Mengawali Tahun Baru dengan Semangat Menjadi Lebih Baik

0
611
Mengawali Tahun Baru

Mengawali Tahun Baru – Pergantian tahun dari 2024 ke 2025 terasa lebih istimewa bagi umat Islam karena bersamaan dengan tanggal 1 Rajab 1446 H. Tentu saja, kita harus memaksimalkan momentum langka ini untuk introspeksi diri (muhasabah) agar menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Oleh karena itu, mari sama-sama awali tahun baru ini dengan penuh semangat dalam beribadah dan meningkatkan kualitas hidup.

Mengawali Tahun Baru dengan Lebih Banyak Bersyukur

Jika tahun lalu kita masih sering mengeluh, maka tahun ini kita harus lebih baik dengan lebih banyak bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat yang telah Dia berikan kepada kita. Sebagaimana sabda Rasulullah:

مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ

“Barangsiapa tidak mensyukuri yang sedikit, ia tidak akan mampu mensyukuri yang banyak.” (1)

Maksud hadits ini adalah, bagaimana mungkin kita bisa mensyukuri rezeki yang banyak jika rezeki yang sedikit dan tetap Allah beri terus-menerus saja sulit untuk mensyukurinya? Bahkan, mungkin dalam hatinya tidak terbetik kesadaran akan nikmat Allah.

Berkaitan dengan nikmat, ada tiga macam nikmat yang harus kita ketahui. Pertama adalah nikmat yang tampak di mata manusia. Kedua adalah nikmat yang kita harapkan kehadirannya. Dan ketiga adalah nikmat yang tidak kita rasakan. Tapi, semuanya harus kita syukuri.

Tidak Mengulangi Kesalahan di Masa Lampau

Setiap manusia pasti ingin berubah menjadi lebih baik. Untuk bisa mewujudkannya, kita harus memahami kesalahan yang telah kita lakukan. Pasalnya, manusia tidak bisa lepas dari dosa. Namun, Allah Maha Pengampun dan sebaik-baik manusia adalah yang mau bertaubat dari kesalahannya. Sebagaimana hadits Nabi:

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

“Setiap anak Adam pasti berdosa. Dan sebaik-baik orang yang berdosa ialah yang bertaubat.” (2)

Memang, berhenti dari perbuatan dosa tidaklah mudah. Harus dengan niat yang kuat, maka kita bisa benar-benar bertaubat, yakni taubat nasuha. Taubat yang sungguh-sungguh adalah dengan benar-benar menyesali dosa yang telah kita perbuat, tidak mengulanginya lagi, dan memperbanyak amal sholih.

Berusaha Menjadi Mukmin yang Lebih Kuat

Dalam sebuah kesempatan, Rasulullah memberikan pesan kepada umatnya, yang tertian dalam hadits sahih berikut ini:

الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.” (3)

Di sini, mukmin yang kuat bukanlah mukmin yang badannya kekar, tapi mukmin yang kuat imannya. Memang, memiliki tubuh yang kuat adalah hal yang bagus. Tapi, badan yang kuat tidak ada artinya jika imannya lemah.

Adapun mukmin yang kuat imannya adalah seseorang yang mampu melaksanakan ibadah-ibadah wajib dan menyempurnakannya dengan ibadah-ibadah sunnah. Tentu saja, Allah lebih mencintai mukmin yang lebih kuat dalam ketaatannya.


Referensi:

(1) H.R. Ahmad 4/278

(2) Sunan Ibn Majah 4251

(3) Sunan Ibn Majah 4168

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY