Membaca Basmalah di Surat At-Taubah Tidak Diperbolehkan, Mengapa?

0
1899
Membaca Basmalah di Surat At-Taubah

Membaca Basmalah di Surat At-Taubah – Setiap akan membaca surat dalam Alquran kita dihasruskan untuk mengawalinya dengan kalimat basmalah. Namun mengapa tidak diperbolehkan jika membaca basmalah di surat At-Taubah?

Bahkan juga tidak ada pencantuman secara tertulis kalimat basmalah tersebut di awal suratnya.

Lalu muncul beberapa pertanyaan apakah larangan tersebut mengandung hukum haram.  Atau hanya sekedar sebuah peringatan yang tidak memberikan dampak dosa bagi pelakunya.

Padahal kita tahu, selama ini setiap kali akan melakukan apapun dianjurkan untuk mengawalinya dengan menyebut asma Allah. Agar semua yang kita kerjakan menjadi suatu ibadah dan memperoleh keberkahan dariNya.

Tentu saja, hal ini mendatangkan rasa penasaran bagi kebanyakan orang. Oleh sebab itu, mari kita simak ulasannya berikut ini.

Alasan Tidak Boleh Membaca Basmalah di Surat At-Taubah

بَرَاۤءَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖٓ اِلَى الَّذِيْنَ عَاهَدْتُّمْ مِّنَ الْمُشْرِكِيْنَۗ

(Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya kepada orang-orang musyrik yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka). (QS. At-Taubah:1)

فَسِيْحُوْا فِى الْاَرْضِ اَرْبَعَةَ اَشْهُرٍ وَّاعْلَمُوْٓا اَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِى اللّٰهِ ۙوَاَنَّ اللّٰهَ مُخْزِى الْكٰفِرِيْنَ

Maka berjalanlah kamu (kaum musyrikin) di bumi selama empat bulan dan ketahuilah bahwa kamu tidak dapat melemahkan Allah, dan sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir. (QS. At-Taubah:2)

Surat At-Taubah merupakan surat ke 9 di dalam Alquran. Termasuk golongan surah Madaniyah atau surat tersebut diturunkan di kota Madinah. Terdiri dari 129 ayat, At-Taubah sendiri artinya Pengampunan.

Lalu apa alasannya dilarang membaca basmalah pada surat At-Taubah?

1.      Isi tentang Orang-orang Munafik

Membaca Basmalah di Surat At-Taubah

Alasan yang pertama, Surat At-Taubah tidak diawali dengan bismillah adalah karena isi di dalamnya mengenai orang-orang munafik.

Dengan membaca surat tersebut, maka kita bisa mengetahui diri kita ini sudah beriman atau munafik.

Mengapa demikian? Sebab di dalamnya terdapat keterangan terkait sifat-sifat orang yang munafik.

Allah SWT menerangkan bagaimana cerita orang munafik ada di dalam surat ini.

Jika sifat-sifatnya terungkap pada surat ini, maka Allah pun bukan berarti ingin menganggap jelek mereka atau apapun. Melainkan bertujuan untuk menjelaskan sifat kemunafikan itu sendiri.

Sedangkan kalimat basmalah memiliki makna yang sangat dalam, yakni rahmat serta kasih sayang Allah SWT. Oleh sebab keduanya saling bertentangan, maka At-Taubah dlarang mengawalinya dengan Bismillahirrahmaani Rahim.

اَلْمُنٰفِقُوْنَ وَالْمُنٰفِقٰتُ بَعْضُهُمْ مِّنْۢ بَعْضٍۘ يَأْمُرُوْنَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوْفِ وَيَقْبِضُوْنَ اَيْدِيَهُمْۗ نَسُوا اللّٰهَ فَنَسِيَهُمْ ۗ اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ

Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, satu dengan yang lain adalah (sama), mereka menyuruh (berbuat) yang mungkar dan mencegah (perbuatan) yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya (kikir). Mereka telah melupakan kepada Allah, maka Allah melupakan mereka (pula). Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik. (QS. At-Taubah:67)

2.      Sambungan dari Surat Al-Anfal

Yang kedua, tidak diawali dengan kalimat basmalah sebab surat At-Taubah merupakan sambungan dari Surat Al-Anfal.

Jadi, kita membacanya pun cukup dengan melanjutkan saja. Surat Al-Anfal dulu kemudian diteruskan dengan membaca At-Taubah.

3.      Perintah dari Rasulullah SAW

Membaca Basmalah di Surat At-Taubah

Dahulu, saat Alquran diturunkan pada Nabi SAW, Beliau tidak bisa menulis sama sekali. Namun mempunyai beberapa sahabat yang pekerjaannya sebagai tukang tulis.

Sebab Beliau tidak bisa menulis, maka kemudian menyuruh para sahabat tersebut untuk menulis setiap ayat Alquran yang turun.

Rasulullah SAW sendiri yang mengarahkan bagaimana tata letak penulisan setiap ayat yang ada.

Namun, ketika di bagian Surat At-Taubah, Rasulullah SAW memerintahkan para sahabatnya itu untuk tidak memberi tulisan bismillah.

Dari paparan di atas, alasan yang paling kuat adalah yang poin pertama. Karena Surat At-Taubah di dalamnya menerangkan sifat-sifat orang yang berjiwa munafik.

Tentu saja hal ini tidak sesuai dengan arti dari Bismillah, yaitu tentang rahmat Allah SWT.

Nah, Sobat Cahaya Islam, demikian di atas merupakan ulasan mengenai alasan apa saja yang akhirnya dipercaya mengapa membaca basnmalah di surat At-Taubah itu tidak diperbolehkan. Semoga artikel ini bermanfaat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY