Unisba Ricuh, Polisi Dituding Intimidasi Demonstran dan Satpam, Begini Hukum Intimidasi Menurut Islam

0
22

Unisba – Insiden kericuhan demonstran dan aparat kepolisian yang terjadi di kampus Universitas Islam Bandung (Unisba), Jalan Tamansari, Rabu (7/8/2020) malam mendapat kecaman dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung. Pihaknya mengatakan dalam insiden tersebut polisi sudah melakukan intimidasi terhadap ratusan pendemo dan pihak keamanan kampus.

LBH mengaku laporan tersebut di dapat dari massa yang terjaring polisi. Sedikitnya ada 70 aduan demonstran yang diketahui mendapat intimidasi berupa kekerasan verbal, fisik, pengejaran, perampasan barang pribadi, penangkapan sewenang-wenang dan perlakukan buruk lainnya.

Tidak hanya perlakuan intimidasi, polisi juga dituding merusak fasilitas umum di Kampus Unisba. Disebutkan Kepala Sekuriti Unisba Asep Heri sejumlah fasilitas yang rusak salah satunya kaca pos Satpam yang diduga terkena tembakan gas air mata, terbukti ditemukannya sejumlah selongsong gas air mata.

Saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan korban di Polrestabes Bandung. Sementara  LBH sudah melakukan koordinasi dan pendampingan dengan keluarga korban. LBH akan memastikan pihaknya akan terus mengawal dan memberikan pendampingan hukum pada demonstran yang mengalami intimidasi dari aparat kepolisian.

Sobat Cahaya Islam, tindakan mengancam, meneror atau mengintimidasi dalam kepentingan apapun termasuk dalam kepentingan politik merupakan tindakan tercela dalam agama Islam. Bahkan menakut-nakuti seseorang dalam bentuk candaan pun tidak diperkenankan oleh Rasulullah SAW.

Polisi Dituding Intimidasi Para Demonstran dan Keamanan di Unisba, Ini Hukum Intimidasi Menurut Islam

Rasulullah SAW dalam sabdanya mengatakan bahwa tindakan menakut-nakuti, meneror, mengancam atau mengintimidasi merupakan tindakan yang dilarang Islam. Seperti dalam hadist riwayat Imam Bukhari dan Muslim:

وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُشِيرُ أَحَدُكُمْ إِلَى أَخِيهِ بِالسِّلَاحِ فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي أَحَدُكُمْ لَعَلَّ الشَّيْطَانَ يَنْزِعُ فِي يَدِهِ فَيَقَعُ فِي حُفْرَةٍ مِنْ النَّارِ

Artinya, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Janganlah salah seorang kalian mengarahkan [mengacungkan] senjata ke saudaranya karena ia tidak tahu bisa jadi setan mencabut senjata itu dari tangannya sehingga ia jatuh ke lubang neraka”( HR Bukhari dan Muslim:4742)

Rasulullah SAW menegaskan bahwa tindakan intimidasi merupakan tindakan tercela. Sebagaimana dalam riwayat Imam At-Thabarani berikut ini yang menyebut dengan jelas ganjaran bagi pelaku intimidasi.

. عن عبد الله بن عمر قال سَمِعْتُ رسولَ الله صلى الله عليه و سلم يقول مَنْ أَخَافَ مُؤْمِنًا بِغَيْرِ حَقٍّ كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ أَنْ لَا يُؤَمِّنَهُ مِنْ أَفْزَاعِ يَوْمِ القِيَامَةِ

Artinya, “Dari Ibnu Umar RA, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Siapa saja yang menakut-nakuti [intimidasi atau meneror] orang yang beriman tanpa hak, maka Allah berhak untuk tidak menjamin keamanan baginya dari ketakutan di hari kiamat”  (HR At-Thabarani:9298)

Stop Intimidasi dan Kenali Jenis-jenisnya

Dari riwayat di atas dijelaskan bahwa pandangan Islam terhadap intimidasi demi tujuan tertentu adalah dilarang. Maka perbuatan ini harus dihentikan karena melanggar agama dan UU. Tujuan apapun termasuk politik harus diwujudkan dengan cara yang baik sesuai dengan nilai-nilai agama dan hukum yang berlaku di Indonesia.

Ada banyak jenis intimidasi yang banyak terjadi saat ini, berikut jenis-jenis intimidasi yang patut diwaspadai:

1. Intimidasi Fisik

Intimidasi fisik adalah intimidasi yang paling parah dan kejam karena melibatkan fisik. Seperti melukai tubuh dengan cara dipukul atau ditendang yang bisa saja memberikan efek jangka panjang  bagi korbannya.

2. Intimidasi Verbal

Meski tidak separah intimidasi fisik, namun seseorang yang mengatakan kata-kata kasar, menggoda, memanggil nama dengan sebutan yang tidak pantas, mengejek atau pun menghina merupakan tindakan kekerasan yang perlu diwaspadai dan ditindak tegas.

3. Perundungan Sosial

Perundungan sosial merupakan penindasan yang merusak reputasi seseorang. Contohnya seperti memfitnah, mempermalukan orang di depan umum, atau punmengucilkan orang.

4. Cyber Bullying

Cyber bullying atau perundungan di dunia maya adalah kekerasan yang dilakukan melalui teknologi digital. Contohnya seperti memberikan komentar tidak pantas di media sosial, mengunggah gambar atau video yang tidak pantas, menyudutkan seseorang atau pihak tertentu.

5. Pelecehan Seksual

Pelecehan seksual merupakan salah satu bentuk intimidasi yang berbahaya dan merendahkan seseorang. Contohnya seperti mengunggah materi pornografi di media sosial, mengancam seseorang untuk berbuat tak senonoh melalui media sosial.

Sobat Cahaya Islam apapun tujuannya, jika menggunakan tindakan kekerasan atau intimidasi maka ia telah melanggar hukum agama dan negara. Intimidasi juga berdampak pada berkurangnya demokrasi di sebuah negara, terutama intimidasi yang dilakukan oleh aparat.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!