Mengambil Hikmah dari Nasihat Nabi Yaqub di Surat Yusuf Ayat 5

0
853

Nasihat Nabi Yaqub di Surat Yusuf Ayat 5 – Sebagai orang islam yang beriman, kita wajib mempercayai bahwa ada banyak sekali utusan Allah yang berjalan diatas bumi ini untuk menegakkan agamaNya, terkhusus 25 Nabi yang banyak dikisahkan dalam Al Qur’an Maupun Sunnah Rasulullah. Salah satu Nabi yang tersohor diantara 25 Nabiyullah tersebut adalah Nabi Yusuf. Nabi yang satu ini terkenal karena ketampanannya yang membuat banyak wanita menjadi gila. Disini tim Cahayaislam akan membawakan satu nukilan ayat Al Quran tentang Nasihat Nabi Ya’qub (Ayah Nabi Yusuf) di Surat Yunus Ayat 5 kepada beliau Nabi Yusuf.

قَالَ يَا بُنَيَّ لَا تَقْصُصْ رُؤْيَاكَ عَلَىٰ إِخْوَتِكَ فَيَكِيدُوا لَكَ كَيْدًا ۖ إِنَّ الشَّيْطَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Wahai anakku, jangan engkau utarakan atau ceritakan mimpi yang engkau alami kepada saudara-saudaramu, karena mereka akan merekayasa (membuat makar) untuk menghancurkanmu. Sesungguhnya syetan itu adalah musuh manusia yang nyata.

Nasihat supaya berhati-hati dengan lisan kita

Nasihat Nabi Ya’qub di Surat Yusuf Ayat 5 ini masih merupakan kelanjutan dari ayat sebelumnya dimana Nabi Yusuf menceritakan kepada ayahnya tentang mimpinya. Mimpi beliau adalah melihat bulan dan beberapa bintang dihadapannya dan bersujud. Hal ini merupakan pertanda bahwa Yusuf lah yang dipilih oleh Allah sebagai hamba mulia dan utusanNya. Karena khawatir akan hal itu, Nabi Ya’qub kemudian memberikan wejangan kepada Yusuf AS dalam surat Yusuf ayat 5 tersebut.

Secara harfiah kalimat (رُؤْيَاكَ عَلَىٰ إِخْوَتِكَ فَيَكِيدُوا لَكَ كَيْدًا) diartikan secara gamblang bahwa Nabi Ya’qub menasihati nabi Yusuf untuk tidak menceritakan mimpi-mimpi tersebut kepada saudaranya, karena khawatir saudaranya akan merasa iri dan melakukan hal buruk kepadanya. Namun, bila kita telisik lebih dalam tentang Nasihat Nabi Yaqub di Surat Yusuf Ayat 5 disini. Kita sebagai orang islam secara umum juga mendapatkan wejangan yang baik, yakni agar menjaga lisan kita dengan baik.

Kita haruslah menjaga apa yang hendak kita ucapkan atau tunjukkan kepada orang lain. Kita harus bisa menimbang-nimbang apakah bila nanti kita menceritakan hal baik tersebut kepada orang lain bisa menimbulkan kedengkian atau iri hati? – Tidak semua orang bisa ikut senang mendengar hal-hal baik yang terjadi kepada kita. Terlebih dizaman modern sekarang yang banyak sosial media bertebaran disana-sini.

Media sosial juga termasuk sarana dimana kita bisa mengungkapkan keseharian kita (termasuk hal-hal baik dan buruk yang terjadi). Jadi konteksnya sama saja seperti lisan kita. Contohnya, kita membuat status tentang kebaikan yang terjadi kepada kita misalnya atau memajang foto dengan caption yang bisa membuat orang iri. Bisa jadi banyak orang yang like status tersebut, tapi belum tentu juga semua orang yang like ikut senang dengan itu. Nah, hal ini perlu diwaspadai, karena salah-salah orang akan berbuat keburukan pada kita karena kedengkian mereka (seperti kekhawatiran Nabi Ya’qub diayat ini).

Nasihat agar menyadari bahwa Syetan itu ada dan merupakan musuh kita

Intisari lain yang bisa kita ambil dari Nasihat Nabi Yaqub di Surat Yusuf Ayat 5 ini adalah kalimat (إِنَّ الشَّيْطَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوٌّ مُبِينٌ). Hal ini tentu jelas menekankan kepada kita supaya sadar, bahwa syetan dan bala tentaranya selalu siap sedia menyesatkan manusia kelubang kerusakan yang dalam. Kita sebagai orang islam yang beriman harus sadar hal itu dan bertekad memusuhi syetan dan berdoa pada Allah agar dijauhkan dari godaan mereka. Semoga bermanfaat dan bisa diambil hikmahnya ya! Amiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!