Cara Menasihati Teman yang Suka Pamer Menurut Islam

0
530
menasihati teman yang suka pamer

Menasihati teman yang suka pamer – Sobat Cahaya Islam, di zaman media sosial seperti sekarang, kita sering menemukan orang-orang yang suka memamerkan kekayaan, pencapaian, atau bahkan hal-hal yang seharusnya bersifat pribadi.

Mungkin kita memiliki teman dekat yang kerap melakukan hal ini. Sebagai sesama muslim, tentu kita ingin membimbingnya agar tidak terjerumus dalam sikap riya dan sombong.

Lalu, bagaimana sebenarnya cara menasihati teman yang suka pamer tanpa membuatnya tersinggung? Dan bagaimana Islam memandang sikap suka pamer ini? Yuk, kita pelajari bersama!

Suka Pamer Bisa Menjerumuskan pada Riya dan Kesombongan

Dalam Islam, sikap pamer atau memperlihatkan sesuatu dengan niat agar orang lain mengagumi atau memuji, termasuk dalam kategori riya’. Riya adalah lawan dari ikhlas, dan menjadi salah satu penyakit hati yang sangat dibenci oleh Allah ﷻ.

Allah berfirman:

 فَوَيْلٌۭ لِّلْمُصَلِّينَ ٱلَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ ٱلَّذِينَ هُمْ يُرَآءُونَ

 “Maka celakalah orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, yang berbuat riya (pamer).” 1

Sobat Cahaya Islam, jika orang yang shalat saja bisa celaka karena riya, bagaimana dengan orang yang sengaja memamerkan harta, gaya hidup, atau amal-amalnya hanya untuk mendapat pujian manusia?

Rasulullah ﷺ pun memperingatkan:

 “إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ ٱلشِّرْكُ ٱلْأَصْغَرُ، قَالُوا: وَمَا ٱلشِّرْكُ ٱلْأَصْغَرُ يَا رَسُولَ ٱللَّهِ؟ قَالَ: ٱلرِّيَاءُ”

 “Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil.” Para sahabat bertanya, “Apa itu syirik kecil, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Riya’.” 2

Cara Menasihati Teman yang Suka Pamer

Menegur teman memang bukan hal mudah, apalagi jika kita takut ia akan tersinggung atau menjauh. Tapi jika kita melakukannya dengan niat baik dan cara yang tepat, nasihat kita bisa menyelamatkan teman dari sikap buruk yang berbahaya.

Berikut adalah beberapa cara menasihati teman yang suka pamer dengan bijak:

1. Niatkan Karena Allah

Sebelum menasihati, pastikan niat kita benar: karena ingin teman kita lebih baik dan mendapatkan ridha Allah, bukan karena iri atau jengkel.

 وَتَوَاصَوْا بِٱلْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِٱلصَّبْرِ

 “Dan mereka saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran.” 3

Jadi, Sobat Cahaya Islam, nasihat itu termasuk amal kebaikan yang sangat besar nilainya.

2. Pilih Waktu dan Suasana yang Tepat

Jangan menegur di depan umum atau di kolom komentar media sosial. Pilih waktu pribadi, misalnya saat berbincang santai berdua, agar ia merasa dihargai dan tidak malu.

3. Gunakan Kalimat yang Lembut dan Empati

Hindari kata-kata yang menyudutkan seperti “Kamu tuh suka pamer!” Gantilah dengan pendekatan yang halus, misalnya:

“Aku kagum banget kamu bisa beli mobil baru, Masya Allah. Tapi aku khawatir orang lain salah paham kalau terlalu sering update kayak gitu. Kita khawatir juga loh, bisa kena ujian dari Allah. Sama-sama jaga niat yuk.”

menasihati teman yang suka pamer

Kalimat seperti ini lebih menyejukkan dan tidak membuat teman merasa disalahkan.

4. Beri Contoh Keteladanan

Jangan hanya memberi nasihat, tapi tunjukkan pula sikap rendah hati dalam kehidupan kita. Semakin kita ikhlas dan tidak suka pamer, semakin besar peluang teman kita terinspirasi untuk berubah.

5. Ingatkan Bahaya Pamer dengan Lembut

Jika perlu, sampaikan dalil-dalil secara perlahan, seperti ayat berikut:

 إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍۢ فَخُورٍ

 “Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri.” 4

Ayat ini bisa disisipkan dalam percakapan tanpa menghakimi. Misalnya:

“Aku pernah baca ayat ini di Surah Luqman, ternyata Allah nggak suka kalau kita suka pamer. Jadi aku sekarang lebih hati-hati juga kalau mau posting sesuatu.”

6. Gunakan Humor atau Cerita untuk Menyentuh Hati

Kadang, teman yang suka pamer tidak sadar bahwa kebiasaannya membuat orang lain merasa iri atau terganggu. Kita bisa menggunakan cerita ringan atau humor islami untuk menyampaikan pesan secara tidak langsung.

7. Jangan Putus Asa Jika Tidak Langsung Berubah

Sobat Cahaya Islam, tugas kita adalah mengingatkan, bukan memaksa. Jika teman belum berubah setelah kita nasihati, jangan marah atau menjauhi. Doakan ia dalam diam.

Rasulullah ﷺ bersabda:

 “الدِّينُ النَّصِيحَةُ”

 “Agama adalah nasihat.” Kami bertanya: “Untuk siapa?” Beliau menjawab, “Untuk Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, dan untuk pemimpin kaum muslimin serta seluruh kaum muslimin.” 5

Menjadi teman yang baik bukan hanya saat senang, tapi juga saat bisa saling mengingatkan dalam kebaikan.

Sobat Cahaya Islam, pamer adalah penyakit hati yang bisa menyeret pelakunya kepada kesombongan dan riya. Jika kita memiliki teman yang suka pamer, jangan dibiarkan. Nasihati dengan lembut, ikhlas, dan penuh kasih sayang.

Cara menasihati teman yang suka pamer bukan dengan menghina atau menjauhinya, melainkan dengan menjadi cermin yang baik. Semoga Allah ﷻ senantiasa memberikan kita keikhlasan dan menjauhkan dari sifat riya dan takabbur.


  1. (QS. Al-Ma’un: 4–6) ↩︎
  2. (HR. Ahmad No. 23630, dinilai shahih oleh Al-Albani) ↩︎
  3. (QS. Al-‘Ashr: 3) ↩︎
  4. (QS. Luqman: 18) ↩︎
  5. (HR. Muslim No. 55) ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY