Hukum Menerima Hadiah Natal dari Umat Nasrani

0
216
Hukum-Menerima-Hadiah-Natal

Hukum Menerima Hadiah Natal – 25 Desember adalah hari yang Istimewa untuk umat Kristiani. Di hari Natal ini, umat Kristiani merayakan kelahiran Yesus dengan berbagai cara. Salah satunya adalah bagi-bagi kado. Jika berbagai kado dengan sesama umat Kristiani adalah hal yang umum, bagaimana jika berbagi kado kepada umat agama lain? Misalnya, seorang Kristiani memberikan kado Natal ke umat muslim. Apakah umat muslim boleh menerimanya?

Perintah Berbuat Baik kepada Semua Orang

Dalam Islam, tidak ada larangan untuk berinteraksi dengan non-muslim. Bahkan, Allah memerintahkan kita untuk berbuat baik & berlaku adil kepada orang lain, tanpa memandang apa agamanya. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:

لَا يَنْهٰىكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ لَمْ يُقَاتِلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَلَمْ يُخْرِجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْهُمْ وَتُقْسِطُوْٓا اِلَيْهِمْ

“Allah tidak melarang kalian berbuat baik & berlaku adil pada mereka yang tidak memerangimu dalam urusan agama & tidak mengusirmu dari kampung halamanmu.” (1)

Dalam ayat tersebut, Allah memerintahkan umat muslim berbuat baik pada orang lain, termasuk kepada non-muslim sekalipun. Selama mereka tidak memerangi kaum muslimin atau tidak mengusir umat Islam dari tempat tinggalnya, maka kita sebagai umat Islam tetap harus berbuat baik kepada mereka.

Kisah Rasulullah Menerima Hadiah dari Para Penguasa Non-muslim

Ternyata, Rasulullah juga pernah menerima pemberian dari non-muslim. Ada beberapa penguasa atau raja yang pernah memberikan hadiah kepada Rasulullah dan beliau pun menerimanya. Salah satunya ada dalam hadits di bawah ini:

 أَهْدَى كِسْرَى لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَبِلَ مِنْهُ وَأَهْدَى لَهُ قَيْصَرُ فَقَبِلَ مِنْهُ وَأَهْدَتْ لَهُ الْمُلُوكُ فَقَبِلَ مِنْهُمْ‏

“Kisra memberikan sesuatu ke Rasulullah dan beliau menerimanya. Begitu juga kaisar memberi sesuatu kepada beliau, Rasulullah pun menerimanya. Pun para raja memberikan sesuatu kepada beliau, beliau menerima pemberian mereka.” (2)

Hadits di atas menunjukkan bahwa Nabi Muhammad menerima hadiah dari para raja non-muslim untuk menjaga hubungan diplomatic serta memperkuat ikatan antar umat beragama. Hal ini juga mencerminkan toleransi & perdamaian dalam kehidupan sosial.

Bagaimana Hukum Menerima Hadiah Natal?

Mayoritas ulama sepakat bahwa seorang muslim boleh menerima hadiah dari non-muslim, termasuk kado Natal. Dalam Raudhah at-Thalibin, Imam Nawawi menjelaskan ‘Sesungguhnya boleh menerima hadiah dari orang non-muslim’.

Memang, saling memberi adalah perbuatan baik, terlepas dari apa agama dan kepercayaan pemberi & penerima. Tentu saja, ini selaras dengan ajaran agama Islam di mana kebaikan & kedermawanan pada sesama sangatlah penting.

Ayat Al-Quran yang memerintahkan untuk berbuat baik kepada orang lain dan hadits tentang Rasulullah yang menerima pemberian-pemberian dari penguasa non-muslim sudah cukup sebagai dalil bahwa boleh hukumnya menerima pemberian dari non-muslim seperti kado Natal, tahun baru, dan lain sebagainya.


Referensi:

(1) Q.S. Al-Mumtahanah Ayat 8

(2) Musnad Ahmad 747

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY