3 Dampak Buruk FF Bagi Anak-anak, Orang Tua Harus Tahu

0
2107
FF

FF – Beberapa hari yang lalu game FF atau Free Fire merilis aplikasi baru yaitu FF Max. Namun saat ini game FF Max belum bisa didownload. FF menjadi salah satu game favorit dan banyak didownload oleh pecinta game di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri game FF sudah menjamur, muncul gamers yang mengisi konten youtube mereka dengan bermain game salah satunya adalah game FF ini.

Sobat Cahaya Islam, pecinta game tidak hanya dari kalangan orang dewasa saja. Tetapi mulai dari remaja bahkan anak-anak yang masih duduk di bangku SD pun kini mengenal game online. Selain FF, game serupa seperti PUBG juga tidak kalah banyak peminatnya. Ini menjadi fenomena yang harus mulai diwaspadai oleh para orang tua. Sebab dengan adanya game online dan anak-anak yang masih sekolah daring, ditakutkan menjadikan anak-anak semakin malas untuk belajar.

Seiring berkembangnya waktu, tekhnologi yang di tawarkan oleh global juga semakin banyak. Salah satunya game FF Max, game terbaru ini muncul bukan tidak lain karena semakin majunya tekhnologi. Dengan begitu maka umat manusia semakin dipermudah dalam urusan dunianya. Namun jika tidak bisa menyeimbangkan akan terbawa arus tekhnologi yang menggila ini.

Fenomena Game Online FF

Sobat Cahaya Islam, jika dahulu anak-anak yanng ingin bermain game online mereka hraus datang ke warung ps untuk memainkannya. Tetapi sekarang tidak perlu, dari gadget game online ini bisa di dapatkan dengan mudah. Begitu mudahnya dalam mendownload sebuah permainan. Ini harus menjadi perhatian penting bagi orang-orang dewasa khusunya adalah orang tua.

Game online yang dapat dengan mudah diakses, menjadikan mereka kecanduan dan malas untuk melakukan aktivitas. Sudah ada survey yang membenarkan bahwa kecanduan gadget apalagi game online itu sangat berbahaya. Bisa merusa mental dan otak si pecandu game online tersebut. Gadget diberikan bukan untuk bermain game tetapi untuk menunjang pendidikan anak. Apalagi disaat pandemi seperti ini.

Menjadi oranng tua memang bukan hal yang mudah. Disisi lain gadget juga perlu untuk keperluan sekolah anak, tetapi disisi lain gadget tidak digunakan sebagaimana mestinya oleh si anak. Maka dari itu perlu adanya pengawasan yang ketat dari para orang tua untuk selalu memperhatikan aktivitas anak-anaknya.

Nasib Anak-Anak Yang Kecanduan Game Online Termasuk FF

Sobat Cahaya Islam, diberita sering sekali muncul tentang anak yang kecanduan game online. Efeknya sangat serius dan tidak main-main, fenomena ini menjadi perhatian penting seluruh elemen masyarakat hingga pemerintah. Beberapa dampak yang diperoleh akibat kecanduan game online :

1. Kehilangan Konsentrasi

Menurut penelitian anak yang telah kecanduan game online, memiliki konsentrasi yang minim. Ini diakibatkan didalam otaknya memilki perubahan jika discan dengan MRI, maka bentuk otak anak yang normal dan otak anak yang adiksi dengan game online tersebut akan terlihat berbeda.

2. Minim Akses Sosial

Game online menjadikan anak pribadi yang minim akses sosial. Akses sosial ini misal seperti tidak bertegur sapa, kepada orang tua pun yang notabene nya tinggal serumah. Hal ini menjadikan anak kurang dalam sosialisasi.

3. Mudah Marah

Sudah banyak penelitian yang mengatakan jika game online yang sudah menjadi candu kepada anak-anak, menjadikan mereka mudah tersinggung dan marah. Ini diakibatkan konsentrasi mereka hanya kepada game online saja.

FF

Selain hal-hal tersebut game online yang sudah sangat menjamur ini, menjadikan anak-anak semakin boros dan tindak kriminal yang dilakukan oleh anak semakin tinggi. Itu sebabnya game online dalam melakukan pembelian suatu item harus dengan top up. Dan top up membutuhkan uang. Sudah ada kejadian yang viral beberapa bulan yang lalu anak melakukan top up game online hingga 2.000.000 rupiah.

Allah berfirman :

قُلْ يَٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَٰبِ لَا تَغْلُوا۟ فِى دِينِكُمْ غَيْرَ ٱلْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعُوٓا۟ أَهْوَآءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا۟ مِن قَبْلُ وَأَضَلُّوا۟ كَثِيرًا وَضَلُّوا۟ عَن سَوَآءِ ٱلسَّبِيلِ

Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus”. (Qs Al Ma’dah :77)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY