Pamer lekuk tubuh – Sobat Cahaya Islam, fenomena pamer lekuk tubuh meski berhijab semakin sering muncul di media sosial. Banyak muslimah memakai hijab, tetapi berpadu dengan pakaian ketat yang menonjolkan bentuk tubuh. Hal ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat tentang apakah hijab sudah cukup tanpa memperhatikan jenis pakaian yang kita pakai?
Di sisi lain, budaya digital membuat sebagian muslimah lebih fokus pada estetika dan tren fesyen daripada tujuan utama berhijab, yaitu menutup aurat dengan sopan dan menjaga kehormatan.
Bagaimana Pandangan Islam Tentang Pamer Lekuk Tubuh Meski Berhijab?
Jika Sobat melihat lebih dekat ajaran Islam, syariat menjelaskan dengan sangat jelas tentang pakaian yang seharusnya seorang muslimah kenakan. Rasulullah SAW bersabda tentang wanita yang “berpakaian namun telanjang”, sebagai salah satu golongan yang tidak akan mencium bau surga.
Fenomena ini bukan hanya soal gaya, tetapi menyangkut kesadaran spiritual, kesehatan hati, hingga marwah seorang muslimah. Berikut beberapa alasan pentingnya memperhatikan pakaian secara benar:
1. Pakaian Ketat Dapat Menghilangkan Tujuan Syariat Hijab
Banyak muslimah tidak sadar bahwa pakaian ketat dapat membuat tubuh tetap tampak meski sudah tertutup kain. Dua hal pokok yang wajib bagi muslimah adalah menutup aurat dan tidak menonjolkan bentuk tubuh. Ketika pakaian terlalu ketat, tujuan ini otomatis hilang. Rasulullah SAW bersabda:
“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (1) suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (2) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surge dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)
Dalam satu sisi, wanita mungkin merasa sudah memenuhi kewajiban berhijab karena memakai jilbab. Namun ketika bentuk tubuh masih terlihat jelas, hijab tersebut tidak menjalankan fungsi utamanya.
Akhirnya, hijab hanya menjadi simbol, bukan lagi wujud ketaatan. Bahkan sebagian ulama menilai ini lebih berbahaya karena tampak seolah-olah sudah patuh, padahal belum.
2. Pamer Lekuk Tubuh Bisa Memancing Fitnah dan Gangguan
Islam menjaga kehormatan wanita dengan sangat mulia. Salah satu tujuannya adalah mencegah fitnah yang bisa muncul dari pandangan yang tidak seharusnya. Ketika seorang muslimah memakai pakaian ketat yang memperlihatkan bentuk tubuhnya, hal tersebut dapat mengundang perhatian yang tidak kita inginkan. Allah SWT berfirman:
“Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin supaya mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” QS. (Al-Ahzab: 59)
Bagi sebagian perempuan, pakaian tersebut mungkin mereka pilih demi kepercayaan diri atau mengikuti tren. Namun dampak sosialnya tidak bisa kita abaikan. Bahkan di zaman Rasulullah SAW, sudah tegas larangan berpakaian yang membentuk tubuh agar kaum wanita tetap terjaga dalam setiap situasi.


3. Menjaga Harga Diri dan Martabat Muslimah
Hijab bukan sekadar pakaian, tetapi identitas dan kehormatan. Ketika seorang muslimah menutup tubuh dengan benar, ia sedang menjaga martabatnya dari pandangan yang merendahkan. Sebaliknya, menonjolkan lekuk tubuh, meski dengan hijab, bisa mengurangi nilai tersebut.
Lebih dari itu, pakaian yang longgar dan syar’i dapat membantu wanita terbebas dari tekanan sosial untuk terlihat “sempurna” di mata manusia. Sebab yang ia kejar adalah rida Allah, bukan validasi visual dari dunia. Hal ini justru menghadirkan ketenangan yang lebih mendalam.
Sobat Cahaya Islam, memahami hukum pamer lekuk tubuh meski berhijab sangat penting agar hijab yang kita kenakan bukan hanya simbol, tetapi benar-benar menjadi wujud ketaatan kepada Allah. Di tengah masyarakat yang semakin terbiasa dengan standar kecantikan yang menonjolkan bentuk tubuh, muslimah perlu lebih bijak dalam memilih pakaian.































