Larangan Memilih Pemimpin Kafir dan Alasannya dalam Perspektif Islam

0
784
Larangan memilih pemimpin kafir

Larangan memilih pemimpin kafir – Sebagai agama paling akhir, Islam ditetapkan sebagai satu-satunya agama yang benar dan sempurna hingga akhir zaman. Inilah yang mendasari larangan memilih pemimpin kafir. Sebab Allah telah memilah-milah masa antara satu dengan lain agama yang bersifat mutlak. Antara Islam dan kafir terdapat pembatas atau jurang pemisah.

Dasar Larangan Memilih Pemimpin Kafir dalam Islam

Sebenarnya Islam tidak bisa terpisahkan dari politik, sebab agama memiliki sistem sempurna yang mengatur setiap lini kehidupan. Tidak hanya terpaku mengatur syariat ibadah, namun agama Islam juga mengatur dasar-dasar negara.

Politik Islam menganut sistem yang komprehensif karena bersumber langsung kepada ketuhanan. Sistem tersebut mengatur seluruh urusan hidup umat manusia. Selain itu, Islam juga menjaga agama serta negara di bawah kekuasaan pemimpin Islam.

Larangan memilih pemimpin kafir

Sistem politik Islam menjunjung tinggi penerapan syariat Islam, mengembangkan dakwah, dan merealisasikan keagungan Allah. Surat Al Maidah tentang memilih pemimpin menjelaskan bahwa:

“Dan sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Muhammad) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya, niscaya mereka tidak akan menjadikan orang musyrik itu sebagai pemimpin. Tetapi banyak di antara mereka, orang-orang yang fasik.” 1

Dalam Islam, wali memiliki pengertian pemimpin. Istilah Wali tersebut memiliki arti orang yang bertanggung jawab atas urusan-urusan mereka. Bisa dikatakan, wali sebagai pemimpin negeri. Wali dalam bahasa Arab memiliki pengertian yang lebih beragam.

Namun, para ulama lebih condong kepada pemimpin yang memiliki tanggung jawab dalam urusan penting. Larangan memilih pemimpin kafir didasari karena Allah memilih Islam dan menolak yang lainnya. Oleh karena itu atribut Islam tidak boleh sobat Cahaya Islam campur adukkan dengan agama lainnya.

Terutama berkaitan dengan non muslim sebagai pemimpin. Sebab pada hulu sudah terdapat batasan, maka pada bagian tengah dan hilir secara otomatis juga menghadirkan batasan. Kecuali untuk perkara-perkara kemanusiaan dalam konteks hablum minannas, maka umat Islam boleh bekerja sama dengan umat non muslim.

Alasan Larangan Memilih Pemimpin Non Muslim

Manakah yang mesti sobat Cahaya Islam pilih antara calon pemimpin muslim namun gemar maksiat atau non muslim namun adil? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka harus berlandaskan larangan memilih pemimpin non muslim dalam Islam. Allah melarang hal tersebut,sebab Islam itu tinggi dan bukan berada dalam kekuasaan non muslim.

Larangan memilih pemimpin kafir

Hal ini sesuai dengan hadis tentang memilih pemimpin dalam Islam:

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Abu Bakar mengupah seorang laki-laki dari Bani Ad Diil sebagai petunjuk jalan, dan dia adalah seorang beragama kafir Quraisy. 2

Hadis tersebut sekaligus menggarisbawahi bahwa Rasulullah mempekerjakan seorang beragama kafir Quraisy bukan sebagai pemimpin. Tidak ada peluang bagi seorang muslim untuk memilih non muslim menjadi pemimpin kecuali dalam hal darurat.

Namun, kasus darurat tersebut hanya berlaku pada negara-negara non muslim, contohnya Eropa, Amerika dan banyak lagi. Alasan lain yang mengukuhkan larangan memilih pemimpin kafir yaitu adanya larangan menjadikan non muslim sebagai teman-teman yang setia dalam hidup.

Allah melarang menyampaikan berita dari nabi Muhammad kepada mereka yang kafir dan ingkar kepada kebenaran. Jika ada orang Islam yang berbuat demikian, maka Allah menetapkan mereka tersesat dari jalan yang lurus. Sesungguhnya ada banyak ayat tentang memilih pemimpin yang harus umat Islam pahami.

Jika berhadapan dengan masalah memilih pemimpin umat muslim yang gemar maksiat dan non muslim yang adil, maka hendaknya bijak. Berpegang pada larangan memilih pemimpin kafir, maka umat muslim harus mengutamakan pemimpin muslim. Sebab, Islam memiliki kedudukan sebagai agama yang sempurna.


  1. (QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 81) ↩︎
  2. (HR.Bukhari no.2264) ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY