Contoh akhlak mulia dalam mengajar – Kompetensi kepribadian guru akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pribadi para peserta didik. Oleh karena itu, perlu contoh akhlak mulia dalam mengajar harus benar-benar diperhatikan oleh guru. Kompetensi kepribadian ini memiliki peranan penting untuk membentuk dan mengembangkan SDM demi kemajuan negara.
Mengenal Tugas Guru dalam Islam
Tugas utama seorang guru menurut Imam Al Ghazali yaitu menyempurnakan, membersihkan, hingga menyucikan hati manusia untuk bertaqarrub kepada Allah. Seorang guru juga mengemban tugas rahmatan lil alamin atau misi mengajak manusia untuk tunduk dan patuh kepada hukum Allah demi keselamatan dunia akhirat.
Guru memiliki tugas untuk mendidik dan membagikan ilmu kepada orang lain. Kedudukan guru dalam Islam sangat mulia dan memiliki tempat dan derajat tinggi baik dunia maupun akhirat kelak. Dalil yang menjelaskan kedudukan guru dalam Islam terdapat pada ayat Al Qur’an berikut ini:
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Mujadilah: 11).
Seorang guru akan mendapatkan pahala yang terus mengalir selama ilmu tersebut masih berguna untuk murid-muridnya. Sebab, ilmu pengetahuan yang nantinya akan mengantarkan manusia untuk berpikir dan menganalisis semua fenomena dan. Selain itu, ilmu juga akan membawa lebih dekat kepada Allah.
Ketika Sobat Cahaya Islam renungkan, tugas seorang guru hampir sama dengan tugas Rasulullah. Sebab, Rasulullah sebagai mu’allimul awwal fi al Islam atau guru pertama. Tugas dari guru pertama yaitu berkaitan erat dengan membacakan, menyampaikan, hingga mengajarkan ayat ayat Al Qur’an kepada manusia.
Contoh Akhlak Mulia dalam Mengajar
Contoh akhlak mulia dalam mengajar dalam pendidikan Islam bersumber dari meneladani Rasulullah. Oleh karena itu, seorang guru harus mampu menyelaraskan tujuan, tingkah laku hingga pola pikirnya. Setidaknya ada beberapa kompetensi personal religius yang harus guru perhatikan, seperti:
- Kasih sayang terhadap peserta didik.
- Meneladani pribadi Rasulullah.
- Bersikap luwes dan bijaksana terhadap peserta didik.
- Bersedia mengamalkan ilmu.


Sedangkan contoh akhlak mulia dalam mengajar yang harus setiap guru terapkan, antara lain:
- Selalu merasa mendapatkan pengawasan dari Allah ketika sendiri maupun bersama orang lain agar bersungguh-sungguh saat menyampaikan ilmu.
- Senantiasa takut kepada Allah dalam setiap gerakan, sehingga menganggap ilmu merupakan amanah yang harus dijaga.
- Tenang.
- Tawadhu.
- Wara’.
- Memasrahkan semua urusan kepada Allah.
- Tidak memuliakan penghamba dunia dan selalu menjaga kehormatan.
- Memiliki sikap zuhud dan qana’ah.
- Menjaga keistiqomahan dalam menjalankan suar agama Islam.
Kompetensi Dasar Seorang Guru
Untuk memiliki contoh akhlak mulia dalam mengajar, terlebih dahulu guru harus memiliki kompetensi dasar. Kompetisi ini akan mendukung penerapan akhlak mulia kepada para murid. Akhlak mulia penting guru ajarkan sejak dini karena seseorang bisa menyamai kedudukan orang yang rajin shalat dan puasa.
Dalil pentingnya akhlak mulia terdapat pada hadis berikut ini:
“Sesungguhnya yang paling aku cintai di antara kalian dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah mereka yang paling bagus akhlaknya di antara kalian.” (HR. Tirmidzi no. 1941. Dinilai hasan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jaami’ no. 2201.)
Berikut ini kompetensi dasar yang wajib guru miliki demi menunjang pelaksanaan akhlak mulia:
1. Pemikiran yang Matang
Pemikiran yang matang erat dengan kedewasaan karena seorang guru bertugas mendidik. Oleh karena itu, pendidik memiliki kedewasaan dalam bertindak dan berpikir.


2. Arif dan Bijaksana
Allah memerintahkan umat Islam untuk selalu mengembangkan sikap bijaksana dalam menyelesaikan seluruh aktivitas, termasuk mengajar. Seorang guru yang bijaksana akan memberikan contoh kepada para muridnya.
Pentingnya memberi contoh akhlak mulia dalam mengajar untuk mewujudkan generasi yang lebih baik. Islam memandang akhlak merupakan fitrah untuk setiap insan. Guru bisa meneladani akhlak terpuji dari Rasulullah dengan ilmu yang bermanfaat untuk banyak orang.
































