Hukum suami istri sholat berjamaah di rumah – Shalat berjamaah memiliki kedudukan istimewa karena lebih utama 25 hingga 27 kali daripada Sobat sholat di rumah. Apa hukum suami istri sholat berjamaah di rumah apakah sah? Meskipun melaksanakn sholat bermahaan di rumah, apakah pahalanya tetap sama dengan ketika melakukannya di masjid?
Landasan Sholat Berjamaah
Sholat berjamaah dengan istri di rumah atau mengajaknya ke masjid lebih baik yang mana? Penting memahami persoalan ini agar rumah tangga bisa mendapatkan keutamaan ketika menjalankan sholat berjamaah. Terkadang ada suami yang bersemangat sholat berjamaah di masjid, akan tetapi istri Sobat biarkan sholat di rumah.
Seorang laki-laki yang sudah baligh dan merdeka meninggalkan panggilan sholat berjamaah di masjid. Sholat berjamaah memiliki keutamaan luar biasa daripada mengerjakan sholat sendiri. Berikut ini landasan hukum sholat berjamaah:
1. Fardhu’ain
Umumnya, ulama Al Hanafiyah dan Hanabilah berpendapat bahwa sholat berjamaah hukumnya fardhu ain atau wajib. Jika Sobat setelah mendengar adzan, kemudian tidak sholat berjamaah, maka dianggap tidak menginginkan kebaikan. Sobat yang meninggalkan sholat berjamaah tanpa udzur, maka sholat berjamaahnya tetap shah.
Hukum sholat berjamaah termasuk wajib karena memiliki keutamaan sebagaimana hadist berikut ini:
“Shalat berjamaah lebih baik dua puluh tujuh derajat dibandingkan shalat sendirian .” 1
2. Fardhu Kifayah
Hukum suami istri sholat berjamaah di rumah menurut mayoritas ulama adalah fardhu kifayah. Sebaliknya, jika tidak ada satu orang yang menjalankan sholat berjamaah, maka semua akan berdosa.
3. Sunnah Muakkadah
Landasan sholat berjamaah menurut Mazhab Al Hanafiyah dan Al Malikiyah yaitu sunnah muakkad dianjurkan agar tidak Sobat tinggalkan.
Hukum Suami Istri Sholat Berjamaah di Rumah
Rasulullah menganjurkan sholat berjamaah agar memperoleh pahala lebih banyak daripada sholat sendiri. Bagi kaum wanita, sholat berjamaah sunnah hukumnya. Sebaiknya jamaah wanita lebih baik sholat di rumah daripada di masjid. Sedangkan kaum laki-laki baligh wajib sholat berjamaah di masjid.
Bagaimana hukum suami istri sholat berjamaah di masjid? Ada dua pendapat berkaitan dengan permasalahan ini:
1. Suami Boleh Mengajak Istri Sholat Berjamaah di Masjid
Suami boleh mengajak istri sholat berjamaah di masjid namun dengan catatan jangan sampai melanggar ketentuan. Contohnya, jangan menggunakan wewangian atau bersikap genit di masjid. Ketika wanita sholat bersama banyak lelaki, maka menempati shaf paling belakang sebagaimana hadist berikut:
“Nabi menempatkan aku dan anak-anak yatim di belakang beliau dalam shaf shalat, dan orang-orang lemah ditempatkan di belakang kami” 2
2. Suami Tidak Mengajak Istri Sholat Berjamaah di Masjid
Jika sudah berumah tangga, kaum laki-laki condong mengutamakan sholat berjamaah di masjid. Sedangkan istri lebih baik sholat di rumah. Sang istri bisa sholat sendirian atau berjamaah dengan anak perempuan. Lalu bagaimana jika tidak ada masjid di lingkungan sekitar, apa hukum suami istri salat berjamaah di rumah?


Ketika Sobat memiliki udzur melaksanakan sholat di masjid, maka boleh melaksanakan sholat berjamaah di rumah. Lebih afdhal sholat berjamaah di rumah bersama keluarga dan istri bermakmum kepada suaminya. Namun, tidak boleh suami meninggalkan sholat berjamaah di masjid.
Meninggalkan sholat berjamaah di masjid hukumnya haram karena menyalahi sunnah Nabi Muhammad dan menjadi ketidaksukaan terhadap sunnah Rasulullah. Ketika Sobat tidak menyukai sunnah Nabi dan lebih menuruti nafsunya, maka akan merusak keadaan diri.
Hukum suami istri sholat berjamaah di rumah tidak dianjurkan. Sebaiknya suami dan anak laki-laki melaksanakan sholat berjamaah di masjid, sedangkan anak perempuan dan istri melaksanakan sholat di rumah.
































