Wahyu terakhir yang diturunkan kepada nabi muhammad – Sebelum meninggal dunia, nabi muhammad menerima wahyu untuk terakhir kalinya. Beliau menerim wahyu dari Allah saat menjalankan Haji Wada’ atau Haji Perpisahan. Dinamakan haji Perpisahan karena haji tersebut adalah ibadah haji terakhir sebelum wafatnya Rasulullah SAW.
Sobat Cahaya Islam, apakah ada yang tahu isi wahyu yang Rasulullah terima saat itu? Bagi yang belum tahu, Sobat bisa buka Surat Al-Maidah ayat 3. Ayat inilah yang dimaksud sebagai wahyu terakhir yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Surat Al Maidah ayat 3 merupakan wahyu terakhir yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saat melaksanakan haji wada’. Dinamakan haji wada’ karena haji tersebut adalah haji terakhir Nabi Muhammad, sehingga disebut haji perpisahan. Wahyu itu disampaikan oleh Nabi ketika berada di Arafah saat melakukan wukuf.
“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”1
4 Pesan Penting dari Wahyu Terakhir yang Diturunkan Kepada Nabi Muhammad
Sobat Cahaya Islam, dari ayat di atas kita bisa mendapatkan 4 poin penjelasan penting. Apa saja?
1. Jenis Makanan yang Diharamkan
Sobat, kita cek lagi bagian awal dari Surat Al Maidah ayat 3 ini. Di situ dikatakan bahwa haram bagi kita umat islam untuk mengonsumsi bangkai, darah, daging babi, daging hewan yang disembelih bukan atas nama Allah, yang mati karena terjatuh, ditanduk, diserang hewan buas lainnya, dan daging hewan yang disembelih dengan alasan untuk persembahan berhala.


Jadi, berdasarkan ayat ini, ada 2 kategori daging yang haram untuk kita makan. Berikut 2 kategori tersebut.
– Haram karena zatnya, yaitu daging babi, darah, dan bangkai
– Haram karena sebabnya. Yaitu daging dari hewan yang mati karena terjatuh, ditanduk hewan lain, diterkam hewan buas, daging untuk berhala, dan daging dari hewan yang disembelih tanpa menyebut nama Allah.
2. Larangan Mengundi Nasib dengan Anak Panah
Ayat ini keluar karena saat itu masih marak pengundian nasib menggunakan anak panah. Jika Sobat lihat, cara ini jelas tidak adil. Misalnya, pengundian mendapatkan hewan kurban. Orang yang anak panahnya tepat sasaran maka akan mendapat banyak porsi, sedangkan yang tidak kena, porsinya sedikit bahkan tidak dapat.
Sudah sangat jelas bukan, bahwa ini sangat tidak adil. Oleh karena itu Allah menurunkan ayat ini agar orang-orang tidak melakukan tradisi yang merugikan.
3. Islam adalah Agama yang Sempurna
“Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.”
Ayat ini juga merupakan sebuah pesan kepada kaum muslimin agar tetap berpegang teguh pada agama Islam. Allah sudah menyempurnakan agama Islam, sehingga tidak ada agama yang lain yang sesempurna Islam. Demikian pula, Nabi Muhammad sebagai Nabi sekaligus Rasul terakhir.
4. Makanan Haram Boleh Dimakan dalam Keadaan Terpaksa
Allah SWT telah menyebutkan makanan yang haram untuk dikonsumsi. Meskipun demikian Allah membolehkan makan makanan yang haram untuk dimakan dengan catatan, orang tersebut dalam keadaan yang sangat mendesak dan tidak ada makanan halal yang bisa dimakan.


Hukumnya adalah boleh makan makanan haram karena untuk bertahan hidup. Tetapi jangan berlebihan, makan secukupnya untuk sekedar bertahan hidup saja.
Sobat Cahaya Islam, itulah 4 poin utama dari Surat Al-Maidah ayat 3 sebagai wahyu terakhir yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Semoga kita selalu belajar dan mengamalkan setiap ayat maupun hadits yang Allah sampaikan kepada seluruh umat manusia melalui Nabiyullah Muhammad SAW. Aamiinn.
- Surat Al-Maidah ayat 3 ↩︎





























