Larangan Berbuat Rasisme – Rasisme sering terjadi dalam masyarakat, bahkan telah merambah luas ke dunia olahraga, politik, dan lain sebagainya. Sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin, Islam melarang keras rasisme karena ini merupakan perbuatan yang sangat tercela. Bahkan, tak salah jika kita katakana bahwa dosa pertama iblis adalah rasisme.
Rasisme Pertama oleh Iblis
Al-Qur’an menceritakan kisah iblis yang berbuat rasisme terhdap Nabi Adam. Saat itu, Allah menyuruh malaikat dan iblis untuk bersujud kepada Adam, sebagai bentuk penghormatan. Sayangnya, ketika para malaikat mau bersujud, iblis malah menolak perintah tersebut.
Lebih parahnya lagi, ketika Allah bertanya apa yang menghalangi iblis untuk sujud kepada Adam, iblis menjawab:
اَنَا۠ خَيْرٌ مِّنْهُۚ خَلَقْتَنِيْ مِنْ نَّارٍ وَّخَلَقْتَهٗ مِنْ طِيْنٍ
“Aku lebih baik darinya. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.” (1)
Jawaban iblis tersebut bukan hanya menunjukkan kesombongannya, tapi juga sebuah bentuk rasisme. Bagaimana tidak, iblis merasa lebih baik dari Nabi Adam dengan mempertimbangkan unsur penciptaannya. Artinya, iblis menganggap golongannya punya derajat lebih tinggi karena terbuat dari apai daripada golongan manusia yang hanya terbuat dari tanah.
Tentu saja, alasan primordialitas ini seperti jika kita mengatakan bahwa bangsa Eropa lebih beradab dari bangsa non-Eropa, atau semacamnya. Di sinilah letak rasisme-nya, di mana seseorang menilai keunggulan pribadi atau golongan tertentu dari sudut pandang warna kulit, garis keturunan, suku, ras, atau ciri fisik lainnya.
Perbedaan Bangsa dan Suku Bukan Alasan untuk Berbuat Rasis


Di zaman modern ini, sejatinya rasisme berkembang dari akar sejarah yang lama, yakni sejak manusia pertama yaitu Adam. Dengan kata lain, kejahatan pertama ialah kesombongan yang dibalut dengan rasisme. Iblis berpandangan bahwa ‘ras api’ lebih mulia’ daripada ‘ras tanah’.
Padahal di sisi Allah, derajat makhluk bukan terletak pada materi penciptaannya melainkan pada ketakwaannya. Sebagaimana firman Allah:
اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ
‘Sungguh Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, lalu Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling mengenal. Sungguh yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.” (2)
Larangan Berbuat Rasisme dalam Islam
Islam sangat menolak perbuatan rasisme. Rasulullah bersabda:
أَلَا لَا فَضْلَ لِعَرَبيٍّ عَلَى أَعْجَمِيٍّ، وَلَا لِعَجَمِيٍّ عَلَى عَرَبيٍّ، وَلَا لِأَحْمَرَ عَلَى أَسْوَدَ، وَلَا أَسْوَدَ عَلَى أَحْمَرَ
“Ingatlah, tidak ada keunggulan bagi bangsa Arab atas orang non-Arab (‘ajam), tidak pula orang ‘ajam atas orang Arab, tidak pula orang berkulit merah (putih) atas orang berkulit hitam, dan tidak pula orang berkulit hitam atas orang berkulit merah (hitam).” (3)
Melalui dalil-dalil di atas, agama Islam mengingatkan kita untuk tidak membeda-bedakan sesama manusia dari sisi asal-usul primodial. Jika kita berbuat rasisme seperti halnya iblis, maka itu akan mengantarkan ke keangkuhan dan menjerumuskan ke neraka. Na’udzubillah.
Referensi:
(1) Q.S. Al-A’raf 12
(2) Q.S. Al-Hujurat 13
(3) Musnad Ahmad 22391
































