berbagai daerah di Indonesia, meski penentuan hari raya Idul Adha berbeda, ada yang tanggal 28 Juni dan 29 Juni 2023. Pembahasan yang menarik dari malam takbiran bukan hanya takbir keliling, tetapi juga boleh-tidaknya berhubungan suami-istri saat malam takbiran. Pasalnya, banyak masyarakat yang meyakini bahwa suami-istri tidak boleh melakukan hubungan badan pada malam tersebut. Apakah sobat Cahaya Islam juga pernah mendengar masalah ini? Temukan jawabannya di sini!

Malam Takbiran Idul Adha – Tidak Ada Larangan Hubungan Intim

Dalam Al-Qur’an maupun hadits, tidak ada dalil yang tegas tentang larangan hubungan suami-istri pada malam hari raya, baik itu Idul Fitri maupun Idul Adha. Bahkan, saat bulan Ramadhan sekalipun, suami-istri boleh berhubungan intim di malam hari, berdasarkan ayat berikut ini:


أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ ٱلصِّيَامِ ٱلرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَآئِكُمْۚ

“Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu.”

Jadi, selama tidak ada dalil yang secara khusus melarang, maka berhubungan intim kapan saja adalah boleh. Memang, ada beberapa waktu di mana kita tidak boleh berhubungan badan suami-istri seperti siang hari di bulan Ramadhan dan saat istri sedang haid atau nifas.

Waktu-waktu Makruh Berhubungan Intim

Namun, ada beberapa ulama yang menganggap makruh untuk berubungan badan suami-istri di beberapa waktu. Misalnya adalah Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya’ ‘Ulumiddin yang mana seseorang makruh untuk berhubungan intim di tanggal pertama, tengah, dan terakhir setiap bulannya karena setan-setan datang atau berjimak pada malam-malam tersebut.

Begitu juga dalam tasawuf, beberapa Riwayat memang melarang hubungan suami-istri pada waktu-waktu tertentu. Selain 3 waktu di atas, malam hari raya juga termasuk waktu larangan untuk berhubungan intim, seperti halnya yang terdapat dalam kitab Qurotul ‘Uyun.

Tapi perlu diingat, bahwa larangan di atas tidak sampai pada hukum haram, melainkan hanya makruh saja. Dan para ulama yang memakruhkan lebih menganjurkan untuk beribadan serta berdzikir di malam-malam tersebut. Pasalnya, malam hari raya, termasuk malam Idul Adha, adalah salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa.

Malam Takbiran Idul Adha, Malam untuk Berbahagia

Malam hari raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha adalah malam untuk berbahagia. Ada yang merayakannya dengan takbir keliling, seperti yang sudah menjadi tradisi di masyarakat Indonesia. Ada juga yang merayakannya dengan dzikir Bersama, seperti yang sering kita lihat di masjid-masjid.

Namun, bentuk kebahagiaan tidak hanya seperti contoh-contoh di atas saja. Hubungan intim suami istri juga termasuk salah satu bentuk kebahagiaan yang romantis yang dapat dilakukan oleh suami istri. Kesimpulannya, meski ada beberapa ulama yang menganggap makruh, berhubungan intim di malam takbiran atau malam Idul Adha hukumnya boleh dan tidak berdosa. Mudah-mudahan kita semua termasuk ummat muslim yang mendapat petunjuk dari Allah, termasuk sobat Cahaya Islam semua.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY