Hukum Tidur Setelah Ashar Bagaimana dalam Islam?

0
485
tidur setelah Ashar

Tidur setelah Ashar – Sobat Cahaya Islam, sebagian dari kita mungkin pernah mendengar bahwa hukum tidur setelah Ashar tidaklah baik. Ada yang mengatakan bisa menyebabkan malas, rezeki seret, bahkan membuat pikiran menjadi linglung.

Namun, bagaimana sebenarnya pandangan syariat Islam mengenai tidur di waktu Ashar? Apakah benar ada larangan khusus ataukah hanya sebuah kebiasaan yang kurang baik? Mari kita bahas bersama secara rinci agar kita bisa mengambil hikmah dan menjalankan kehidupan sesuai tuntunan Islam.

Tidur dalam Pandangan Islam

Sobat, pada dasarnya tidur adalah nikmat dari Allah ﷻ yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Dalam Al-Qur’an, Allah menyebutkan bahwa tidur adalah tanda kebesaran-Nya.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari, dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.” 1

Ayat ini menjelaskan bahwa tidur adalah kebutuhan manusia, baik di malam hari maupun sebagian siang. Namun, Islam juga mengajarkan keseimbangan: jangan sampai tidur membuat kita lalai dari ibadah atau kewajiban lain.

Hukum Tidur Setelah Ashar Menurut Ulama

Sobat Cahaya Islam, perlu diketahui bahwa tidak ada dalil yang secara tegas melarang tidur setelah Ashar. Namun, sebagian ulama menyebutkan bahwa tidur di waktu ini termasuk makruh karena lebih banyak membawa mudarat daripada manfaat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidur pagi itu menghalangi sebagian dari rezeki.” 2

Meskipun hadits ini lebih sering dikaitkan dengan tidur pagi setelah Subuh, sebagian ulama memperluas maknanya, bahwa tidur di waktu-waktu produktif, termasuk setelah Ashar, dapat mengurangi semangat mencari rezeki.

1. Dampak Negatif Tidur Setelah Ashar

Sobat, banyak pengalaman yang menunjukkan bahwa tidur setelah Ashar sering membuat tubuh terasa lemas, kepala pusing, dan pikiran tidak segar. Kondisi ini bisa mengurangi produktivitas dan menghalangi kita untuk beribadah dengan semangat.

Selain itu, tidur di waktu sore juga bisa mengganggu pola tidur malam, sehingga tubuh menjadi kurang fit. Karena itulah, para ulama lebih menyarankan agar waktu setelah Ashar digunakan untuk dzikir, membaca Al-Qur’an, atau menyelesaikan pekerjaan yang tertunda.

tidur setelah Ashar

2. Waktu yang Lebih Baik untuk Tidur Siang

Sobat Cahaya Islam, Islam justru menganjurkan tidur sejenak di waktu siang yang disebut dengan qailulah. Rasulullah ﷺ sendiri biasa tidur sejenak sebelum masuk waktu Zhuhur atau setelah Zhuhur, agar tubuh kembali segar untuk beribadah malam hari.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidurlah sejenak di siang hari, karena setan tidak tidur siang.” 3

Dari hadits ini, kita bisa mengambil pelajaran bahwa tidur siang memang baik, tetapi waktunya bukan setelah Ashar, melainkan sebelum atau sesudah Zhuhur.

3. Mengisi Waktu Ashar dengan Amalan Produktif

Sobat, alangkah indahnya jika waktu setelah Ashar kita isi dengan hal-hal bermanfaat. Misalnya, memperbanyak dzikir sore, membaca Al-Qur’an, bersilaturahmi, atau bahkan bekerja untuk menafkahi keluarga. Dengan begitu, kita bisa meraih keberkahan waktu.

Allah ﷻ berfirman:

“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.” 4

Ayat ini mengingatkan kita bahwa waktu adalah amanah yang harus diisi dengan amal bermanfaat, bukan dihabiskan dengan tidur tanpa alasan yang jelas.

Sobat Cahaya Islam, dari penjelasan di atas kita bisa menyimpulkan bahwa hukum tidur setelah Ashar tidaklah haram, tetapi sebaiknya dihindari karena lebih banyak mendatangkan mudarat. Islam menganjurkan umatnya untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, terutama di sore hari yang penuh keberkahan.

Maka, mari kita biasakan diri untuk mengisi waktu setelah Ashar dengan dzikir, membaca Al-Qur’an, atau aktivitas produktif lainnya. Dengan begitu, hidup kita akan lebih bermakna, penuh energi, dan mendapat keberkahan dari Allah ﷻ.


  1. (QS. Ar-Rum: 23) ↩︎
  2. (HR. Ahmad No. 1210, dinilai hasan oleh sebagian ulama) ↩︎
  3. (HR. Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Awsath No. 5109) ↩︎
  4. (QS. Al-‘Asr: 1-3) ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY