3 Tingkatan Orang Puasa, Mana Yang Terbaik?

0
61
Tingkatan orang Puasa

cahayaislam.id – Tingkatan orang Puasa itu berbeda-beda. Yakni ada tingkatan dari mulai yang terendah hingga yang tertinggi, di mana masing-masingnya mempunyai implikasi hukum yang tidak sama.

Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (QS. Al-Baqarah:183)

Kita sering mendengar istilah puasa, di mana itu merupakan satu ibadah yang mewajibkan kita untuk menahan dari segala hal yang bisa membatalkan puasa.

Setiap melakukannya, ada niat tertentu yang menjadi kewajiban untuk dikerjakan oleh umat muslim, yakni yang sehat, serta suci dari haid dan nifas.

Nah, Sobat Cahaya Islam setelah kita mengetahui apa pengertian dan hukum melakukan puasa Ramadhan maka hal yang tak kalah penting lainnya adalah mengetahui tingkatan bagi orang yang puasa.

3 Tingkatan Orang Puasa, Mana Yang Terbaik?

Menurut Imam Ghazali, di dalam kitabnya Ihya Ulumuddin diterangkan bahwa adanya 3 tingkatan bagi orang yang puasa.

Ketiganya ini bagaikan sebuah tingkatan tangga yang menarik orang berpuasa supaya bisa mencapai tingkatan yang paling  tinggi. Apa saja?

1.      Puasa Orang Awam

Tingkatan orang Puasa

Yang pertama, puasa level ini disebut juga dengan shaumul umum atau puasanya orang yang masih awam.

Pada level puasa ini, biasanya dilakukan oleh kebanyakan orang yang sudah mengartikannya menjadi kebiasaan umum.

Mengerjakannya pun hanya sebatas menahan diri dari rasa lapar dan dahaga, serta mengendalikan nafsu dari hal-hal yang bisa membuat batal puasa.

2.      Puasa Orang Khusus

Yang kedua, tingkatan puasa yang ini disebut dengan shaumul khusus atau puasanya orang-orang yang memiliki keistimewaan.

Sebab, puasa bagi mereka bukan hanya menjalankan ibadah dengan menahan lapar dan haus namun lebih dari itu.

Mereka beribadah puasa, namun juga menjaga pendengaran, penglihatan, lisan, tangan, kaki serta seluruh anggota tubuhnya dari melakukan perbuatan dosa dan maksiat.

Contohnya, mulutnya tidak hanya ditahannya dari mengunyah makanan namun juga menahannya agar tidak sampai menggunjing, ghibah, apalagi memfitnah orang lain.

Di zaman sekarang, lebih tepatnya bukan mulut namun jari-jari tangan.

Di mana mereka bisa menjaganya agar tidak sampai menulis hal-hal buruk di media sosial yang bisa menjatuhkannya ke dalam liang dosa padahal sedang berpuasa.

Pada kategori kedua ini, adalah puasa milik orang-orang yang shalih.

3.      Puasa Orang Super Khusus

Tingkatan orang Puasa

Yang terakhir, adalah level tertinggi dari orang berpuasa. Yakni disebut dengan shaumul khususil khusus. Di mana orang mengerjakannya benar-benar yang paling istimewa.

Mereka tidak hanya menahan dirinya dari maksiat, namun juga memelihara hatinya dari keraguan terkait hal-hal keakhiratan.

Menahan pikirannya dari urusan duniawi belaka, serta menjaga diri dari berpikir yang selain Allah SWT. Kategori ini, adalah puasanya para nabi, shiddiqin, dan muqarrabin.

Bahkan standar batalnya puasa bagi golongan ini sangatlah tinggi.

Yaitu apabila sempat terbesit dalam hati maupun pikirannya tentang selain Allah SWT maka nilai ibadahnya dianggap berkurang dan puasanya menjadi batal.

Contohnya saja, memikirkan harta maupun kekayaan yang menjadi urusan dunia dan bukan akhirat.

Nah, Sobat, lantas sudah sampai mana tingkatan puasa kita hingga saat ini?

Demikian di atas adalah ulasan mengenai tingkatan orang puasa sebagaimana dijelaskan oleh Imam Al-Ghazali.

Tujuannya tidak lain adalah agar di setiap tahunnya kita bisa menaiki tangga yang lebih tinggi dalam meningkatkan kualitas ibadah puasa kita di bulan Ramadhan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY