Wala dan bara dalam Islam memiliki pengertian yang berbeda. Namun, konsep akidahnya sama karena harus menjauhi hal yang haram dan mendekatkan diri kepada yang halal.
Sobat Cahaya Islam, wala berarti loyalitas dan kecintaan serta berasal dari kata fi’il waliya yang memiliki arti dekat. Wala merupakan kaum Muslimin yang suka membantu dan menolong musuh mereka dan satu rumah dengan mereka.
Sedangkan bara berasal dari kata bara’ah yang memiliki arti memutus atau memotong. Hal ini berarti memutus hubungan atau ikatan terhadap orang kafir, sehingga tidak lagi mencintai mereka, bahkan tidak membantu, menolong, dan satu rumah dengan mereka.
Orang yang Berhak Mendapatkan Wala dan Bara Dalam Islam
Sobat Cahaya Islam terdapat beberapa orang yang berhak mendapatkan wala dan bara dalam Islam:
1.Orang yang mendapatkan wala secara mutlak: orang beriman hanya kepada Allah dan Rasul serta telah menjalankan kewajiban dan meninggalkan semua larangan serta dapat menjaga tauhidnya.
2.Orang yang mendapat wala dan bara dari satu segi: orang Muslim yang pernah bermaksiat, mengabaikan kewajiban dan melakukan hal yang haram.
3. Orang yang mendapat bara secara mutlak: orang Musyrik dan kafir serta Muslim yang Murtad serta melakukan hal syirik seperti meninggalkan ibadah dan hal lain yang menjurus terhadap dosa.
Tanda atau Hak Dalam Melakukan Wala
1. Hijrah
Umat Muslim yang telah memutuskan untuk menjauh dari lingkungan kafir yang penuh kezaliman, kemusyrikan dan masuk ke lingkungan Islami. Sobat Cahaya Islam yang melakukan hijrah bisa untuk tetap beriman dan menjauhi larangan.
إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ كُنتُمْ ۖ قَالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الْأَرْضِ ۚ قَالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا ۚ فَأُولَٰئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا إِلَّا الْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ لَا يَسْتَطِيعُونَ حِيلَةً وَلَا يَهْتَدُونَ سَبِيلًافَأُولَٰئِكَ عَسَى اللَّهُ أَن يَعْفُوَ عَنْهُمْ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَفُوًّا غَفُورًا
“Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan Malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) Malaikat bertanya: ‘Dalam keadaan bagaimana kamu ini?’ Mereka menjawab: ‘Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Makkah).’ Para malaikat berkata: ‘Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?’ Orang-orang itu tempatnya Neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruknya tempat kembali.’ Kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah). Mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Dan adalah Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.” [An-Nisaa/4: 97- 99]
2. Mencintai Saudara Muslim
Islam termasuk agama yang cintai damai. Oleh karena itu, wajib untuk mencintai sesama saudara Muslim dan menjauhi pertikaian.
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا
“Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama dengan orang-orang yang menyeru Rabb-nya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) meng-harapkan perhiasan kehidupan dunia…” [Al-Kahfi/18: 28]
3. Menjaga Kehormatan Sesama Muslim
Sobat Cahaya Islam harus bisa menjaga kehormatan sesama Muslim dengan tidak merendahkan, mengejek, atau melakukan ghibah yang menjurus pada pertikaian. Selain itu, harus bisa untuk membantu orang yang terkena musibah, dan tidak saling memakan harta.
Tanda atau Hak Dalam Melakukan Bara
1. Menjauhi Kesyirikan
Sobat Cahaya Islam perlu untuk menjauhi kesyirikan karena orang yang beriman akan menganggap perbuatan syirik sebagai hal yang tidak patut dilakukan karena dapat menjerumuskan terhadap dosa.
2. Tidak Mengangkat Orang Kafir Sebagai Pemimpin
Umat Muslim yang ingin melakukan bara sebaiknya tidak menjadikan orang kafir sebagai pemimpin. Terutama dijadikan orang kepercayaan untuk bisa menjaga rahasia dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan sekiranya penting karena perlu adanya amanah.
3. Tidak Bergaul dengan Orang Kafir
Bergaul dengan orang kafir dan menyesatkan akan menjerumuskan untuk melakukan dosa. Misalnya, lingkungan orang kafir selalu mabuk atau melakukan perbuatan haram. Maka, anda bisa saja nantinya akan ikut dampaknya. Sehingga, jangan sampai meniru hal yang dilakukannya.
Setiap umat Muslim harus mengerti tentang prinsip 2 akidah ini. Sehingga, dapat menghindari perbuatan buruk yang menimbulkan dosa. Wala dan bara dalam Islam mengajarkan agar selalu senantiasa membantu dan mencintai umat Muslim dan menghormati non Muslim.
































