Andika Perkasa Kandidat Capres, Apa yang Harus Disiapkan?

0
829
Andika Perkasa

Andika Perkasa – Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dikabarkan telah didapuk menjadi salah satu calon presiden yang diusung oleh Partai NasDem.

Hal ini diungkapkan langsung Ketua Umum Partai Nasdem, yakni Surya Paloh dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) partai tersebut. Yang dilakukan di Jakarta Convention Center (JCC). Tepatnya pada hari Jumat, 17 Juni 2022 kemarin.

Siapa saja nama pilihan dari hasil Rakernas? Ada Anies Rasyid Baswedan, lalu Andika Perkasa, dan Ganjar Pranowo.

Surya mengatakan, bahwa ketiga kandidat tersebut memiliki kualitas yang sama baik. Bahkan apabila kursi presiden ada tiga maka tidak perlu repot memilih di antara mereka. Namun, sayangnya kursi yang bisa diduduki hanya ada satu.

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) partai NasDem mayoritas mengusulkan dua nama. Di antaranya adalah Ganjar dan Anies. Sedangkan Andika berada di peringkat lima, dia diusulkan oleh sebanyak 13 dari 34 DPW yang ada.

Proses penentuan tiga kandidat di atas pun tidak dengan melakukan mekanisme voting, namun bakal dikerucutkan lagi melalui proses diskusi dan musyawarah steering committee Rakernas Partai NasDem.

Nah, Sobat Cahaya Islam, sebelum benar-benar terpilih menjadi presiden nantinya. Maka ada yang perlu dipelajari lebih dulu, apa saja yang harus disiapkan untuk bisa menjadi sosok pemimpin yang baik bagi rakyat. Demikian ulasannya.

Jenderal Andika Perkasa Menjadi Kandidat Capres, Apa yang Harus Disiapkan?

Di dalam Islam, setiap manusia yang terlahir di bumi ini hakikatnya adalah seorang pemimpin. Ya, setidaknya dia menjadi sosok yang mampu memimpin dirinya sendiri.

Bagus atau tidaknya seorang pemimpin pasti akan berimbas pada siapa yang dipimpin. Oleh sebab itu, menjadi pemimpin adalah suatu amanah yang wajib dijalankan dengan baik.

Bukan hanya itu, kelak di akhirat pun pemimpin juga akan diminta pertanggung jawaban dari Allah SWT.

Lantas seperti apa sosok pemimpin yang baik menurut agama Islam? Mari simak uraiannya berikut.

1.      Beriman

Andika Perkasa

Yang pertama, sudah pasti seorang pemimpin harus beriman, bertakwa dan senantiasa menjalankan seluruh perintah Allah SWT. Serta menjauhi apa yang dilarang olehNya.

2.      Niat yang Lurus

Segala sesuatu yang kita lakukan itu dinilai oleh Allah SWT berdasarkan dari niatnya. Jika niatnya memang Lillahi Ta’ala maka yang diperoleh pun akan penuh dengan keberkahan.

Namun lain halnya apabila niat hatinya hanya untuk urusan dunia, maka kebaikan yang didapat pun hanya sebatas saat dia di dunia, akhiratnya nol atau tidak ada sama sekali.

3.      Berpegang Hukum Allah SWT

Selanjutnya, kewajiban utama seorang pemimpin adalah memegang teguh hukum yang sudah ditentukan oleh Allah SWT dalam Alquran.

Seperti yang tercantum dalam QS. Al- Maidah ayat 49 yang berbunyi:

وَاَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَاۤءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ اَنْ يَّفْتِنُوْكَ عَنْۢ بَعْضِ مَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ اِلَيْكَۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ اَنَّمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ اَنْ يُّصِيْبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوْبِهِمْ ۗوَاِنَّ كَثِيْرًا مِّنَ النَّاسِ لَفٰسِقُوْنَ

Dan hendaklah engkau memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka. Dan waspadalah terhadap mereka, jangan sampai mereka memperdayakan engkau terhadap sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah berkehendak menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sungguh, kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.

4.      Adil

Andika Perkasa

Suatu saat di akhirat kelak, seorang pemimpin akan dihisab atas setiap perbuatannya yang lalu. Kemudian, entah dia akan diselamatkan oleh keadilan yang dilakukan atau justru dijerumuskan ke neraka atas kedzalimannya.

اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (QS. An-Nahl:90)

5.      Tidak Menerima Hadiah

Menerima hadiah dari rakyat adalah suatu perkara yang tidak boleh dilakukan oleh seorang pemimpin. Karena takut pada niatnya terdapat keburukan. Entah ingin mengambil hati sang pemimpin tersebut atau hanya sekedar mendekati hatinya.

Maka dari itu, pemimpin yang menerima hadiah disebut sebagai pengkhianat.

Demikian di atas adalah ulasan mengenai kabar terbaru Andika Perkasa yang menjadi calon presiden serta apa saja yang harus disiapkan olehnya sebagai bakal pemimpin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY