cahayaislam.id – Puasa Ramadhan adalah salah satu rukun Islam yang wajib dijalani oleh umat Muslim di seluruh penjuru dunia. Namun jika tidak melaksanakannya pasti ada ganjaran tersendiri yang didapat, lalu apa dampak enggan puasa yang hukumnya wajib ini?
Ramadhan, merupakan salah satu bulan yang sangat dinantikan. Mengapa?
Sebab memiliki begitu banyak keistimewaan yang menjadi momen berharga bagi umat Muslim untuk berlomba-lomba memperbanyak amalan shalih.
Tidak sedikit keutamaan yang didapat. Mulai dari dihapuskan dosa-dosanya yang selama ini pernah diperbuat, hingga dilipat gandakan pahalanya bagi yang meningkatkan keimanan serta ketaqwaan semata-mata untuk Allah SWT.
Dampak Enggan Puasa di Bulan Ramadhan
Nah, Sobat Cahaya Islam, apa yang akan ditimpakan kepada orang tidak melakukan puasa padahal tidak adanya penghalang apapun? Apakah hanya dosa? agar tidak penasaran maka demikian ulasan lengkapnya.
1. Dosa yang Besarnya Melebihi Gunung
Apabila ada yang meninggalkan puasa sedangkan tidak ada kendala yang jelas maka sudah jelas hukumnya dosa. Tak hanya itu, bahkan bisa dikatakan bahwa dosa tersebut sangat besar melebihi gunung.
Meskipun hampir tidak ada ayat maupun hadits yang menerangkan seperti apa dosa meninggalkan puasa. Namun Allah SWT sudah menyiapkan hukuman yang sangat berat bagi orang tersebut saat di akhirat nanti.
2. Siksa di Neraka


Orang yang dengan sengaja meninggalkan puasa di bulan Ramadhan, maka termasuk golongan dari orang-orang yang merugi. Di mana kelak dia akan menjerit kesakitan karena mendapat siksa yang amat pedih.
Mulut mereka robek sampai ke telinga dengan darah yang mengalir deras. Nabi SAW mengatakan jika mereka adalah orang-orang yang sering kali berbuka puasa sebelum waktunya tiba.
Seperti hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Huzaimah, 1986. Ibnu Hibban, 7491 dari Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu anhu, dia berkata, saya mendengar Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
بينا أنا نائم إذ أتاني رجلان فأخذا بضبعيّ ( الضبع هو العضد ) فأتيا بي جبلا وعِرا ، فقالا : اصعد . فقلت : إني لا أطيقه . فقالا : إنا سنسهله لك . فصعدت حتى إذا كنت في سواء الجبل إذا بأصوات شديدة ، قلت : ما هذه الأصوات ؟ قالوا : هذا عواء أهل النار . ثم انطلق بي فإذا أنا بقوم معلقين بعراقيبهم ، مشققة أشداقهم ، تسيل أشداقهم دما ، قلت : من هؤلاء ؟ قال : هؤلاء الذين يفطرون قبل تحلة صومهم (صححه الألباني في صحيح موارد الظمآن، 1509)
“Aku bermimpi didatangi dua orang membawa pundakku. Keduanya membawaku ke gunung yang terjal. Keduanya berkata : Naiklah! Aku menjawab: “Aku tidak mampu.” Keduanya mengatakan: “Kami akan membantu memudahkanmu. Maka aku mendaki, ketika sampai di puncak gunung, tiba-tiba terdengar suara melengking keras. Aku: “Suara apa itu? Mereka menjawab: “Itu adalah suara penghuni neraka.” Kemudian dia berangkat lagi membawaku, ternyata saya dapati suatu kaum yang bergantungan tubuhnya mulutnya pecah dan mengeluarkan darah. Saya bertanya: ”Siapa mereka?” Dia berkata: “Mereka adalah orang-orang yang berbuka puasa sebelum dibolehkan (waktunya) berbuka puasa.”)
3. Diragukan Keislamannya


Sudah sering dibahas, perihal puasa Ramadhan yang termasuk dalam rukun Islam.
Maka jika ada yang dengan sengaja meninggalkannya maka dia termasuk orang yang munafik. Begitu pula, orang yang seperti ini juga diragukan tentang keislamannya.
4. Dosa yang Lebih Besar Dari Zina
Barang siapa yang dengan sengaja tidak melaksanakan ibadah puasa yang menjadi kewajiban umat Muslim ini. Maka dia akan mendapatkan dosa yang lebih besar dari berbuat zina.
Sebagaimana kita tahu, zina sendiri merupakan satu perbuatan yang dosanya berupa laknat dari Allah SWT. Pelakunya bahkan mendapat ancaman tinggal di neraka apabila sampai akhir hayatnya belum sempat bertaubat.
Ternyata, meninggalkan puasa Ramadhan dosanya lebih besar daripada ini. Akan ada akibat yang diperoleh dari kesengajaan meninggalkan kewajiban puasa Ramadhan.
Pasalnya, kita mengetahui, menjalankan ibadah puasa Ramadhan bukanlah sesuatu yang berat. Yang mana tidak ada orang mati karena melakukan puasa.
Apabila ada yang memiliki kondisi lemah dan tidak mampu pun, maka ada kompensasi yakni berupa qadha dan juga fidyah.
Sesungguhnya Allah SWT tidak akan membebankan suatu kewajiban apabila diluar kemampuan hambaNya.
Demikian di atas merupakan ulasan mengenai dampak enggan puasa di bulan Ramadhan yang harus senantiasa kita hindari. Sebab ada banyak akibat yang bisa didapatkan baik saat masih di dunia maupun setelah kematiannya di akhirat kelak.































