Cahayaislam.id – Konflik datang dari Aktor Indonesia, yakni Irwansyah ditipu oleh adiknya sendiri, Hafiz Fatur.
Masalah ini pun kian memanas karena dinilai merugikan Irwansyah dan juga sang istri, Zaskia Sungkar.
Pada sebelumnya, kerugian sudah dialami oleh Irwansyah sebesar Rp.5 Miliar.
Irwansyah menjelaskan bahwa ia telah susah payah mengumpulkan uang tersebut dari jobnya di dunia entertainment.
Namun kini harus ia tanggung kerugian dengan jumlah yang sangat besar itu lantaran karena ditipu oleh adiknya tersebut.
Sedangkan Hafiz Fatur telah dilaporkan ke pihak berwajib terkait kasus pemalsuan dokumen.
Yang mana awalnya Irwansyah dan Zaskia tiba-tiba mendapatkan surat tagihan dari bank atas kredit yang tidak ia ketahui.
Padahal keduanya mengaku tidak mengajukan kredit apapun pada bank yang bersangkutan itu.
Kemudian melalui penagihan itu pun Irwansyah baru menyadari bahwa adik kandungnya itu yang telah mengagunkan sebagian aset miliknya.
Hafiz Catur mengagunkan aset milik kakaknya tersebut melalui sertifikat yang dititipkan di rumah sang orang tua.
Nama Irwansyah digunakan untuk mengajukan kredit bahkan tanda tangan dari Zaskia Sungkar pun juga dipalsukan.
Hingga saat ini kasus ini masih terus dilakukan penyelidikan.
Hafiz Catur sendiri kini tengah diburu polisi keberadaannya karena ditambah kasus korupsi yang merugikan negara demi kepentingan pribadinya.
Lantas, tahukah Anda, Sobat Cahaya Islam? Bagaimana pandangan agama kita ini terhadap para penipu sesama muslim?
Mari kita simak ulasannya berikut di bawah ini.
Irwansyah Ditipu Adiknya Sendiri, Bagaimana Kaitannya dengan Islam?
Kasus di mana Irwansyah ditipu oleh Hafiz Catur membuat kita sejenak berpikir akan pandangan Islam terhadap hal penipuan yang merugikan salah seorang pihak ini.
Dalam agama Islam, melakukan tipu daya, baik dalam jual beli, kerajinan tangan, sewa menyewa, bahkan hingga penggadaian semua hukumnya adalah haram.
Hal ini termasuk perbuatan yang memiliki nila dosa sangat besar. Seperti hadits yang berbunyi:
“Barangsiapa yang menipu, maka ia tidak termasuk golongan kami. Orang yang berbuat makar dan pengelabuan, tempatnya di neraka” (HR. Ibnu Hibban 2: 326. Hadits ini shahih sebagaimana kata Syaikh Al Albani dalam Ash Shahihah no. 1058).
Kerugian yang diperoleh dari melakukan penipuan:
1. Hilangnya Amanah
Orang yang menipu akan keilangan amanah dan juga rasa kepercayaan dari orang lain.
Hal ini karena orang yang mengetahui bahwa si penipu pernah melakukan pengkhianatan dan bersikap munafik maka orang tersebut tidak mau lagi berurusan apapun dengannya.
2. Kotor dan Haram
Uang atau hasil apapun yang didapat dari perbuatan menipu maka nilainya adalah kotor dan hukumnya adalah haram.


Kita tahu bahwa menipu merupakan suatu kebohongan yang digunakan untuk merugikan orang lain demi keuntungan diri sendiri.
Maka tentu saja hal ini termasuk suatu perbuatan dosa yang dilarang oleh Allah SWT.
3. Jauh dari Allah SWT
Menipu tidak akan pernah membuat orang tersebut bertambah derajatnya, melainkan akan membuatnya semakin jauh dari Allah SWT.


Orang yang menipu lebih mudah melupakan Allah sehingga berani melakukan perbuatan tercela itu tanpa berpikir dosa dan azab yang akan diberikan Allah padanya.
Demikian di atas merupakan kabar terkini Irwansyah ditipu oleh adiknya sendiri dan juga seperti apa pandangan agama Islam terhadap kasus penipuan tersebut.
































