Muslimah dan standar kecantikan – Sobat Cahaya Islam, zaman digital kini menghadirkan tantangan baru dalam kehidupan Muslimah. Salah satunya adalah pengaruh kuat media sosial yang membentuk persepsi terhadap standar kecantikan.
Di tengah arus informasi dan visual yang cepat, tak sedikit Muslimah yang mulai merasa kurang percaya diri karena membandingkan diri dengan standar kecantikan di media sosial.
Muslimah dan Standar Kecantikan di Media Sosial
Topik ini penting untuk kita bahas karena banyak Muslimah yang tanpa sadar terjerat dalam jeratan ekspektasi dunia maya. Wajah tirus, kulit putih, tubuh langsing, dan penampilan mewah kerap dijadikan tolok ukur kecantikan. Padahal, dalam Islam, kecantikan memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar fisik.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Wahai manusia! Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, lalu Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti. 1
Banyak konten media sosial menampilkan kehidupan glamor dan penampilan sempurna. Namun, tidak semua yang ditampilkan adalah nyata. Filter, edit foto, hingga operasi plastik menjadi alat untuk menyesuaikan diri dengan standar tersebut.
Muslimah dan standar kecantikan di media sosial menjadi kombinasi yang perlu disikapi dengan bijak agar tidak terjerumus dalam rasa rendah diri atau iri hati.
Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat kepada hati dan amal kalian.” 2
Hadis ini menegaskan bahwa kecantikan fisik bukanlah hal utama dalam pandangan Allah. Yang Allah lihat adalah hati dan amal perbuatan kita.
Memperkuat Pemahaman Tentang Kecantikan Hakiki
Sobat Cahaya Islam, dalam konteks Muslimah dan standar kecantikan di media sosial, kita perlu memperkuat pemahaman diri bahwa kecantikan yang hakiki adalah akhlak yang baik, ketakwaan kepada Allah, serta rasa syukur terhadap apa yang kita miliki.
Penampilan memang penting, namun jangan sampai ia mengaburkan cahaya iman dalam hati.
Islam mengajarkan keseimbangan. Kita diperbolehkan merawat diri, memakai pakaian yang bersih, dan tampil menarik di hadapan suami.
Namun, jika standar kecantikan tersebut berasal dari media sosial yang mengajak kita untuk mengubah ciptaan Allah secara ekstrem, maka kita harus berhati-hati. Sebagaimana firman Allah dalam:
“Dan aku (setan) benar-benar akan menyuruh mereka mengubah ciptaan Allah. Barang siapa menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah, maka sungguh, ia menderita kerugian yang nyata.” 3
Ayat ini menunjukkan bahwa mengubah ciptaan Allah karena mengikuti hawa nafsu atau standar manusia adalah tindakan yang dikecam. Maka dari itu, Muslimah harus memperkuat keimanan dan membatasi paparan terhadap konten yang bisa memengaruhi persepsi diri secara negatif.


Hindari Membanding-bandingkan Diri dengan Orang Lain
Sobat Cahaya Islam, mari kita terus belajar mencintai diri kita sebagaimana Allah menciptakan kita. Jangan bandingkan diri dengan standar dunia maya yang semu. Fokuslah pada meningkatkan kualitas hati, amal ibadah, dan akhlak mulia. Itulah kecantikan sejati di mata Allah.
Jadikan standar kecantikan Rasulullah SAW dan para wanita salihah terdahulu sebagai inspirasi dalam hidup. Sebab merekalah teladan yang sesungguhnya dalam menjalani hidup yang mulia, penuh iman, dan jauh dari tipu daya dunia.
Semoga artikel ini memberi pencerahan tentang pentingnya menjaga jati diri di tengah terpaan media sosial. Muslimah dan standar kecantikan di media sosial harus kita hadapi dengan iman, ilmu, dan akhlak mulia.
































