Saling Mengingatkan dalam Kebaikan, Tanda Cinta karena Allah

1
819
Saling Mengingatkan dalam Kebaikan

Saling Mengingatkan dalam Kebaikan – Sobat Cahaya Islam, dalam kehidupan ini, manusia pasti pernah lupa, lengah, atau lalai dalam menjalankan kebaikan. Di sinilah pentingnya saling mengingatkan antar sesama Muslim. Sebab, saling menasihati bukanlah bentuk merasa lebih baik, tetapi tanda cinta karena Allah Ta’ala.

Saling Mengingatkan dalam kebaikan dan Menasehati dalam Kesabaran

Jika ada saudara muslim kita yang lupa dalam hal kebaikan seperti ibadah atau amal sholih lainnya, maka hendaknya kita mengingatkannya. Selain itu, jika ada orang lain yang mendapat ujian, adalah kewajiban kita untuk menasehati agar ia bersabar dalam menghadapinya.

Allah berfirman:

وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“Dan mereka saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran.” (1)

Ayat ini menegaskan bahwa orang-orang yang tidak merugi di dunia dan akhirat adalah mereka yang beriman, beramal shalih, dan saling menasihati dalam kebenaran serta kesabaran. Maka, menjadi kewajiban kita untuk mengingatkan saudara kita ketika ia mulai jauh dari kebaikan, bukan malah membiarkannya.

Mengapa hal ini begitu penting? Karena Rasulullah ﷺ bersabda:

الدِّينُ النَّصِيحَةُ

“Agama itu adalah nasihat.” (2)

Lalu kami berkata, “Untuk siapa, wahai Rasulullah?”

Mengingatkan dengan Cara yang Baik

Nasihat bukan sekadar ucapan, tapi juga tindakan yang menunjukkan perhatian. Saat saudara kita lupa shalat, berbicara kasar, atau mulai malas beribadah, maka kewajiban kita adalah mengingatkannya dengan cara yang baik dan hikmah.

Namun, mengingatkan harus dilakukan dengan adab. Allah berfirman:

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik.” (3)

Kita tidak boleh mencela, menghakimi, apalagi mempermalukan orang yang sedang kita ingatkan. Sebaliknya, gunakan kalimat lembut dan penuh kasih sayang. Sebab nasihat yang keras justru membuat orang lari dari kebenaran.

Tugas Kita Hanya Mengingatkan

Sobat Cahaya Islam, ketika kita mengingatkan orang lain, bisa jadi justru itu cara Allah menyelamatkan kita. Sebab yang memberi hidayah hanyalah Allah, dan tugas kita adalah menyampaikan. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

“Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala orang yang melakukannya.” (4)

Bayangkan jika kita mengingatkan seseorang yang lupa shalat, dan ia kemudian kembali shalat. Selama ia terus melaksanakan shalat, kita ikut mendapatkan pahalanya. Inilah investasi akhirat yang sangat menguntungkan.

Namun, tidak semua nasihat langsung diterima. Kita harus bersabar jika ditolak atau dicemooh. Allah telah berfirman:

وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ

“Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka katakan.” (5)

Jangan lelah mengingatkan, sebab kita tidak tahu nasihat mana yang akan mengetuk hati seseorang. Bahkan, mungkin bukan nasihat kita yang mengubah seseorang, tetapi Allah menggerakkan hatinya melalui ucapan kita yang tulus.

Mari jadikan semangat saling menasihati ini sebagai bukti cinta karena Allah. Bukan untuk merasa lebih baik, melainkan karena ingin bersama-sama dalam kebaikan menuju surga-Nya.


Referensi:

(1) QS. Al-‘Ashr: 3

(2) HR. Muslim no. 55

(3) QS. An-Nahl: 125

(4) HR. Muslim no. 1893

(5) QS. Thaha: 130

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY